Hamilton Enggan Dianugerahi Gelar Kesatria

Lewis Hamilton menilai dirinya tak pantas dianugerahi gelar kesatria sebagai buntut dari keberhasilannya menaklukkan titel juara dunia Formula 1 ketujuh.

Hamilton Enggan Dianugerahi Gelar Kesatria

Pembalap Mercedes AMG Petronas tersebut menyamai rekor legenda F1 Michael Schumacher, di GP Turki, Minggu (15/11/2020). Ia menuai pujian dari penggemarnya.

Petinggi Asosiasi Olahraga Motor Inggris dan sejumlah anggota parlemen, yang tergabung di All-Party Parliamentary Group, menulis surat kepada Perdana Menteri Boris Johnson agar memasukkannya ke Daftar Kehormatan Tahun Baru.

 “Selamat telah menyamai rekor titel juara tujuh kali Kejuaraan Dunia F1 Lewis Hamilton, bersama rekor sejumlah kemenangan di balapan, sebuah pencapaian luar biasa!” kata Ratu Elizabeth lewat akun Twitter keluarga Kerajaan Inggris. Ucapan selamat itu menguatkan spekulasi bahwa pilot 35 tahun itu akan dapat gelar kehormatan.

 

Alih-alih bangga, ia merasa tak pantas berada di kelompok orang-orang yang berkontribusi lebih banyak kepada masyarakat.

“Ketika saya pikir tentang penghargaan itu, saya memikirkan orang-orang seperti kakek yang berjuang dalam perang. Saya berpikir tentang Sir Captain Tom yang mendapat gelar kesatria dan menunggu seratus tahun untuk mendapat kehormatan luar biasa itu,” ucapnya.

“Orang-orang yang mengoperasikan rumah sakit. Suster dan dokter yang menyelamatkan nyawa dalam masa tersulit. Saya memikirkan semua pahlawan tanpa tanda jasa itu dan saya tidak melihat saya sebagai seorang pahlawan. Saya tidak menyelamatkan siapa pun. Ini kehormatan istimewa bahwa sekelompok kecil orang yang telah dianugerahkan.

“Yang bisa saya katakan adalah berdiri (di podium) dan mendengar lagu kebangsaan, saya sangat, sangat bangga. Saya orang Inggris yang sangat bangga dan itu, seperti saya katakan sebelumnya, ini seperti momen spesial bisa mewakili…bisa ada di sana mewakili negara.”

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, disiram sampanye setelah taklukan gelar juara dunia F1 ketujuh.

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, disiram sampanye setelah taklukan gelar juara dunia F1 ketujuh.

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Selain ingin sukses di F1, Hamilton punya misi mendorong kampanye anti rasialisme dan melihat olahraga lebih berkelanjutan.

“Ada banyak pekerjaan untuk dilakukan pada olahraga ini. Saya kira tahun ini kami telah mengalami kebangkitan dan orang-orang semoga mulai diminta pertanggungjawaban dan mereka bertanggung jawab dan sadar kalau itu bukan sesuatu yang buruk,” ia melanjutkan.

“Itu artinya kami harus bekerja lebih keras. Kami tidak boleh keras kepala, membuka pikiran dan mengedukasi diri sendiri agar lebih baik sehingga kami dapat mendorong dunia lebih setara. Saya tidak akan berhenti berjuang untuk itu. Dan kemudian paruh waktu, mungkin saya akan terus membalap sebentar!”

Baca Juga:

Pembalap muda McLaren, Lando Norris, yakin bahwa gelar kesatria untuk Hamilton akan berpengaruh besar terhadap kemajuan generasi baru pembalap Inggris.

“Saya kira apa yang diraihnya, belum pernah dicapai orang Inggris lainnya. Hanya satu orang di dunia yang mencapai apa yang telah dilakukannya, dan itu Michael Schumacher,” tuturnya.

“Dia memimpin di banyak aspek di dalam dan luar lintasan. Atlet cabang olahraga lain yang telah melakukan prestasi serupa dianugerahi gelar kesatria, jadi saya tidak melihat kenapa dia tak bisa mendapatkannya.

“Saya kira itu adalah hal bagus untuk anak-anak yang ingin terlibat di balapan atau tidak tahu banyak soal balapan. Mereka bisa terinspirasi dan mencoba mencapai hal serupa dengan apa yang telah dilakukannya.”

 

dibagikan
komentar

Video terkait

Raikkonen Klaim GP Turki Menyebalkan

Artikel sebelumnya

Raikkonen Klaim GP Turki Menyebalkan

Artikel berikutnya

Button: Alonso Lebih Baik sebagai Rekan Setim

Button: Alonso Lebih Baik sebagai Rekan Setim
Muat komentar