Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 F1 GP Australia

Haas Tidak Memiliki Sasis Cadangan Setelah Crash Mick Schumacher

Haas Formula 1 Team akan turun di GP Australia tanpa sasis cadangan, setelah Mick Schumacher alami kecelakaan di GP Arab Saudi.

Medics and marshals attend the scene after a heavy crash for Mick Schumacher, Haas VF-22, in Q2

Mick Schumacher menderita kecelakaan besar pada sesi kualifikasi Grand Prix Arab Saudi bulan lalu. Walaupun dinyatakan fit untuk balapan, Haas F1 memutuskan untuk tidak menurunkannya, guna memperbaiki sasisnya untuk seri GP Australia.

Dan ternyata pekerjaan tersebut sudah selesai. Kru Haas dituntut untuk bekerja lembur pada Rabu malam di Sirkuit Albert Park.

Sasis yang rusak karena crash Schumacher juga sudah dibawa ke markas Haas di Inggris untuk menjalani proses perbaikan, sebelum dikirim kembali ke tim untuk balapan.

"Benar-benar pekerjaan yang berat untuk staf kami," ungkap Gunther Steiner yang merupakan prinsipal Haas kepada Motorsport.com.

"Kemarin malam, kami harus lembur karena kami ingin semua pekerjaan selesai di pagi hari, agar tidak ada lagi lembur tambahan. Sedikit melanggar jam malam untuk bisa mencapai titik ini sangat melegakan.

"Anda perlu membawa part sebanyak-banyaknya. Dan untuk saat ini, Anda sudah tidak bisa lagi membawa lebih dari ini, karena sudah tidak ada stok tambahan. Apa yang kami miliki, ya sudah kami bawa ke sini.

"Juga, kami sudah tidak memiliki sasis cadangan. Tidak ada jaring pengaman di sini, jadi mereka (Kevin Magnussen dan Mick Schumacher) harus bisa berhati-hati. Karena jika tidak, kami akan kembali memulai balapan dengan satu mobil."

Baca Juga:

Steiner yakin, setelah sasis yang rusak diperbaiki di pabrik mereka secara menyeluruh, sasis tersebut bisa kembali digunakan di Imola dalam dua pekan ke depan.

"Sasis yang rusak sudah kami terbangkan (ke Inggris) kemarin. Kami harus membawanya ke sini terlebih dulu karena sudah masuk ke dalam administrasi pengiriman. Mungkin sekarang sedang transit di Singapura, karena saya baru saja mendapatkan email," ujarnya.

Walaupun saat menjalani sesi latihan bebas pada Jumat (8/4/2022) besok Schumacher akan menggunakan girboks baru, power unit yang digunakan masih sama seperti di Arab Saudi.

Steiner pun yakin bahwa hal ini tidak akan memunculkan isu lebih lanjut. "Mereka perlu menyalakannya sekarang, tetapi mereka tetap memeriksa segalanya, dan Ferrari sangat senang akan hal itu," Steiner menjelaskan.

 

Terakhir, prinsipal asal Italia tersebut yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh Mick Schumacher jelang gelaran GP Australia.

Mengingat, anak dari Michael Schumacher ini belum memiliki pengalaman melaju di Albert Park. Ditambah, dengan lintasan ikonik di Australia itu yang baru saja selesai direnovasi, wawasan pembalap kelahiran Jenewa, Swiss akan Albert Park makin minim.

"Tahun lalu dia juga turun di banyak lintasan baru, jadi tahun ini dia akan turun di lebih sedikit trek baru," Steiner menjelaskan.

"Dan ini (Albert Park) jadi salah satunya. Tapi saya pikir ini tidak akan menjadi masalah besar baginya. Semuanya tergantung bagaimana dia bisa membangun kecepatannya.

"Dan kami juga memiliki Kevin (Magnussen). Dia sudah pernah balapan di sini, jadi dia mengenal trek ini. Mick (Schumacher) jadi bisa melihat datanya. Adaptasi akan lebih cepat jika Anda memiliki seseorang yang sudah tahu apa yang perlu dilakukan."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Toto Wolff: Mercedes Tidak Punya Senjata Ajaib
Artikel berikutnya Jadwal F1 GP Australia 2022 Pekan Ini

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia