Gasly Tak Dapat Kesempatan Berkembang di Red Bull

Pembalap AlphaTauri, Pierre Gasly, mengungkapkan apa yang terjadi sebenarnya di balik kegagalan bersama Red Bull pada paruh pertama Formula 1 2019.

Gasly Tak Dapat Kesempatan Berkembang di Red Bull

Dalam tulisan yang berjudul You Want to Know the Real Pierre, ia meluapkan seluruh keluh kesah selama menjadi pembalap Formula 1. Gasly juga mengungkapkan sebuah kebenaran tentang situasinya bersama Red Bull.

Seperti diketahui, ia tak bertahan lama di Red Bull. Pilot Prancis itu hanya menjadi rekan setim Max Verstappen selama separuh musim sebelum posisinya diganti oleh Alex Albon pada jeda musim panas.

Red Bull Racing selalu mengatakan bahwa Gasly belum siap berada di tim mereka karena tekanan yang besar dan kesulitan untuk menyamai level Verstappen.

Namun, Gasly mengatakan Red Bull tak percaya lagi kepadanya usai insiden besar saat tes pramusim di Barcelona, pada 2019 lalu. Pembalap itu juga mengklaim dirinya tak mendapat dukungan penuh dari tim.

Pierre Gasly menjelaskan betapa buruknya situasi di Red Bull saat itu. Ia kesulitan adaptasi dengan RB15. Ditambah media yang terus memberi tekanan dan lingkungan kerja di Red Bull yang dinilai diskriminatif.

Gasly mengungkapkan dirinya diperlakukan berbeda oleh Red Bull dan setiap solusi yang diberikannya kerap tak didengar atau membutuhkan butuh waktu cukup lama untuk direspons tim.

“Saya memulai musim 2019 bersama Red Bull. Saya melakoni debut di F1 bersama Toro Rosso pada 2019. Bersama Red Bull, menjadi kesempatan pertama saya memperkuat tim besar dan membuktikan kepada banyak orang apa yang bisa saya lakukan di salah satu mobil terbaik di dunia,” kata Gasly kepada The Players Tribune.

“Setelah musim yang sangat bagus bersama Toro Rosso pada 2018, saya mendapat panggilan dari Helmut Marko untuk memberi tahu bahwa mereka menginginkan saya di Red Bull.

“Mereka memiliki begitu banyak kemenangan, dan Sebastian Vettel adalah inspirasi saya sejak kecil. Saya tahu ingin menjadi seorang pembalap sepertinya suatu hari nanti. Jadi, mimpi saya terwujud, dan saya sangat senang pada saat itu.”

Baca Juga:

Semuanya dimulai ketika Pierre Gasly gagal mengendalikan RB15 sehingga mengalami kecelakaan besar di tes pramusim. Sejak saat itu, orang-orang di dalam tim seperti mengabaikannya dan tutup kuping darinya.

“Ketika saya melakukan kesalahan pertama di dalam mobil, saya merasa orang-orang mulai menyerang saya. Sejak insiden itu, saya tidak pernah benar-benar menjalani musim dengan baik. Kemudian saya juga diserang media ketika dua balapan awal bersama Red Bull tak berjalan baik,” tutur Gasly.

“Apa pun yang saya katakan di media, dipelintir untuk dijadikan alasan menyerang saya, dan tidak ada yang benar-benar membela saya saat itu. Mobil tidak begitu baik, dan saya melakukan yang terbaik untuk berkembang dan terus belajar.

“Tapi seperti yang saya katakan, saat itu sangat sulit bagi saya di Red Bull karena saya tidak benar-benar merasakan adanya dukungan dan perlakukan yang sama seperti pembalap lain.

“Saya tidak bisa menerimanya. Saya bekerja keras setiap hari, berusaha untuk mendapat hasil bagus, tapi tak mendapatkan paket yang dibutuhkan. Saya berusaha menawarkan solusi, tapi suara saya tak didengar atau butuh waktu lama untuk melihat perubahan.”

Hal tersebut membuat mental Pierre Gasly turun dan ia kesulitan untuk mencapai bentuk terbaiknya lagi.

“Saya tak pernah bisa berpikir jernih di dalam kokpit, semua yang saya lakukan seperti tak bekerja,” Gasly menerangkan.

“Saya bukan tipe orang yang memulai segala hal di media. Saya benar-benar berterima kasih kepada Red Bull atas kesempatan itu, serta atas semua yang telah mereka lakukan untuk karier saya.

“Tapi inilah saya. Saya diizinkan untuk mengatakan yang sesungguhnya. Jadi, itulah fakta sebenarnya.”

dibagikan
komentar
Pembalap F1 Dibebaskan Berlutut di Grid

Artikel sebelumnya

Pembalap F1 Dibebaskan Berlutut di Grid

Artikel berikutnya

Alonso: Saya Sadar Kemenangan Hanya Mimpi

Alonso: Saya Sadar Kemenangan Hanya Mimpi
Muat komentar