Gutierrez bantah miliki masalah dengan Steiner di GP Brasil

dibagikan
komentar
Gutierrez bantah miliki masalah dengan Steiner di GP Brasil
Adam Cooper
Oleh: Adam Cooper
Diterjemahkan oleh: Ibrahim Haddad
15 Nov 2016 10.31

Esteban Gutierrez tidak ingin membesar-besarkan perselisihan singkatnya dengan bos Haas, Gunther Steiner, saat balapan GP Brasil. Pembalap Meksiko itu juga berkata bahwa keduanya saling bercanda setelah insiden tersebut.

Esteban Gutierrez, Haas F1 Team
Esteban Gutierrez, Haas F1 Team after he retired from the race
(L to R): Pascal Wehrlein, Manor Racing MRT05 and Esteban Gutierrez, Haas F1 Team VF-16 battle for p
(L to R): Pascal Wehrlein, Manor Racing MRT05 and Esteban Gutierrez, Haas F1 Team VF-16 battle for p
Esteban Gutierrez, Haas F1 Team
Esteban Gutierrez, Haas F1 Team VF-16

Usai kembali tersingkir dari balapan F1 di GP Brasil, lengan tangan Gutierrez sempat ditarik oleh Steiner yang terlihat marah karena pembalap Meksiko itu melemparkan sarung tangan balapnya ke lantai. Kedua insiden tersebut terekam oleh kamera televisi.

Meskipun suasana saat insiden tersebut terlihat tegang, Gutierrez – yang akan meninggalkan tim Haas di akhir musim – membantah dirinya meluapkan emosi terhadap pihak-pihak tertentu. Ia juga menekankan bahwa ia sama sekali tidak memiliki masalah dengan Steiner.

“Itu semua terjadi di tempat dan waktu yang salah,” ujar Gutierrez kepada Motorsport.com. “Saya tidak marah kepada siapapun, saya hanya marah terhadap situasi yang saya alami. Setiap kali saya memiliki peluang untuk meraih hasil baik, tiba-tiba ada sesuatu yang membuat semuanya menjadi berantakan.

“Saya tidak menyalahkan seseorang pun. Gunther mendekati saya di waktu yang salah, dan semua emosi menjadi meluap-luap. Hal tersebut menunjukkan semangat balap yang kami miliki di sini.

“Kami berdua kemudian saling bercanda terkait kejadian itu. Sangat penting bagi saya untuk menjelaskan kepada kalian, bahwa itu semua terjadi karena situasi yang kami alami dan efek adrenalin yang tinggi.”

Pembalap Meksiko itu juga mengaku frustrasi karena masalah teknis telah menggagalkan peluangnya untuk mencetak poin pertama di musim 2016.

“Di kondisi yang sulit ini, kami terus berjuang untuk maju ke dapan dengan laju kencang yang kami miliki. Namun, kemudian kami mengalami masalah elektronik pada mobil.

“Memang terasa sangat menyakitkan, karena kami sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak poin.”

Artikel Formula 1 berikutnya
Alasan mengapa balapan GP Brasil sempat dihentikan dua kali

Artikel sebelumnya

Alasan mengapa balapan GP Brasil sempat dihentikan dua kali

Next article

Nasr: Poin di GP Brasil “seperti kemenangan” untuk Sauber

Nasr: Poin di GP Brasil “seperti kemenangan” untuk Sauber
Load comments