Hasil F1 GP Italia: Ricciardo Menang, McLaren 1-2 Pertama Sejak 2010

Daniel Ricciardo berhasil memenangi lomba Formula 1 Grand Prix Italia yang dibumbui drama insiden antara dua pembalap terbaik saat ini.

Hasil F1 GP Italia: Ricciardo Menang, McLaren 1-2 Pertama Sejak 2010

Pada lomba yang berlangsung di Sirkuit Monza, Minggu (12/9/2021) tersebut, Daniel Ricciardo berhasil menang pada lomba berdurasi 53 lap tersebut dengan unggul 1,747 detik atas rekan setimnya di McLaren, Lando Norris.

Bagi Ricciardo, inilah kemenangan kedelapan sepanjang karier F1 yang dimulainya sejak 2011. Pembalap asal Australia itu sebelumna terakhir menang di GP Monaco 2018 saat membela Red Bull Racing.

Kemenangan yang ditorehkan Ricciardo sekaligus podium utama pertama bagi McLaren sejak Jenson Button memberikannya di Sirkuit Interlagos pada GP Brasil 2012.

Seri ke-14 Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 ini juga bakal masuk catatan sejarah bagi Tim McLaren. GP Italia 2021 merupakan hasil finis 1-2 mereka pertama selama lebih dari satu dekade.

Hasil finis Ricciardo-Norris ini menjadi finis 1-2 ke-48 bagi McLaren yang sebelumnya terakhir dilakukan di GP Kanada 2010 lewat Lewis Hamilton dan Jenson Button.

Ini juga hasil finis 1-2 kedua bagi McLaren di GP Italia. Sebelumnya, tim asal Woking, Inggris itu melakukannya pada 2007 lewat Fernando Alonso dan Lewis Hamilton.  

Performa sangat impresif juga ditunjukan Valtter Bottas (Mercedes-AMG Petronas F1). Start dari posisi paling buncit, pembalap Finlandia tersebut berhasil naik podium ketiga setelah tertinggal 4,921 detik dari Ricciardo.

 

Hasil GP Italia di atas tidak lepas dari drama yang terjadi saat juara dunia Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1) menghantam mobil pemimpin klasemen sementara Max Verstappen (Red Bull Racing Honda) pada lap 26.

Hamilton yang akan kembali masuk trek setelah melakukan pit stop, menabrak Verstappen di Tikungan 2 hingga mobil pembalap asal Belanda itu sebagian berada di atas mobil Hamilton. Akibat insiden tersebut, kedua pembalap pun mundur dari balapan.

“Dia tidak memberi saya space,” kata Verstappen yang terlihat sangat kesal sambil berjalan ke paddock dengan helm masih terpasang.

Lomba Berlangsung Sengit

Daniel Ricciardo yang start dari grid kedua di samping Max Verstappen, langsung melesat untuk memimpin lomba. Namun baru lap kedua, Virtual Safety Car (VSC) menyala.

Adalah senggolan antara Antonio Giovinazzi (Alfa Romeo) dan Carlos Sainz (Scuderia Ferrari) di Tikungan 5. Akibat insiden tersebut, Giovinazzi harus mengganti sayap depan Alfa Romeo C41. Giovinazzi kemudian dipenalti 5 detik karena kembali ke trek dalam kondisi belum aman.

Insiden juga terjadi antara Lewis Hamilton dan Max Verstappen di Tikungan 4. Hamilton mencoba mengambil posisi lawan dari sisi luar saat masuk chicane kedua.

Namun, ia membatalkan manuver tersebut sehingga melebar. Ujungnya, Lando Norri mampu mengambil kembali P3.

Saat VSC tidak menyala lagi pada lap kelima, posisi 10 besar ditempati Ricciardo, Verstappen, Norris, Hamilton, Charles Leclerc (Ferrari), Sainz, Sergio Perez (Red Bull Racing), Lance Stroll (Aston Martin), Fernando Alonso (Alpine), dan Esteban Ocon (Alpine).

Sampai lap 10, Perez berhasil mengambil P6 milik Sainz. Ocon juga kehilangan P10 yang direbut Nicholas Latifi (Williams Racing).

Baca Juga:

Sampai lap 17, Verstappen terlihat kesulitan untuk melewati Ricciardo dalam upaya untuk memperlebar gap dengan Hamilton. Di sisi lain, Norris juga bertahan sangat bagus dari tekanan Mercedes. Di lap ini, Hamilton sudah tertinggal 7 detik dari Ricciardo.

Valtter Bottas (Mercedes) pemenang Sprint Race yang terpaksa start paling buncit karena pergantian komponen mesin, perlahan mulai merangsek ke depan. Di lap 18, ia sudah berhasil merebut P9 dari Alonso. Pada lap 22, Bottas berhasil merebut P8 dari Stroll.

Pada lap 23, Ricciardo masuk pit mengganti ban lunaknya dengan ban keras (hard). Hanya butuh 2,4 detik, pembalap Australia itu masuk lagi ke trek di P7 di belakang Sainz. Verstappen pun berkesempatan mendapatkan fresh air di depan untuk memperlebar gap.

Tetapi, Verstappen juga kehabisan ban dan masuk pit pada akhir lap 23. Hamilton juga berhasil menggeser Norris di lap 24 tetapi kemudian ia masuk pit saat memimpin lomba, yang tidak lama kemudian terjadi insiden dengan Verstappen.

Saat lomba dilanjutkan pada lap 31, Ricciardo langsung melesat terdepan. Bottas yang berada di P5 diperintahkan untuk melakukan maximum attack!

Pada lap 34, Bottas berhasil menggeser Leclerc di P4. Bottas yang memakai ban medium memang memiliki grip lebih baik ketimbang para pembalap di 10 besar lain yang memakai ban hard.

Menjelang 10 lap tersisa, Daniel Ricciardo dan Lando Norris masih berada di posisi pertama dan kedua dikuti Perez dan Bottas. Menjelang tiga lap tersisa, Ricciardo berhasil memperlebar gap dengan Norris menjadi sekira 1,4 detik dan posisi itu bertahan hingga finis.

Hasil Lomba F1 GP Italia:

Pos Pembalap Sasis Gap
1 Australia Daniel Ricciardo McLaren  
2 United Kingdom Lando Norris McLaren 1.747
3 Finland Valtteri Bottas Mercedes 4.921
4 Monaco Charles Leclerc Ferrari 7.309
5 Mexico Sergio Perez Red Bull 8.723
6 Spain Carlos Sainz Jr. Ferrari 10.535
7 Canada Lance Stroll Aston Martin 15.804
8 Spain Fernando Alonso Alpine 17.201
9 United Kingdom George Russell Williams 19.742
10 France Esteban Ocon Alpine 20.868
11 Canada Nicholas Latifi Williams 23.743
12 Germany Sebastian Vettel Aston Martin 24.621
13 Italy Antonio Giovinazzi Alfa Romeo 27.216
14 Poland Robert Kubica Alfa Romeo 29.769
15 Germany Mick Schumacher Haas 51.088
  Russian Federation Nikita Mazepin Haas  
  United Kingdom Lewis Hamilton Mercedes  
  Netherlands Max Verstappen Red Bull  
  France Pierre Gasly AlphaTauri  
  Japan Yuki Tsunoda AlphaTauri  

 

dibagikan
komentar
Peluang ke F1 Tipis, Dan Ticktum Salahkan Williams dan Red Bull

Artikel sebelumnya

Peluang ke F1 Tipis, Dan Ticktum Salahkan Williams dan Red Bull

Artikel berikutnya

Update Klasemen F1 2021 Usai GP Italia: Insiden, Verstappen Masih di Puncak

Update Klasemen F1 2021 Usai GP Italia: Insiden, Verstappen Masih di Puncak
Muat komentar