Hamilton Soroti Berat Minimal Mobil yang Terus Naik

Berat minimal mobil Formula 1 terus bertambah hampir setiap ada perubahan regulasi, Itu yang akan terjadi pada musim 2022 nanti.

Hamilton Soroti Berat Minimal Mobil yang Terus Naik

Juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020) Lewis Hamilton menilai mobil yang semakin berat tidak bagus untuk Formula 1. Hal tersebut diungkapkan pembalap Mercedes-AMG Petronas F1 itu menanggapi regulasi teknik baru untuk musim 2022.

Hamilton memang menjadi salah satu pembalap yang menyaksikan betapa besarnya dan cepatnya perubahan bentuk dan bobot mobil F1, sejak ia debut pada 2007.

Perubahan mesin, tuntutan peranti keselamatan pembalap yang lebih besar, serta digunakannya komponen seperti halo (tiang pelindung pembalap di atas kokpit), jelas berperan besar atas meningkatnya berat minimal mobil dalam hampir dua dekade terakhir.

Saat Hamilton debut F1, McLaren MP4-22 andalannya yang menggunakan mesin Mercedes FO 108T 90° V8 2.4 liter (2.400cc), memiliki berat minimal sekira 642 kg.

Lalu, pada tahun pertama mesin hybrid-turbo V6 1.6 liter mulai dipakai pada 2014, berat minimal mobil menjadi 691 kg.

Setahun kemudian, berat mobil menjadi 702 kg. Lalu, saat mengunakan ban dan pelek yang lebih besar mulai 2017, bobot mobil menjadi 728 kg.

Lewis Hamilton, Mercedes W12 di GP Azerbaijan 2021.

Lewis Hamilton, Mercedes W12 di GP Azerbaijan 2021.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Ketika halo wajib dipakai pada 2018, berat mobil naik menjadi 734 kg. Setahun kemudian, berat mobil menjadi 743 kg saat berat pembalap plus jok diizinkan maksimal 80 kg, pembaruan halo, aturan sayap baru, dan lampu pada sayap belakang.

Dalam dua tahun terakhir, saat berbagai penyesuaian diberlakukan di antaranya fuel flow meter kedua dan komponen standar yang lebih berat, berat mobil menjadi 746 kg (2020) dan 768 kg (2021).

Dengan sejumlah regulasi teknik yang baru pada 2022 mendatang, berat minimal mobil F1 akan menembus 790 kg, terberat dalam sejarah F1.

“Saya tidak mengerti mengapa mobil-mobil bertambah berat padahal di saat yang sama semua bicara tentang (energi) keberlanjutan,” ujar Hamilton seperti dikutip Motorsport.com. “Saat ini, F1 mengarah ke sana.” 

Hamilton menjadi salah satu pembalap yang peduli tentang energi keberanjutan dan implikasinya terhadap F1. Pembalap asal Inggris tersebut menilai, tambahan berat tidak hanya membutuhkan energi ekstra untuk mengendalikannya.

Tetapi juga saat memindahkan mobil dari satu tempat ke tempat lain di seluruh dunia dengan menggunakan pesawat terbang. “Semakin berat bobot, kian banyak pula bahan bakar (untuk pesawat) yang diperlukan,” kata pembalap 36 tahun tersebut.  

Baca Juga:

Berat mobil yang bertambah, menurut Hamilton, juga tidak bagus untuk balapan. Mobil yang ringan akan lebih tangkas dan lincah dibandingkan dengan yang berat. Praktis, manuver mobil yang lebih ringan akan lebih baik sehingga memudahkan aksi saling balap.

Mobil yang lebih berat juga membutuhkan penyesuaian yang lebih banyak. Semakin berat mobil, menurut Hamilton, juga membutuhkan perhitungan distribusi berat yang lebih rumit. “Contoh, Anda pasti harus memikirkan rem yang lebih besar juga,” katanya.

Lewis Hamilton melakukan debut F1 saat Kimi Raikkonen (Alfa Romeo Racing) merebut gelar juara dunia. Pembalap yang merebut gelar bersama Ferrari itu tidak melihat perbedaan besar saat bobot mobil terus naik.

“Jika kini mengendarai mobil F1 15 tahun lalu, saya melihat tidak akan banyak berbeda. Saya rasa, buang-buang uang saja mendatangkan mobil itu ke sini. Selain itu, saya menilai tidak ada yang berubah dengan balapan,” ujar pembalap Finlandia itu.

 

 

dibagikan
komentar
Marko Nilai Gasly Terus Berkembang, Tepis Rumor Promosi ke Red Bull

Artikel sebelumnya

Marko Nilai Gasly Terus Berkembang, Tepis Rumor Promosi ke Red Bull

Artikel berikutnya

9 Skandal Kecurangan dalam Sejarah Formula 1

9 Skandal Kecurangan dalam Sejarah Formula 1
Muat komentar