GALERI: Kilas balik 13 momen terburuk Ferrari di F1

Galeri momen-momen terburuk pernah dialami Ferrari sejak ikut F1 dari tahun 1950

Kejadiaan naas memimpa Vettel dan Raikkonen di GP Singapura kemarin bukanlah satu-satunya momen buruk dalam sejarah Ferrari di F1. Sebagai tim paling makan asam garam di arena F1, tentu banyak kejadian manis dan pahit pernah dialami Scuderia Ferrari.

Berikut kami hadirkan 13 momen terburuk, termasuk paling sial pernah dialami Ferrari sepanjang keikutsertaannya di F1 mulai 1950

GP Jepang 1998: Mimpi buruk Schumacher

GP Jepang 1998: Mimpi buruk Schumacher
1/13

Dengan hanya berselisih empat angka, seri terakhir musim 1998 di Jepang akan menjadi penentu perebutan gelar antara Michael Schumacher dan Mika Hakkinen (McLaren). Mimpi buruk Schumacher dimulai saat start ketika mesinnya mati, sehingga harus start dari paling belakang. Schumacher berjuang, hingga akhirnya tertahan di P7. Sampai akhirnya, gagal menyelesaikan lomba akibat melindas puing bekas kecelakaan dialami Esteban Tuero.

Foto oleh: Sutton Images

GP Austria 2016: Ban Vettel meledak

GP Austria 2016: Ban Vettel meledak
2/13

Walau diperkuat Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, Ferrari gagal memenangkan satu pun GP pada musim 2016. Salah satu peluang emas terjadi di GP Austria, namun sirna akibat Vettel mengalami pecah ban dan menabrak pembatas pada lap 27. Vettel mengakhiri musim P4, sementara Kimi di P6 klasemen pembalap.

GP Jepang 1990: Tabrakan Prost – Senna

GP Jepang 1990: Tabrakan Prost – Senna
3/13

Hadirnya Alain Prost ke kubu Ferrari memberikan kesempatan bagi Kuda Jingrak untuk menantang Ayrton Senna dalam perebutan gelar juara dunia 1990, hingga ke seri nomor dua terakhir GP Jepang. Start bersebelahan, Senna langsung “mendorong” Prost ke luar arena pada tikungan pertama. Mengulangi insiden serupa terjadi sebelumnya di tempat sama. Senna pun juara dunia.

GP Eropa 1997: Tabrakan Schumacher – Villeneuve

GP Eropa 1997: Tabrakan Schumacher – Villeneuve
4/13

Hadirnya Michael Schumacher memberikan Ferrari kesempatan merebut gelar juara dunia 1997. Pada pertarungan di seri terakhir GP Eropa, Jacques Villeneuve berhasil melewati Schumacher pada lap 48. Kaget dan sadar peluangnya sirna, Schumacher langsung menghalangi dan menabrak Villeneuve. Schumacher masuk gravel, sementara Villeneuve meneruskan lomba dan finis P3. Atas tindakannya, Schumacher didiskualifikasi dari seluruh musim 1997.

Foto oleh: LAT Images

GP Austria 2002: Team order nan memalukan

GP Austria 2002: Team order nan memalukan
5/13

Guna memaksimalkan peluang Michael Schumacher juara dunia, Ferrari menerapkan strategi team order di GP Austria 2002. Pada putaran terakhir, Ferrari memerintahkan Rubens Barrichello untuk menyerahkan pimpinan lomba ke Michael. Rubens menurut. Dan apa terjadi selanjutnya di podium merupakan momen paling memalukan dalam sejarah F1. Kedua pembalap terlihat tidak nyaman. Ditengah-tengah cemoohan penonton, pemenang Michael justru berdiri di posisi podium kedua dan menyerahkan trofi ke Rubens. Ferrari didenda 1 juta dollar atas insiden memalukan ini.

GP Italia 1995: Insiden ajaib Berger – Alesi

GP Italia 1995: Insiden ajaib Berger – Alesi
6/13

Insiden melibatkan favorit Damon Hill dan Michael Schumacher memberikan kesempatan bagi duo Ferrari Jean Alesi dan Gerhard Berger menempati P1 dan P2. Mendadak, kamera dari Ferrari 412T2 Alesi terlempar dan mengenai mobil Berger hingga merusak suspensi. Pembalap Austria ini pun berhenti dari lomba. Alesi terus memimpin, sampai muncul masalah pada roda tujuh putaran menjelang finis. Kedua Ferrari pun gagal menyelesaikan lomba di kandangnya sendiri.

Foto oleh: LAT Images

GP Hungaria 2009: Massa terkena pecahan suspensi

GP Hungaria 2009: Massa terkena pecahan suspensi
7/13

Satu lagi musim tidak begitu menggembirakan bagi Ferrari. Setelah nyaris merebut juara dunia 2008, Felipe Massa mengalami insiden naas saat kualifikasi GP Hungaria. Ia terkena serpihan per terlepas dari suspensi belakang Brawn BGP 001 dikemudikan Rubens Barrichello. Massa absen sepanjang musim, untuk kemudian digantikan Luca Badoer dan Giancarlo Fisichela. Satu-satunya kemenangan dibukukan Kimi Raikkonen di GP Belgia.

Foto oleh: XPB Images

GP Kanada 1980: Scheckter tidak lolos kualifikasi

GP Kanada 1980: Scheckter tidak lolos kualifikasi
8/13

Walau menjadi juara dunia tahun sebelumnya, Ferrari memasuki musim 1980 dengan model 312 T5 yang mengusung teknologi uzur, disaat rival-rivalnya sudah memasuki era turbo. Alhasil, duo Jody Scheckter dan Gilles Villeneuve nyaris tak berkutik sepanjang musim. Paling parah di GP Kanada ketika Scheckter gagal lolos babak kualifikasi. Sungguh momen jarang, ketika ada juara bertahan tidak lolos kualifikasi. Scheckter hanya mampu mendulang dua angka sepanjang 1980 dan pensiun akhir musim.

GP Belgia 1982: Tewasnya Gilles Villeneuve

GP Belgia 1982: Tewasnya Gilles Villeneuve
9/13

Diperkuat duet Gilles Villeneuve – Didier Pironi, Ferrari datang ke musim 1982 sebagai salah satu penantang terkuat. Pada babak kualifikasi GP Belgia, Villeneuve menabrak Jochen Mass (March-Ford) hingga terbang dengan kecepatan 200 km/jam sebelum jatuh dan hancur lebur. Villeneuve terlempar sejauh 50 m hingga menabrak pagar. Ayah Jacques Villeneuve dinyatakan tewas pada malam harinya. Ferrari menarik mundur keikutsertaannya dari GP Belgia. Akan tetapi, bukan cuma itu bencana dialami Ferrari di musim 1982 ….

Foto oleh: Rainer Nyberg

GP Jerman 1982: Kecelakaan menimpa Didier Pironi

GP Jerman 1982: Kecelakaan menimpa Didier Pironi
10/13

….. karena pada GP Jerman 1982 insiden serupa dialami Villeneuve menimpa Didier Pironi. Merupakan kandidat kuat hingga seri tersebut, Pironi memimpin klasemen dengan keunggulan 9 angka atas John Watson. Sebelumnya Pironi telah menang di San Marino (foto) dan Zandvoort. Di Jerman, Pironi menabrak bagian belakang Renault dikemudikan Alain Prost. Walau selamat, patahnya tulang pada beberapa bagian kaki membuat Pironi tidak lagi sanggup berlaga di F1. Akibat absen di sisa empat seri, Pironi harus merelakan gelar juara dunia direbut Keke Rosberg hanya dengan selisih lima angka.

Foto oleh: LAT Images

GP Eropa 1999: Mana ban Irvine?

GP Eropa 1999: Mana ban Irvine?
11/13

Eddie Irvine mendadak menjadi pembalap andalan Ferrari untuk 1999 menyusul cedera dialami Michael Schumacher di GP Inggris. Salah satu momen terlucu dalam sejarah F1 terjadi ketika Irvine masuk pit pada GP Eropa 1997. Entah bagaimana, Ferrari F399 (foto) dikendarai Irvine harus menghabiskan waktu 48 detik akibat ban yang disiapkan untuknya ternyata tidak lengkap, hanya ada tiga. Irvine akhirnya finis posisi P7. Di akhir musim, Irvine hanya kalah tipis dari Mika Hakkinen.

Foto oleh: Sutton Images

GP Monako 1967: Kematian Lorenzo Bandini

GP Monako 1967: Kematian Lorenzo Bandini
12/13

Tahun 1967 bisa disebut salah satu tahun tersial Ferrari. Diawali dengan kecelakaan menimpa Lorenzo Bandini di GP Monako. Bandini tengah mengejar McLaren dikemudikan Denny Hulme. Ferrari 312 dikemudikan Bandini kehilangan kendali, menabrak pinggiran dalam keadaan terbalik dan terbakar. Kondisi diperburuk oleh helikopter media terbang rendah, menyulitkan proses pemadaman api. Bandini meninggal dunia akibat luka bakar. Kesialan lain di tahun itu adalah kecelakaan menimpla Mike Parkes di GP Belgia, sehingga mengakhiri karirnya. Ditutup dengan pensiun dininya Ludovico Scarfiotti.

Foto oleh: LAT Images

GP Jerman 1976: Kecelakaan hebat Niki Lauda

GP Jerman 1976: Kecelakaan hebat Niki Lauda
13/13

Sesaat sebelum diselenggarakan GP, Niki Lauda yang merupakan pemimpin klasemen meminta agar balap dibatalkan atas alasan keselamatan, apalagi dengan adanya ramalan akan turun hujan. Pembalap lain menolak, hingga balap terus diselenggarakan. Hujan benar turun dan sempat terjadi kericuhan pergantian ban pada awal lomba. Pada putaran kedua, Lauda yang berusaha mengejar ketinggalannya melintir dan menabrak pagar hingga terbakar di tengah trek. Untuk kemudian ditabrak oleh Harald Ertl dan Brett lunger. Kedua pembalap berhenti dan langsung menolong Lauda, ditemani Guy Edwards dan Arturo Merzario. Lauda terbakar selama beberapa saat sebelum bisa dikeluarkan dan diterbangkan ke rumah sakit.

Foto oleh: Uncredited
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tim Ferrari
Tipe artikel Top List