Hamilton tolak beri jawaban di konferensi pers Mercedes

Lewis Hamilton memilih untuk tidak memberikan jawaban pada sesi konferensi pers yang diadakan oleh Mercedes. Pembalap Inggris Raya itu kemudian keluar dari gedung hospitality timnya di tengah-tengah sesi tersebut.

Selain acara-acara yang diselengarakan oleh FIA, Hamilton dan rekan satu timnya, Nico Rosberg, juga mendatangi sesi konferensi pers yang diadakan oleh Mercedes setiap hari Kamis sore, pasca-kualifikasi dan pasca-balapan.

Tetapi pada kesempatan kali ini, Hamilton mengambil mikrofon dan memberi pernyataan bernada negatif kepada media. Pernyataan tersebut terkait dengan pemberitaan seputar aplikasi Snapchat yang digunakan oleh pembalap Inggris Raya itu saat konferensi pers FIA hari Kamis.

Menurut Hamilton, pemberitaan terkait drama Snapchat tersebut dianggap “tidak menghormati” dirinya.

Hamilton kemudian meletakkan kembali mikrofonnya dan keluar dari sesi konferensi pers tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan oleh wartawan.

“Dengan rasa hormat, saya mengerti banyak dari kalian yang sangat mendukung saya, dan saya mengenal siapa mereka.

“Sayangnya, ada beberapa pihak yang memanfaatkan dan membesar-besarkan kejadian itu. Saat itu [kejadian Snapchat] saya hanya bersenang-senang dengan rekan saya, tidak ada niat untuk merendahkan atau tidak menghormati kalian. Dan bila ada yang merasa tersinggung, yang saya bisa katakan adalah saya sama sekali tidak berniat untuk menyinggung Anda.

“Tetapi apa yang diberitakan ke dunia luar, sungguh perbuatan yang tidak terhormat.

“Saya mengerti tidak semua [media] yang melakukan hal tersebut. Oleh karena itu saya terlebih dahulu berkata ‘dengan rasa hormat’ kepada mereka yang telah mendukung saya.

“Tetapi ya, saya tidak berencana untuk tinggal di sini lama-lama. Saya meminta maaf, dan mudah-mudahan kalian dapat menikmati sisa minggu ini.”

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Event GP Jepang
Trek Suzuka
Pembalap Lewis Hamilton
Tim Mercedes
Tipe artikel Breaking news