Galeri: Evolusi mobil Formula 1 sejak 1950

Dari mobil berbentuk cerutu hingga wujud yang kita kenal sekarang. Berikut adalah evolusi mobil Kejuaraan Dunia Formula 1 sejak 1950...

1950

1950
1/40

Kejuaraan Dunia Formula 1 pertama kali digelar oleh FIA. Alfa Romeo 158 bermesin depan dengan tenaga 400 daya kuda menjadi mobil dominan di dua tahun pertama.

Foto oleh: LAT Images

1952

1952
2/40

Tim pabrikan Alfa Romeo mundur dan peserta yang siap dengan mobil F1 pun terlalu sedikit. Selama dua tahun, mobil Formula 2 diperbolehkan mengisi grand prix "F1". Bentuk mobil F2 dan F1 pada saat ini tidak terlalu berbeda.

1954

1954
3/40

Kejuaraan Dunia ini kembali pada regulasi "F1" dengan diperkenalkannya aturan mesin non-supercharged berkapasitas 2,5 liter. Mercedes meluncurkan W196 yang juga memiliki varian bodi aerodinamis menutupi keempat roda - membuat Anda berpikir bahwa mobil F1 tidak harus selalu bertipe open-wheel.

Foto oleh: Daimler AG

1958

1958
4/40

Di GP Argentina 1958, Stirling Moss juara untuk pertama kalinya di atas mobil yang memiliki mesin di belakang pembalap - Cooper T43.

Foto oleh: LAT Images

1962

1962
5/40

Lotus 25 menjadi mobil pertama dengan sasis monokok.

Foto oleh: LAT Images

1964

1964
6/40

Tipikal penampilan mobil-mobil F1 di era 1960an yang sudah menyerupai kapsul.

Foto oleh: LAT Images

1968

1968
7/40

Revolusi besar sebelum dekade ini berakhir: Lotus 49B mempopulerkan sayap depan dan sayap belakang.

Foto oleh: LAT Images

1969

1969
8/40

Tanpa komputer supercanggih, desainer harus mencoba langsung berbagai metode terbaik di lintasan untuk menambah downforce. Di sini Graham Hill mengemudikan mobil dengan dua sayap tambahan yang ditempel ke suspensi depan dan belakang.

Foto oleh: Sutton Images

1970

1970
9/40

Peraturan mengenai sayap kemudian diperketat menyusul beberapa kecelakaan karena sayap yang patah atau rusak.

Foto oleh: LAT Images

1970

1970
10/40

Lotus 72 menjadi mobil F1 pertama yang memindahkan sistem pendinginan ke bagian samping mobil - asal-muasal sidepod.

Foto oleh: Sutton Images

1971

1971
11/40

Ban slick untuk pertama kalinya dipakai.

1974

1974
12/40

Pola mobil F1 di masa-masa yang akan datang mulai terlihat dan pada dasarnya mengikuti template ini: Kokpit ditambah sayap depan, sayap belakang, sidepod, dan engine cover plus airbox.

1976

1976
13/40

Bukan F1 namanya jika tidak memunculkan ide-ide unik. Tyrrell P36 dengan enam roda berhasil menjuarai GP Swedia 1976.

Foto oleh: LAT Images

1976

1976
14/40

James Hunt di atas McLaren M23 dengan desain airbox ganda.

1977

1977
15/40

Tim pabrikan Renault membawa mesin turbo yang awalnya penuh dengan masalah. Turbo diperbolehkan hingga tahun 1988 tapi tidak selalu semua tim memakainya.

Foto oleh: Renault

1977

1977
16/40

Lotus kembali berinovasi dengan memanfaatkan ground effect. Lotus 78 memanipulasi udara yang bergerak di bawah mobil untuk menambah downforce. Kecepatan menikung semakin meningkat dan lap time semakin terpangkas.

Foto oleh: LAT Images

1981

1981
17/40

McLaren menjadi tim pertama yang memakai monokok serat karbon - bahan esensial untuk mobil F1 masa kini.

Foto oleh: LAT Images

1982

1982
18/40

Karena besarnya downforce yang dihasilkan dari bawah bodi, sayap depan pun sempat tidak dibutuhkan lagi.

Foto oleh: LAT Images

1982

1982
19/40

Tim Brabham menjadi pelopor prosedur pit stop modern di GP Austria dengan mengganti ban dan mengisi ulang bensin di tengah-tengah balapan.

Foto oleh: LAT Images

1985

1985
20/40

Mesin turbo yang diperkirakan sudah mampu melebihi 1.000 daya kuda menjadi pilihan utama. Dengan adanya pembatasan penggunaan bensin, pengaturan turbo boost menjadi krusial. Tidak jarang ditemui mobil-mobil yang kehabisan bensin di fase akhir lomba.

Foto oleh: LAT Images

1988

1988
21/40

Tahun terakhir mesin turbo diperbolehkan sebelum kembali muncul tahun 2014. McLaren MP4/4 yang dikemudikan Ayrton Senna dan Alain Prost menjuarai 15 dari 16 balapan.

Foto oleh: XPB Images

1989

1989
22/40

Bentuk mobil semakin ramping dan aerodinamis sedangkan sayap depan masih menempel pada hidung mobil.

Foto oleh: LAT Images

1990

1990
23/40

Hidung menggantung dengan pylon anhedral Tyrrell 019 menjadi pelopor hidung F1 dengan pylon sayap depan seperti kita kenal sekarang.

Foto oleh: LAT Images

1993

1993
24/40

Bentuk awal bargeboard modern terlihat di McLaren MP4/8 yang dikemudikan Michael Andretti ini.

Foto oleh: LAT Images

1993

1993
25/40

Peranti elektronik dari kontrol traksi, ABS, kontrol traksi, kendali peluncuran, hingga suspensi aktif menjadi fokus perhatian. Alain Prost bersama Williams mendominasi kejuaraan dengan mobil yang jauh lebih kencang tapi Ayrton Senna masih mampu juara grand prix lima kali di atas McLaren, termasuk kemenangan legendaris di Donington Park.

Foto oleh: LAT Images

1994

1994
26/40

Sejumlah alat bantu mengemudi akhirnya dilarang dan mobil semakin sulit untuk dikendalikan. Senna dan Roland Ratzenberger meninggal di Imola sementara Michael Schumacher menjadi juara dunia untuk pertama kalinya dengan Benetton B194 yang kontroversial.

Foto oleh: LAT Images

1996

1996
27/40

Fitur keselamatan semakin diutamakan. Kokpit sudah diperluas dan headrest tinggi dipasang untuk meredam benturan dari samping dipasang.

Foto oleh: LAT Images

1997

1997
28/40

Hidung tinggi menjadi konsensus. Tahun terakhir ban slick sebelum hadir kembali di tahun 2009.

Foto oleh: Sutton Images

1998

1998
29/40

Lebar mobil Formula 1 dikurangi 20 cm menjadi 1,8 meter. Ban dengan alur - tiga di depan dan empat di belakang - diwajibkan FIA untuk mengurangi kecepatan mobil saat menikung.

Foto oleh: Sutton Images

1999

1999
30/40

Ban depan kini memiliki empat alur seperti ban belakang.

Foto oleh: WRI2

2004

2004
31/40

Perangkat aerodinamika bertebaran di mana-mana. Tahun ini menjadi penutup "era mobil kencang" di mana mayoritas rekor lap sempat dicetak.

Foto oleh: Shell Motorsport

2006

2006
32/40

F1 beralih ke mesin V8 2,4 liter dan berbagai cara dilakukan untuk memanfaatkan aliran udara.

Foto oleh: XPB Images

2008

2008
33/40

Tahun terakhir di mana penampilan mobil F1 dipenuhi oleh tambahan-tambahan kecil perangkat aerodinamika.

Foto oleh: XPB Images

2009

2009
34/40

Era baru, tampilan baru. Sayap depan menjadi lebih lebar daripada sayap belakang. Kinetic Energy Recovery System diperkenalkan dan ban slick kembali digunakan.

Foto oleh: XPB Images

2012

2012
35/40

FIA membuat regulasi baru yang bertujuan untuk menambah tingkat keselamatan, salah satunya dengan mengubah dimensi hidung. Hasilnya? Tim-tim terpaksa membuat hidung bertangga. Setahun sebelumnya, FIA mengimplementasikan Drag Reduction System yang dapat mengubah kemiringan sayap belakang untuk mengurangi hambatan angin sehingga menambah kecepatan mobil di trek lurus.

2014

2014
36/40

Era turbo kedua dimulai dengan teknologi hybrid - mesin V6 turbo 1,6 liter digabungkan dua motor generator unit. Di tahun ini, hidung berpenampilan aneh masih muncul. Lihat saja Caterham CT05 ini.

Foto oleh: XPB Images

2014

2014
37/40

Sementara tim-tim lain memiliki bagian hidung mobil yang memanjang atau berbentuk pendek seperti Ferrari dan Mercedes, Lotus memiliki ide lain.

Foto oleh: XPB Images

2016

2016
38/40

Barisan mobil F1 musim lalu. Tampak beberapa tim masih memiliki semacam benjolan di ujung hidung mobil yang tidak enak dilihat.

Foto oleh: Mercedes AMG

2016

2016
39/40

Indonesia patut berbangga karena telah menjadi bagian dari sejarah panjang Kejuaraan Dunia Formula 1, ajang balap mobil paling bergengsi di muka bumi. Tampak di sini mobil Manor Racing MRT05 yang dikemudikan oleh Rio Haryanto.

Foto oleh: XPB Images

2017

2017
40/40

Lebih besar dan lebih kencang. Mobil F1 2017 diharapkan akan semakin menantang kemampuan mengemudi pembalap.

Foto oleh: XPB Images
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tipe artikel Special feature