GALERI: Ragam open wheel di seluruh dunia

Dari Formula 4, hingga Formula 1 dan IndyCar, sampai Super Formula di Jepang. Inilah ragam jenis balap open wheel saat ini diselenggarakan di seluruh dunia.

Siapa tak kenal Formula 1, pusat semesta dari seluruh kegiatan balap dunia.

Untuk menuju F1, tentunya pembalap harus “digembleng” terlebih dahulu di arena penggodokan. Untuk itulah hadir kategori-kategori dibawah F1, mulai dari F2, F3, hingga F4. Dengan stilah Formula dijadikan rujukan untuk open wheel sejak FIA membangkitkan kembali balap Grand Prix pasca Perang Dunia II. 

Belakangan, jalan menuju F1 tidak lagi melulu dilakukan hanya dengan satu jalur. Karena, banyak kejuaraan formula alternatif dengan tingkat kompetisi dan gengsi tak kalah “formula bernomor”.

Juga ada jalur berbeda bagi pembalap di Amerika, disebut dengan Road to Indy.

Belakangan, kategori formula bertambah marak dengan hadirnya Formula E dengan “powertrain masa depan” motor listrik.

Inilah dia ragam kejuaraan open wheel di seluruh dunia.

Formula 4 (F4)

Formula 4 (F4)
1/15

F4 adalah “gerbang” untuk memasuki dunia open wheel. Merupakan kategori dikhususkan bagi pembalap muda, dengan penyelenggaraan diserahkan kepada masing-masing region. Regulasinya sangat ketat, bahkan South East Asia F4 Championship memiliki konsep one make, one team, one cost, one data dan one dream. Pembalap Indonesia yang ikut F4 SEA musim pertama adalah Presley Martono, Kezia Santoso, dan Keanon Santoso

Foto oleh: Formula 4 SEA

GP3 Series

GP3 Series
2/15

Serupa tak sama dengan F3. Awalnya, GP3 merupakan seri pendukung kejuaraan GP2 (kini F2). Seri diselenggarakan sebagai balap pendukung ronde F1 dan GP2 di Eropa. Memberikan pembalap pemula atmosfer GP sesungguhnya. Dengan digantinya nama GP2 menjadi F2 dan berakhirnya kontrak GP3 akhir 2018, dikabarkan FIA akan menggabungkan GP3 dengan kejuaraan F3 Eropa.

Formula 3 (F3)

Formula 3 (F3)
3/15

Sekarang setidaknya ada 9 kejuaraan F3 yang aktif di seluruh dunia. Dan disebut-sebut sebagai lompatan penting menuju F1. Sukses di sini, bisa dibilang peluang menuju F2 dan test driver F1 terbuka lebar. Pasar sasis F3 modern didominasi Dallara (F312) dengan pilihan mesin dari Mugen, HWA-Mercedes, hingga Volkswagen. Dalam struktur superlicense terkini FIA, F3 menempati urutan poin tertinggi kedua setelah F2, GP2 dan IndyCar. Dalam waktu dekat, FIA akan memperkenalkan F3 Internasional (sebagai pengganti F3) dan F3 Regional.

Foto oleh: FIA F3 / Suer

Formula 2

Formula 2
4/15

Nama F2 baru dipakai per tahun ini guna menggantikan GP2 yang dulunya lagi bernama F3000. F2 merupakan arena penggodokan pembalap sebelum memasuki F1. Guna mengendalikan biaya, semua tim menggunakan sasis, mesin dan ban dari produsen sama. Banyak pembalap F1 saat ini seperti Lewis Hamilton, Romain Grosjean, hingga Nico Hulkenberg merupakan lulusan GP2.

Foto oleh: FIA Formula 2

Formula 1

Formula 1
5/15

Inilah tujuan akhir dan impian setiap pembalap muda saat memulai karir di F4 atau F3. Mulai diselenggarakan sejak 1950 tanpa henti. Menjadi juara di sini, berarti Anda merupakan pembalap terbaik di dunia. Sejak 2014 F1 mewajibkan penggunaan powertrain hybrid.

USF2000

USF2000
6/15

Mari beralih ke Negeri Paman Sam. USF2000 adalah ekuivalensi dari F4 dan jenjang pertama pembalap AS yang ingin terjun ke IndyCar. Mulai 2017, sasis dirancang oleh Tatuus dan diberi nama USF-17. Merupakan pengembangan dari sasis Tatuus F4-1014.

Foto oleh: Art Fleischmann

Formula Mazda

Formula Mazda
7/15

Jenjang kedua setelah F2000. Digunakan untuk Pro Mazda Championship. Saat ini menggunakan sasis PM-18, pengembangan dari USF-17 dan diberi mesin Renesis 1.300 cc rotari.

Indy Lights

Indy Lights
8/15

Jika F1 punya F2, maka IndyCar memiliki Indy Lights. Sejak 2015 menggunakan sasis Dallara IL-15 diberi mesin Mazda-AER 2.000 cc 4 silinder.

IndyCar

IndyCar
9/15

Puncak kejuaraan open wheel di Amerika. Perang terbesar terjadi ketika CART dan IRL berselisih di tengah tahun 1990an dan membuat popularitas kedua kejuaraan tersebut menurun, bahkan setelah merger Champ Car World Series (penerus CART) dengan IRL pada 2008. Berbeda dengan masa-masa sebelumnya, saat ini IndyCar telah berubah menjadi seri-spek dengan hanya diperbolehkannya penyuplai sasis tunggal Dallara (DW12). Pilihan mesin tersedia, Honda atau Chevrolet. Dengan setelan trek oval, top speed IndyCar dengan mudah melampaui F1.

Super Formula

Super Formula
10/15

Kejuaraan utama open wheel di Jepang. Berawal dari Formula 2000 pada 1973, lantas berubah mengadopsi F3000 pada 1987. Sejak 2014 memiliki regulasi tersendiri dengan sasis dasar Dallara SF14 diberi mesin Super GT dari Honda dan Toyota. Performa mobilnya hampir setara atau bahkan sedikit di atas F2.

Foto oleh: Takahiro Masuda

Formula Renault

Formula Renault
11/15

Mulai diselenggarakan sejak 1971, Formula Renault adalah salah satu seri tempat pembalap belajar open wheel sebelum masuk ke F3, atau Formula V8 3.5, bahkan F2 sekali pun. Terdapat sejumlah kejuaraan regional atau nasional di seluruh dunia, seperti Northern European Cup yang diikuti semusim penuh tahun ini oleh Presley.

Foto oleh: DPPI

Formula V8 3.5

Formula V8 3.5
12/15

Merupakan formula dipakai di World Series Formula V8 3.5, dahulu bernama kejuaraan Formula Renault 3.5 Series. Sejak 2012 menggunakan sasis Dallara T12 dengan mesin 3.400 cc V8 dikembangkan oleh Zytec. Juga dilengkapi DRS seperti terdapat di F1.

Formula E

Formula E
13/15

Balap formula bertenaga listrik pertama di dunia. Diluncurkan tahu 2012 dengan kejuaraan perdana diselenggarakan pada musim 2014-15. Tren elektrifikasi telah membuat Formula E diserbu pabrikan besar. Diawali Mahindra, Renault dan Jaguar, serta belakangan Audi. Akan segera disusul Porsche dan Mercedes-Benz.

Foto oleh: Olivier Delorme

Super5000

Super5000
14/15

Inilah kategori terkini open wheel baru diluncurkan. Digagas oleh penyelenggara Australian Touring Car Championship. Penampilannya retro, mengingatkan akan kategori Formula 5000 sudah punah. Mesin menggunakan unit V8 digunakan mobil-mobil berlaga di Supercars.

Foto oleh: V8 Supercars

Formula Masters Asian Series

Formula Masters Asian Series
15/15

Adalah sarana pengembangan talenta balap masa depan Asia. Sebelum nantinya bergabung ke kejuaraan GT, atau GP3 dan FIA F3. Konsep one-make dengan penggunaan sasis Tatuus FA010 bermesin 2.000 cc 180 dk.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1 , F3 , FIA F2 , IndyCar , Super Formula , Formula 4 SEA
Tipe artikel Top List