Hamilton "tetap percaya 100 persen" kepada Mercedes

dibagikan
komentar
Hamilton
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
Diterjemahkan oleh: Ibrahim Haddad
3 Okt 2016 15.17

Lewis Hamilton bersikeras dirinya masih mempercayai timnya, meskipun sempat mengucapkapkan kata-kata negatif setelah balapan GP Malaysia usai.

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 returns to the pits after he retired from the race
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid retired from the race with a blown engine

Lewis Hamilton harus merelakan kemenangan yang ada di depan matanya setelah mengalami kerusakan mesin saat mendominasi balapan GP Malaysia.

Tersingkirnya Hamilton dan raihan podium yang diraih oleh rekan satu tim dan rivalnya, Nico Rosberg, membuat pembalap Jerman itu dapat memperbesar keunggulannya di klasemen pembalap.

Berbicara di depan kru televisi setelah balapan, Hamilton mengisyaratkan ada sesuatu yang ‘aneh’ saat ia menyadari bahwa dirinya menjadi satu-satunya pembalap Mercedes yang pernah mengalami masalah mesin. Kemudian, pembalap Inggris itu juga yakin ada ‘sesuatu atau seseorang’ yang tidak ingin ia menang.

Setelah mengatakan kata-kata yang cukup kontroversial itu, Hamilton kemudian mengklarifikasi arti dari ucapannya. Ia menjelaskan bahwa ia tidak pernah bermaksud menyudutkan timnya dengan tuduhan sabotase, dan menurutnya kata-kata negatif tersebut keluar saat ia masih larut dalam rasa frustasi.

“Sejujurnya, Anda semua harus mengerti poin yang saya katakan,” jelasnya. “Di satu sisi, kami telah memiliki raihan sukses selama dua tahun terakhir, dan saya sangat berterima kasih untuk hal itu. Mereka [kru Mercedes] telah bekerja dengan keras. Kami semua kecewa atas kejadian ini.

“Ketika saya memimpin balapan dan kemudian mobil saya rusak, memang cukup sulit untuk mengatakan hal-hal yang positif.

“Tetapi seperti yang saya katakan dalam wawancara saya, Mercedes telah memproduksi 43 mesin, dengan tambahan tiga mesin yang saya miliki. Dan saya menjadi pembalap yang paling sering mengalami masalah mesin. Tentunya hal itu cukup berat bagi saya.

“Tetapi saya tetap mempercayai mereka 100 persen. Ini tahun keempat saya dengan mereka, rekan-rekan yang ada di garasi, rekan-rekan yang ada di pabrik, saya mempercayai mereka 100 persen.

“Saya senang di tim ini, dan tanpa mereka, saya mungkin tidak dapat meraih dua titel juara dunia.”

Ketika ditanyai siapa yang menjadi ‘seseorang’ yang tidak ingin ia menang, Hamilton menjawab: “Yang Maha Kuasa, saya rasa saat ini Yang Maha Kuasa sedang melakukan sedikit intervensi.

“Tetapi saya masih merasa diberkati, terutama dengan kesempatan yang saya miliki.

“[Bekerja] bersama orang-orang terbaik di sekitar saya, kesempatan untuk bergabung bersama tim hebat ini, memenangkan dua titel juara dunia dan banyak trofi juara pertama, serta rekor-rekor yang saya pecahkan. Jadi saya tetap harus bersyukur, dan meskipun kejadian ini memang tidak begitu menyenangkan untuk saya, saya akan selalu bersyukur.”

 

Artikel Formula 1 berikutnya
Raikkonen kehilangan 0,3 detik tiap lap usai kontak dengan Rosberg

Artikel sebelumnya

Raikkonen kehilangan 0,3 detik tiap lap usai kontak dengan Rosberg

Next article

Analisis teknis: Bagaimana para rival meniru konsep Toro Rosso

Analisis teknis: Bagaimana para rival meniru konsep Toro Rosso
Load comments