Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Haas Tolak Permintaan Uralkali untuk Bayar Uang Sponsor

Tim Formula 1, Haas, menolak untuk mengembalikan uang sponsor yang sudah dibayarkan oleh Uralkali, dan justru menuntut biaya ganti rugi.

Kevin Magnussen, Haas VF-22

Foto oleh: Carl Bingham / Motorsport Images

Invasi militer Rusia ke Ukraina berbuntut pada perpisahan Haas dan Uralkali. Skuad balap milik Gene Haas itu secara sepihak menghentikan kesepakatan sponsorship, karena hubungan pemilik perusahaan Dmitry Mazepin dengan Presiden Vladimir Putin.

Haas juga memutus kontrak Nikita Mazepin, ditindaklanjuti perekrutan kembali Kevin Magnussen sebagai rekan setim anyar Mick Schumacher untuk F1 2022.

Saat itu, Uralkali sedang mempertimbangkan tindakan hukum atas keputusan sepihak Haas, sembari meminta pembayaran kembali uang sponsor yang telah dibayarkan sebelum dimulainya musim baru.

“Karena sebagian besar dana sponsor untuk musim 2022 telah ditransfer ke Haas dan mengingat bahwa tim mengakhiri perjanjian sponsor sebelum balapan pertama musim 2022, Haas dengan demikian gagal memenuhi kewajibannya kepada Uralkali untuk tahun ini,” bunyi pernyataan yang dirilis bulan lalu.

“Uralkali akan meminta penggantian segera dari jumlah yang diterima oleh Haas.”

Uralkali kemudian menulis surat kepada Haas berisi bantahan hak tim untuk mengakhiri kontrak, serta menuntut pengembalian dana sebesar 13 juta dolar Amerika (setara Rp186 miliar) yang telah dibayarkan di muka.

Belakangan diketahui bahwa Haas kini telah secara resmi menanggapi surat Uralkali dan sepenuhnya menolak klaim perusahaan asal Rusia tersebut.

Mick Schumacher, Haas VF-22

Mick Schumacher, Haas VF-22

Foto oleh: Carl Bingham / Motorsport Images

Isi surat menyatakan penegasan tim memiliki hak untuk mengakhiri kesepakatan karena klausul dalam perjanjian sponsor, yang menyatakan Uralkali tidak melukai, membawa perselisihan, mengejek, atau mengurangi reputasi publik, niat baik dari citra Haas yang menguntungkan.

Haas turut mengklaim hubungan Mazepin dan Kremlin, terkait dengan sanksi yang dijatuhkan oleh Uni Eropa, memicu klausul keburukan. Namun, tidak ada sanksi yang dijatuhkan oleh Uni Eropa atau pihak lain mana pun ketika kontrak dihentikan.

Lebih jauh, Haas mengajukan argumennya mengapa tim percaya bahwa uang sponsor Uralkali tidak bisa dikembalikan.

“Menurut para ahli hukum dan kasus hukum dengan suara bulat, pihak yang mengakhiri perjanjian karena pelanggaran pihak lain tidak berkewajiban untuk mengembalikan kepada pihak tersebut apa yang telah diterimanya berdasarkan perjanjian,” bunyi pernyataan tersebut.

“Klaim Uralkali untuk mendapatkan pembayaran kembali sejumlah uang muka sebesar 12 juta Euro karena itu tidak berdasar dan ditolak.”

Haas menambahkan, di luar uang yang telah dibayarkan, tim juga berhak atas kompensasi atas hilangnya keuntungan yang diyakini akan terjadi jika kesepakatan Uralkali berlanjut.

Selain itu, Haas menuntut pembayaran sebesar 8 juta Euro (setara Rp125 miliar) sebagai pengganti kerugian, dan diinginkan dapat ditransfer dalam hitungan hari.

Haas secara jelas menekankan pihaknya takkan memenuhi klausul dalam kontrak asli Uralkali, untuk diberikan ke salah satu mobil F1 Mazepin 2021 sampai tim menerima pembayaran ganti rugi.

“Kecuali dan sampai jumlah yang disebutkan di atas telah dibayarkan kepada Haas, tidak ada kewajiban di pihak Haas untuk menyerahkan dan tidak ada pengiriman mobil F1 yang akan terjadi,” lanjut pernyataan.

Menurut sebuah sumber, Haas juga menolak membayar gaji Nikita Mazepin untuk waktu bekerja musim ini, sebelum kontraknya dibatalkan.

Baca Juga:

Sikap Haas itu dipahami telah membuat Uralkali tercengang, dengan sumber lain mengungkapkan tidak percaya tentang pemotongan uang, mobil 2021 dan permintaan pembayaran tambahan.

“Semua orang mengerti bahwa dunia berada dalam situasi yang sulit, tetapi sangat konyol untuk mengatakan bahwa Haas berhak untuk tetap membayar uang dari kontrak yang dikeluarkan secara sepihak, tanpa memberikan layanan yang disepakati,” ucap sumber tersebut.

“Mereka tampaknya baik-baik saja dengan menghabiskan uang Rusia – dan bahkan meminta lebih – namun tidak ingin ada orang Rusia di sekitar.

“Ini adalah perlakuan yang benar-benar mengejutkan terhadap sponsor utama yang membantu ketika tim sangat membutuhkan sumber daya, dan yang telah menawarkan untuk melampaui jumlah dalam kontrak, guna memberikan bonus tambahan kepada staf tim demi mencapai hasil lebih baik bagi semua yang terlibat.”

Adapun, perwakilan Uralkali dan Nikita Mazepin menolak berkomentar tentang masalah ini. Kedua pihak malah merujuk pada pernyataan sebelumnya yang telah dikeluarkan dalam laman perusahaan.

Motorsport.com telah berusaha menghubungi Haas untuk dimintai komentar, tetapi skuad besutan Guenther Steiner ini belum menanggapi, pada saat artikel ini dipublikasikan.

Masalah antara Haas dengan Uralkali sekarang hampir pasti akan menuju ke pengadilan, kecuali ada perubahan pendekatan dalam menit-menit terakhir dari tim sehubungan uang sponsor.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Mercedes Tertinggal 1 Detik dari Ferrari di Melbourne
Artikel berikutnya Sosok di Balik Kebangkitan Ferrari pada F1 2022

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia