GALERI: Sejarah 40 tahun mesin Renault di F1

Menyambut babak baru McLaren-Renault, berikut kilas balik sejarah mesin-mesin Renault pernah berlaga di F1 sejak tampil di F1 perdana tahun 1977.

Diresmikannya kolaborasi McLaren dengan Renault membuka babak baru aksi pabrikan Prancis di F1 sejak terjun perdana 40 tahun silam. Berawal dari tim pabrikan, Renault justru mencatat puncak kejayaan saat bersama Williams pada dekade 1990-an.

Dengan tim pabrikan baru meraih gelar juara perdana pada 2005, setelah nyaris menggapainya 22 tahun sebelumnya.

Menyambut kerjasama bersejarah ini, mari simak perjalanan mesin-mesin Renault di F1 sejak 1977. Patut dicatat hanya mesin berlogo Renault masuk galeri ini. Tidak termasuk produk turunan seperti unit Mecachrome dan Playlife digunakan Williams dan Benetton. Atau diganti namanya seperti dilakukan Red Bull dan Toro Rosso saat ini.

1977 – 1985: Équipe Renault Elf

1977 – 1985: Équipe Renault Elf
1/17

Renault F1 memulai debut pada GP Prancis 1977. Baru berhasil memenangkan GP perdana pada 1979, menjadi mobil turbo pertama memenangkan F1. Puncak prestasi Renault F1 terjadi pada musim 1983 ketika Alain Prost nyaris menjadi juara dunia hanya berselisih dua angka dari Nelson Piquet (Brabham BMW).

Foto oleh: LAT Images

1983 – 1986: Team Lotus

1983 – 1986: Team Lotus
2/17

Tahun 1983 Renault memulai program suplai mesin. Diawali ke Team Lotus. Tahun 1984 Elio de Angelis menempati P3 pembalap. Ayrton Senna mempersembahkan kemenangan perdana di GP Portugal 1985. Prestasi justru lebih baik dari tim pabrikan

Foto oleh: LAT Images

1984 – 1986: Ligier

1984 – 1986: Ligier
3/17

Berkat dukungan Francois Miterrand, Ligier mendapatkan mesin turbo gratis dari Renault pada 1985. Cukup kompetitif dengan keberhasilan empat kali meraih podium ketiga. Prestasi terbaik konstruktor, P5 pada 1986.

1985 – 1986: Tyrrell

1985 – 1986: Tyrrell
4/17

Tyrrell ikut menjadi pelanggan Renault pada 1985. Prestasi tidak begitu baik dengan prestasi terbaik berupa P4 diraih Ivan Capelli di GP Australia 1985 dan Martin Brundle di tempat sama tahun berikutnya.

Foto oleh: LAT Images

1989 – 1997: Williams

1989 – 1997: Williams
5/17

Kembalinya Renault sebagai pemasok mesin. Kemenangan perdana diraih Thierry Boutsen di GP Kanada 1989. Menjadi penguasa F1 era itu dengan menempatkan Nigel Mansell (1992), Alain Prost (1993), Damon Hill (1996) dan Jacques Villeneuve (1997) sebagai juara dunia.

Foto oleh: LAT Images

1992 – 1994: Ligier

1992 – 1994: Ligier
6/17

Pada babak kedua kolaborasi ini, Ligier juga berhasil finish podium ketiga sebanyak empat kali. Dengan posisi konstruktor kelima pada 1993.

Foto oleh: Sutton Images

1995 – 1997: Benetton

1995 – 1997: Benetton
7/17

Michael Schumacher meraih gelar juara dunia keduanya bersama mesin Renault pada 1995. Usai ditinggal Schumi, prestasi menurun dengan hanya Gerhard Berger mempersembahkan kemenangan di GP Hungaria 1997. Sekali juara konstruktor dan dua kali posisi 3. Di akhir musim Renault mundur.

Foto oleh: LAT Images

2001: Benetton

2001: Benetton
8/17

Setelah beberapa tahun menggunakan mesin Playlife berbasis unit Renault, nama pabrikan Prancis kembali sebagai penyuplai resmi mesin bersama Benetton pada 2001. Prestasi tidak begitu baik, dengan Giancarlo Fisichela finish P3 di GP Belgia. Hanya menempati P7 konstruktor dengan 10 angka.

Foto oleh: Sutton Images

2002 – 2010: Renault F1 Team

2002 – 2010: Renault F1 Team
9/17

Tahun 2000 Renault membeli saham tim Benetton. Mengganti nama tim menjadi Renault F1 tim. Kemenangan pertama diraih 2003. Renault akhirnya berhasil menjadi juara dunia sebagai tim seutuhnya pada 2005 – 2006 melalui pembalap Fernando Alonso. Menjadi tim Prancis kedua menjadi juara dunia F1.

Foto oleh: Eric Gilbert

2007 – 2015: Red Bull

2007 – 2015: Red Bull
10/17

Bersama Renault, Red Bull menjelma dari tim papan tengah menjadi penguasa F1. Tahun 2010 Sebastian Vettel menjadi juara dunia ke-9 Renault. Diikuti tiga gelar berikutnya secara berturut-turut hingga 2013. Prestasi meredup seiring F1 memasuki era powertrain hybrid. Kolaborasi ini membuahkan 52 kemenangan, 58 pole position, serta empat gelar juara dunia belap dan konstruktor.

Foto oleh: XPB Images

2011 - 2014: Lotus Renault GP / Lotus F1

2011 - 2014: Lotus Renault GP / Lotus F1
11/17

Akhir 2010 menjual saham ke Genni Capital dan Lotus Cars sehingga nama tim berganti menjadi Lotus Renault GP. Lantas berganti lagi menjadi Lotus F1 pada 2012. Diperkuat Kimi Raikkonen, Lotus F1 berhasil memenangkan dua GP di Abu Dhabi 2012 dan Australia 2013.

Foto oleh: XPB Images

2011: Team Lotus

2011: Team Lotus
12/17

Kontras dengan Lotus F1, prestasi Team Lotus dimiliki pengusaha Malaysia tidak berhasil mendulang satu pun angka pada musim kompetisi 2011. Meski diperkuat Heikki Kovalainen dan Jarno Trulli. Pada akhir musim nama tim berganti menjadi Caterham F1….

Foto oleh: XPB Images

2012 – 2014: Caterham

2012 – 2014: Caterham
13/17

…. dengan prestasi tidak lebih baik. Sepanjang keikutsertaannya selama tiga tahun tidak berhasil mencetak satu angka pun. Tim bubar jalan pada akhir 2014.

Foto oleh: XPB Images

2012 – 2013: Williams

2012 – 2013: Williams
14/17

Williams melakukan reuni dengan Renault pada 2012. Pastor Maldonado berhasil memenangkan GP Spanyol 2012, kemenangan pertama Williams sejak 2004. Williams menempati P8 konstruktor pada 2012 dan P10 tahun berikutnya.

Foto oleh: XPB Images

2014 – 2015: Toro Rosso

2014 – 2015: Toro Rosso
15/17

Tim satelit Red Bull mulai menggunakan power unit hybrid Renault pada 2014. Menempati posisi ketujuh konstruktor sepanjang 2014 – 2015. Sama sekali tidak menempati podium.

Foto oleh: XPB Images

Mulai 2016: Renault Sport Formula One Team

Mulai 2016: Renault Sport Formula One Team
16/17

Tim pabrikan Renault kembali ke arena F1 dengan “buy back” saham Lotus F1 Team. Diperkuat Kevin Magnussen dan Jolyon Palmer, aksi kembalinya Renault sebagai tim pabrikan untuk ketiga kalinya pun tidak terlalu menggembirakan. Hanya meraih 8 angka dan menempati tempat ke-9 pada musim perdananya.

2018: McLaren

2018: McLaren
17/17

Sebagai konklusi “sinetron” mesin, akhirnya Renault setuju menyuplai mesin kepada McLaren. Belum jelas apakah akan menggunakan brand Renault, atau diganti seperti pada Red Bull dan Toro Rosso saat ini.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tim Renault F1 Team , Williams , Red Bull Racing , Benetton
Tipe artikel Special feature