Pierre Gasly: Sirkuit Jeddah Hadirkan Tantangan Sekaligus Peluang

F1 akan menyambangi Sirkuit Corniche Jeddah di Arab Saudi untuk pertama kali pada akhir pekan ini. Pilot AlphaTauri Pierre Gasly menyebut trek anyar itu akan terlihat mengesankan dari kokpit, tetapi pada saat yang sama menjadi tantangan bagi para pembalap.

Pierre Gasly: Sirkuit Jeddah Hadirkan Tantangan Sekaligus Peluang

Grand Prix (GP) Arab Saudi, yang akan berlangsung di Sirkuir Corniche Jeddah, menjadi event baru kedua beruntun bagi Formula 1(F1), setelah sebelumnya diadakan di Qatar, Sirkuit Internasional Losail.

Balapan GP Qatar tidak berakhir terlalu bagus untuk AlphaTauri, setelah Pierre Gasly dan Yuki Tsunoda lolos ke kualifikasi ketiga (Q3) dengan baik, namun akhirnya gagal mencetak poin dalam perlombaan.

Dalam preview-nya menjelang gelaran bersejarah Formula 1 di Arab Saudi, Gasly mengungkapkan bahwa banyak hal yang harus diperbaiki AlphaTauri di Sirkuit Corniche Jeddah yang 100 persen baru.

Seperti Losail, trek jalan raya di Jeddah adalah teritori asing bagi semua orang. Namun dari gambar pertama, tampaknya sirkuit ini punya karakter cepat. Tes di simulator juga telah mengonfirmasi bahwa lintasan akan menjadi tantangan.

Baca Juga:

“Berdasarkan apa yang saya lihat di simulator, sirkuit di Jeddah telihat sangat cepat dengan banyak high speed corner, beberapa di antaranya buta. Dalam hal mengemudi, saya pikir itu akan sangat rumit dan di atas itu ada tantangan ekstra dari aspal yang benar-benar baru,” kata pembalap Prancis tersebut.

“Tidak ada mobil yang pernah balapan di atasnya sebelumnya, tidak ada rubber dan mungkin juga ada oli yang keluar, yang normal untuk trek baru. Jadi kami melihat sirkuit jalanan dengan grip yang relatif kecil. Itu tantangan baru, karena tidak ada yang punya data dari sirkuit.”

Selain itu, jarak tembok pembatas dengan lintasannya sangat dekat dan itu membuatnya menjadi lebih mudah. “Dari kokpit, itu akan tampak impresif sekaligus menghadirkan tantangan besar. Untuk itu, kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin,” Gasly menambahkan.

Sementara itu, sebagai debutan di F1 musim ini, rekan setim Gasly, Yuki Tsunoda secara reguler membalap di trek yang baru baginya. Ia sering dirugikan dibandingkan pembalap lain yang sudah tahu sirkuit. Namun, itu tidak berlaku di Arab Saudi.

Pierre Gasly, AlphaTauri, Yuki Tsunoda, AlphaTauri

Pierre Gasly, AlphaTauri, Yuki Tsunoda, AlphaTauri

Foto oleh: Red Bull Content Pool

“Ini trek yang sangat cepat dan itu berarti kepercayaan diri di mobil akan menjadi faktor penting karena jalur run-off tidak terlalu besar,” tutur pembalap kebangsaan Jepang tersebut.

“Penting bagi saya untuk meningkatkan kecepatan dengan baik selama sesi latihan bebas. Setidaknya saya berada dalam situasi yang sama dengan pembalap lain, karena sirkuitnya benar-benar baru untuk semua orang, sama seperti Qatar.”

Dalam GP Qatar, AlphaTauri dapat pukulan telak dalam perebutan tempat kelima konstruktor. Pesaing mereka, Alpine sukses meraih 25 poin, sementara tim asal Italia tersebut gagal mencetak angka. Namun, Gasly mendapatkan kepercayaan diri di Losail.

“Kami menunjukkan di Qatar bahwa kami dapat beradaptasi cukup cepat dengan trek baru, karena kami berada di depan sejak awal pada Jumat,” pilot 25 tahun itu mengatakan.

“Akan tetapi, kami harus bekerja keras untuk menjadi lebih cepat di lap dan jarak yang jauh, jadi kami harus menemukan kompromi yang tepat antara Sabtu dan Minggu.”

*Artikel ini dibuat oleh M. Fadhil Pramudya P yang sedang menjalani magang.

 

dibagikan
komentar
Penggemar F1 Akan Kecewa jika Hamilton atau Verstappen Crash
Artikel sebelumnya

Penggemar F1 Akan Kecewa jika Hamilton atau Verstappen Crash

Artikel berikutnya

Sebastian Vettel Bongkar Lagi Kelemahan Mobil F1 Aston Martin

Sebastian Vettel Bongkar Lagi Kelemahan Mobil F1 Aston Martin
Muat komentar