Gerhard Berger Jelaskan Plus-Minus Opsi Red Bull

Mantan pembalap Formula 1 dan pemilik Scuderia Toro Rosso, Gerhard Berger, mengungkapkan plus-minus Red Bull jika memilih Alex Albon atau Sergio Perez.

Gerhard Berger Jelaskan Plus-Minus Opsi Red Bull

Jumat (18/12/2020) besok seharusnya menjadi waktu yang tepat bagi Tim Red Bull Racing Formula 1 untuk menentukan siapa pendamping Max Verstappen untuk Kejuaraan Dunia Formula 1 2020.

Keputusan siapa tandem Verstappen mungkin sudah dibuat oleh Helmut Marko, penasihat Red Bull Racing dan kemungkinan besar memang akan diumumkan Jumat.

Gerhard Berger, mantan pembalap F1 dan pemilik Scuderia Toro Rosso (kini AlphaTauri) pun memberikan penilaian terhadap dua calon kuat pendamping Verstappen, Alex Albon yang musim ini masih di Red Bull dan Sergio Perez, mantan pembalap Tim Racing Point.

Sebelumnya, selain kedua nama tersebut, masih ada Nico Hulkenberg yang kini menjadi pembalap ketiga Racing Point. Namun, belakangan nama pembalap asal Jerman itu kalah santer dibanding Albon dan Perez.

“Kedua nama itu (Albon dan Perez) membuat dada saya berdetak kencang,” kata Berger yang memegang 50 persen saham Toro Rosso pada 2006 sampai 2008 untuk kemudian melepasnya ke Red Bull.

“Albon adalah pembalap muda potensial yang masih butuh kesempatan untuk membuktikan kapasitasnya, masih ingin dilatih untuk menjadi pemenang. Di sisi lain, Perez menunjukkan performa sangat konsisten. Ia cepat dan sudah memenangi satu balapan F1.”

Baca Juga:

Red Bull, menurut Berger, akan butuh banyak poin musim depan dan itu hanya bis adidapat jika memiliki dua pembalap yang selalu berpeluang besar mendapatkan poin.

Berger pun mengingatkan, kemungkinan kebangkitan Scuderia Ferrari serta McLaren yang musim depan akan memakai power unit dari Mercedes. “Sebagai tim elite, Red Bull jelas tidak boleh membuang kesempatan karena bisa saja mereka terlempar di klasemen konstruktor,” tutur Berger.

Berger menambahkan, Red Bull menyukai pembalap yang loyal. Ini ada dalam diri Albon yang melakukan debut F1 bersama Toro Rosso – tim kedua Red Bull – di GP Australia 2019.      

Namun, strategi setiap tim balap adalah merebut poin maksimal dari kedua pembalap di setiap balapan.

“Jika ingin mendapatkan performa maksimal, Anda tidak akan bisa melewatkan (peluang menarik) Perez begitu saja. Saya sudah membayangkan betapa kuatnya kombinasi Verstappen-Perez di lintasan,” ucap Berger.

Namun begitu, jika berada di posisi Helmut Marko sebagai konsultan Red Bull, mantan pembalap yang aktif di F1 pada 1984-1997 dan pernah berseragam ATS, Arrows, Benetton, Ferrari, dan McLaren, tersebut juga mengakui pasti bakal sulit membuat keputusan.

Sergio Perez di atas Racing Point RP20 (kanan) dan Alex Albon dengan Red Bull Racing RB16, kini bersaing memperebutkan satu posisi di Tim Red Bull Racing.

Sergio Perez di atas Racing Point RP20 (kanan) dan Alex Albon dengan Red Bull Racing RB16, kini bersaing memperebutkan satu posisi di Tim Red Bull Racing.

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Di satu sisi, Marko ingin memaksimalkan performa Red Bull. Namun di sisi lain, Albon yang kini baru berusia 24 tahun adalah investasi bagus bagi Red Bull.

Jangan lupakan latar belakang Albon sebagai pemegang paspor Thailand. Albon pasti akan dibantu keluarga Chaleo Yoovidhya, pencipta minuman berenergi Krating Daeng yang lantas dikembangkan Red Bull di Eropa dan dunia.

Namun, sekali lagi Gerhard Berger menegaskan, Red Bull Racing kini memiliki Max Verstappen yang sudah terbukti mampu bersaing merebut gelar juara dunia F1. Verstappen jelas butuh pendamping kuat yang mampu melindunginya saat balapan.

“Tujuan Red Bull sudah jelas, merebut gelar juara dunia pembalap dan konstruktor seperti yang pernah mereka lakukan empat kali beruntun pada 2010-2013,” kata Gerhard Berger yang sejak Maret 2017 menjadi Direktur ITR, penyelenggara balap mobil turing Jerman, Deutsche Tourenwagen Masters (DTM).     

dibagikan
komentar
Mick Schumacher Jangan Dipaksa Ikuti Jejak Michael

Artikel sebelumnya

Mick Schumacher Jangan Dipaksa Ikuti Jejak Michael

Artikel berikutnya

Eks Petinggi Force India Gantikan Domenicali di FIA

Eks Petinggi Force India Gantikan Domenicali di FIA
Muat komentar