Haas VF-21, Sasis Tim AS dengan Tampilan Rusia

Tim Haas untuk kali pertama menunjukkan foto mobil yang akan dikendarai Mick Schumacher dan Nikita Mazepin di Kejuaraan Dunia Formula 1 2021.

Haas VF-21, Sasis Tim AS dengan Tampilan Rusia

Tim Formula 1 asal Amerika Serikat (AS), Haas, akan memulai Kejuaraan Dunia F1 2021 dengan tampilan baru pada sasis terkini mereka, Haas VF-21. Hal itu terlihat saat mereka melansir foto-foto VF-21 pada Kamis (4/3/2021) sore WIB.

Haas VF-21 masih didominasi warna putih. Namun, warna hitam yang musim lalu terlihat di sisi kiri-kanan bodi depan hingga hidung VF-20, tidak ada lagi.

Desain grafis dan warna (livery) sasis VF-21 kini dominan warna putih dengan kombinasi grafis warna bendera Rusia di sisi kiri dan kanan bodi. Warna putih-biru-merah juga terlihat di ketiga flap sayap depan.

Perubahan livery VF-21 ini tidak lepas dari sponsor utama baru yang mereka dapatkan, Uralkali. Perusahaan kimia asal Rusia itu merupakan salah satu produsen pupuk top dunia. Kabarnya, kontrak Haas dengan Uralkali akan berdurasi tahunan.

Kerja sama dengan Uralkali ini dipastikan tidak lepas dari peran keluarga Mazepin. Pasalnya, ayah Nikita, Dmitry Mazepin, sejak awal Maret 2018 memegang 20,1 persen saham perusahaan kimia yang didirikan pada 1934 tersebut.

Sponsor utama anyar Tim Haas, Uralkali, terlihat di sayap belakang Haas VF-21.

Sponsor utama anyar Tim Haas, Uralkali, terlihat di sayap belakang Haas VF-21.

Foto oleh: Haas F1 Team

Sebelumnya, Haas diisukan sudah bernegosiasi dengan BWT – yang juga didekati Tim Williams – untuk menjadi sponsor utama. Namun, perusahaan pengolah air bersih asal Austria itu memutuskan bergabung dengan Aston Martin.

“Saya senang kami bisa menggandeng Uralkali sebagai partner. Nikita Mazepin dan Mick Schumacher menjadi duet menjanjikan bagi kami. Haas berharap mereka konsisten mampu mencetak poin musim ini dan seterusnya,” kata Gene Haas, pemilik Haas F1 Team.

Dengan sponsor utama baru, kini tim yang turun di F1 sejak GP Australia 2016 itu akan bernama Uralkali Haas F1 Team.

Jadwal Haas untuk menghadapi F1 2021 ini terbilang kacau. Mereka dijadwalkan memperkenalkan mobil dan tim pada pekan ini. Demikian pula untuk pembuatan film untuk dokumentasi tim dan sponsor.

Nuansa Rusia terlihat jelas pada mobil Tim Haas untuk F1 2021. Grafis dengan unsur warna bendera negara tersebut di bagian penutup mesin sasis Haas VF-21.

Nuansa Rusia terlihat jelas pada mobil Tim Haas untuk F1 2021. Grafis dengan unsur warna bendera negara tersebut di bagian penutup mesin sasis Haas VF-21.

Foto oleh: Haas F1 Team

Namun, kedua rookie, Mick Schumacher dan Nikita Mazepin, masih harus bersabar. Pandemi Covid-19 yang masih terjadi membuat semua jadwal sangat terganggu menyusul aturan larangan perjalanan di berbagai negara.

Dengan alasan ekonomi, FIA sudah meminta seluruh tim agar memakai sasis F1 2020 untuk musim 2021. Tentu saja dengan sejumlah ubahan pada aerodinamika. Karena aturan ini, sasis VF-21 dibuat di Banbury, Inggris.

Tetapi problem Haas muncul di powerunit. Ferrari selaku pemasok belum bisa berbuat banyak karena para teknisi merekan tidak bisa masuk ke Inggris karena penerapan lockdown dan batasan perjalanan.

Tahun lalu masalah seperti ini tidak dialami Haas. Karena tidak ada larangan perjalanan, Haas bebas mengunjungi pembuat sasis mereka di Italia, Dallara, untuk mencocokkan posisi kursi pembalap. Haas juga bisa ke markas Ferrari di Maranello dengan mudah.

Baca Juga:

“Karena corona, para teknisi Ferrari harus dikarantina selama lima hari. Itu tidak bisa sesuai rencana kami. Jadi, kami baru akan menguji mobil baru saat tes resmi di Bahrain (12-14 Maret),” ucap Gunther Steiner, Prinsipal Tim Haas.

“Jadi, kami kin hanya bisa merakit sebagian besar komponen mobil dan baru bisa menguji mesin di Sirkuit Internasional Bahrain.”

Melihat situasi dan kondisi yang dihadapi, Haas harus bersikap realistis menghadapi F1 2021. Semua sumber daya yang mereka miliki bakal mulai difokuskan untuk F1 2022, saat regulasi berubah total.

“Kami tahu ini tahun yang berat. Kami akan realistis pada musim 2021 mengingat paket mobil yang kurang kompetitif. Tetapi, kami akan langsung mempersiapkan diri untuk F1 2022. Kami kira strategi ini lebih masuk akal,” ujar Steiner.

“Dengan strategi ini, tekanan bagi Mick Schumacher dan Nikita Mazepin juga takkan terlalu berat. Apalagi mereka baru akan menjalani musim pertama di F1. Mereka bisa belajar sepanjang 2021 agar lebih berpengalaman untuk musim 2022 nanti.”

 

 

 

       

 

dibagikan
komentar
Arab Saudi Siap Gelar Berbagai Ajang Balap Internasional

Artikel sebelumnya

Arab Saudi Siap Gelar Berbagai Ajang Balap Internasional

Artikel berikutnya

Mazepin Belajar Banyak dari Kontroversi

Mazepin Belajar Banyak dari Kontroversi
Muat komentar