Gegara Raikkonen, Red Bull Batal Akuisisi Renault

Kimi Raikkonen ternyata pernah jadi biang gagalnya akuisisi Sauber oleh Red Bull pada 2001. Saat itu, pabrikan minuman Austria ingin mengambil slot Formula 1.

Gegara Raikkonen, Red Bull Batal Akuisisi Renault

Tim Sauber dibentuk oleh Peter Sauber pada 1993 dan bermarkas di Hinwil. Mereka berjibaku mempertahankan posisinya di ajang balap bergengsi itu.

Sepanjang perjalanannya, skuad tersebut sering mendapatkan tawaran kemitraan dari pihak lain. Salah satunya adalah Red Bull, yang sebelumnya hanya jadi sponsor.

Die Roten Bullen tak puas dengan posisi tersebut dan berniat untuk menjadi pemain dalam kompetisi tersebut. Mereka ingin menyerap saham pengendali Sauber dengan syarat bisa memilih pembalapnya sendiri.

Namun, Sauber menolak pilot pilihan Red Bull dan merekrut Kimi Raikkonen, yang lebih berpotensi. Kesepakatan pun kolaps dan mereka berpisah jalan.

Beat Zender, eksekutif Sauber, menceritakan semua dalam podcast Beyond the Grid.

“Selama tahun-tahun tersebut, Red Bull memaksa kami memilih pembalapnya, Enrique Bernoldi, yang menuntaskan Formula 3000 pada 2000,” ucapnya.

“Peter Sauber meminta saya untuk mengamati pembalap itu lebih seksama dan sejujurnya, saya sudah menonton balapan di mana dia berlaga.

Baca Juga:

“Dia ingin masuk ke Formula 1 tanpa memenangi apa pun dalam kategori lebih rendah, jadi kami merekrut Kimi Raikkonen, Itu kenapa kami tidak menjadi sebuah tim dengan nama Red Bull Racing. Saya kira itu adalah rencana awalnya.”

Ternyata, insting Zender dan koleganya sangat tepat. Raikkonen mampu merebut peringkat kesepuluh di tahun debutnya.

Sebaliknya, Bernoldi akhirnya bergabung dengan Arrow musim 2001 dan 2002. Ia bahkan tak mampu menembus 20 besar klasemen akhir, setelah melakoni 28 seri.

Prestasi terbaik pembalap Brasil itu adalah finis urutan kedelapan dalam F1 GP Jerman 2021. Tentu saja, ini tidak seperti harapan Red Bull.

Setelah menunggu empat tahun, Red Bull akhirnya menemukan kendaraan untuk berlaga di F1. Ia membeli saham Jaguar F1 dan membentuk timnya pada 2005.

Red Bull Racing tidak main-main. Tim yang dipimpin Christian Horner memborong empat gelar konstruktor dan lima mahkota juara pembalap.

Rekor kemenangan terbanyak kelima dan peringkat keenam dari sisi gelar pun ditorehkan. Musim ini, mereka masih menjadi penantang kuat titel di dua kategori.

Sementara itu, Sauber melaju di bawah bendera Alfa Romeo mulai 2018. Michael Andretti sempat berusaha mengambil alih tim, namun tidak berhasil.

F1 Rookies, Kimi Raikkonen, Sauber C20, Juan Pablo Montoya, Williams, Fernando Alonso, Minardi and Enrique Bernoldi, Arrows

F1 Rookies, Kimi Raikkonen, Sauber C20, Juan Pablo Montoya, Williams, Fernando Alonso, Minardi and Enrique Bernoldi, Arrows

Foto oleh: Sutton Images

dibagikan
komentar
Sebastian Vettel Dapat Denda Paling Tinggi di F1
Artikel sebelumnya

Sebastian Vettel Dapat Denda Paling Tinggi di F1

Artikel berikutnya

Mick Schumacher Pantas Berada di Tim Lebih Baik

Mick Schumacher Pantas Berada di Tim Lebih Baik