Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Formula 1 F1 GP Australia

Red Bull Racing Perlu Waspadai Mercedes

Dua kali juara dunia Formula 1, Mika Hakkinen, memperingatkan Red Bull Racing untuk mewaspadai Mercedes, yang bisa mengganggu persaingan mereka dengan Ferrari.

Lewis Hamilton, Mercedes W13, Sergio Perez, Red Bull Racing RB18

Peta persaingan di Formula 1 tahun ini telah berubah. Jika musim lalu, Red Bull Racing berhadapan dengan Mercedes. Kini, mereka harus meladeni penampilan Ferrari yang sedang naik daun.

Charles Leclerc dan Max Verstappen jadi aktor utama dalam persaingan balap jet darat. Namun, bukan berarti Red Bull Racing bisa dengan mudah melupakan Mercedes.

Walau sudah mencatatkan kemenangan, RB18 milik Verstappen telah dua kali mengalami masalah. Yang terbaru di GP Australia, membuat Super Max gagal menyentuh garis finis.

Baca Juga:

Sementara itu, Mercedes, walau bisa dibilang masih meraba-raba formula yang tepat untuk paket mobil W13, masih bisa konsisten finis 10 besar.

Dua podium berhasil dipetik The Silver Arrows lewat Lewis Hamilton (GP Bahrain) dan rekan setim barunya, George Russell (GP Australia).

Red Bull Racing memang andal dalam aspek kecepatan, namun soal daya tahan mesin, Mercedes dan Ferrari jauh lebih unggul.

Melihat situasi yang dihadapi oleh tim yang bermarkas di Milton Keynes tersebut, Hakkinen mengingatkan Verstappen dan Sergio Perez untuk tidak lupa mewaspadai Mercedes.

Itu karena bisa saja Mercedes muncul, serta kemudian menjadi pengganggu persaingan Red Bull melawan Scuderia Ferrari pada Formula 1 2022.

"Charles Leclerc mengontrol segalanya awal musim ini. Ia juga mengatakan bahwa mobilnya sangat kuat dan mudah dikemudikan. Saya yakin mereka bisa melaju dengan konsisten musim ini," kata Hakkinen.

"Saya juga terkesan dengan konsistensi Russell. Mobil W13 bisa diandalkan. Peringkat Russell juga sekarang lebih baik dari Lewis. Keduanya melakukan pekerjaan dengan baik.

"Oleh karena itu, Red Bull harus mewaspadai mereka. Red Bull harus bisa mengatasi masalah teknis mereka secepat mungkin. Karena jika tidak, peta persaingan akan berubah lagi."

Max Verstappen, Red Bull Racing, setelah gagal menyelesaikan balapan

Max Verstappen, Red Bull Racing, setelah gagal menyelesaikan balapan

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Lebih lanjut, Hakkinen menilai Verstappen sudah pasti merasa resah dengan masalah reliabilitas yang merongrong mobil balap RB18 miliknya.

Ditambah, pernyataan sang juara dunia bertahan yang tidak ingin membicarakan persaingan titel F1, makin membuktikan bahwa dirinya sedang dilanda rasa frustrasi.

"Charles sudah menecatatkan dua kemenangan, sementara Max Verstappen satu kemenangan dan dua kegagalan finis," ucap Hakkinen.

"Di level seperti ini, Anda tidak bisa terus menerus berkutat dengan masalah. Max jelas tidak senang akan hal ini," ujarnya menambahkan.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Hamilton Akan Reli Zoom demi Mempercepat Peningkatan Kualitas W13
Artikel berikutnya Toto Wolff Ungkap Michael Masi Sulit Menerima Kritik

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia