Topik

Kamus Formula 1

Kamus F1: HANS - Penyelamat nyawa pembalap

dibagikan
komentar
Kamus F1: HANS - Penyelamat nyawa pembalap
Oleh: Wisnu Setioko
7 Mei 2018 13.57

Sebagian besar ajang balap mobil internasional mewajibkan para pembalapnya untuk mengenakan HANS, sebuah peranti berbahan utama serat karbon berbentuk U yang bersandar pada pundak. Seperti apa perkembangan peranti yang sempat dikritik ini?

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1

Foto oleh: Sutton Images

Pada sesi latihan kejuaraan IMSA di Mid-Ohio, 1981, Patrick Jacquemart yang tengah mengemudikan Renault 5 Turbo IMSA menabrak gundukan pasir. Ia meregang nyawa dengan luka serius di bagian kepala.

Pascakejadian naas tersebut, tercetuslah ide peranti keamanan pembalap yang bernama Head and Neck Support, atau biasa disingkat HANS.

Dr. Robert Hubbard yang merupakan profesor biomekanika dari Universitas Michigan bersama pembalap IMSA, Jim Downing, menjadi pelopor pengembangan HANS. Mereka membuat peranti untuk mencegah pergerakan kepala berlebih saat kontak mendadak, baik senggolan antar pembalap maupun tabrakan dengan pembatas sirkuit.  

Pergerakan berlebih saat guncangan keras berpotensi menimbulkan basilar skull fracture (BSF). Roland Ratzenberger [F1], Adam Petty, John Nemecheck, dan Dale Earnhardt Sr. [NASCAR] adalah beberapa korban dari kerusakan fatal pada bagian tengkorak tersebut.

Peranti HANS dikaitkan ke dua sisi belakang helm, sedangkan bagian sandaran menempel pundak pembalap. Supaya lebih nyaman, bagian tersebut bisa ditambahkan busa atau gel serta dibentuk menyesuaikan badan.

VIDEO: HANS: Penyelamat nyawa pembalap

Ada beberapa pilihan alternatif untuk peranti keamanan, seperti Hutchens dan Isaac. Namun hingga kini, HANS tetap menjadi pilihan meski sempat ditentang beberapa pembalap.

Mendiang Earnhardt sendiri pernah berujar bahwa kedua tali yang menggantung di helm berpotensi mencederai, alih-alih menyelamatkan kepalanya.

Seminggu pascakepergian ayahnda Dale Earnhardt Jr., Mark Martin teguh pada pendiriannya untuk tidak memakainya. “Saya tetap tidak mau mengenakannya. Cukup berharap dan mari kita lihat hasilnya nanti.” ujar Mark di Rockingham Speedway.

Pada Oktober 2001, NASCAR mewajibkan pembalapnya untuk memilih HANS atau Hutchens sebagai alat pelindung leher dan kepala, sebelum mewajibkan HANS sepenuhnya musim 2005.

Mercedes melakukan riset terhadap peranti ini dari 1996 hingga 1998, dengan melibatkan FIA dan para afiliasinya. Mereka memutuskan bahwa HANS jauh lebih praktis daripada airbag yang sempat menjadi alternatif pelindung kepala dan leher. Musim 2003, seluruh pembalap F1 wajib mengenakan HANS.

FIA mewajibkan para pembalap yang berlaga di kejuaraan internasional untuk mengenakan HANS mulai 2009. 

Slider
List

Robert Hubbard memegang HANS

Robert Hubbard memegang HANS
1/10

Robert Hubbard mendemonstrasikan penggunaan HANS

Robert Hubbard mendemonstrasikan penggunaan HANS
2/10

Sebastian Vettel, Ferrari helm dan peranti HANS

Sebastian Vettel, Ferrari helm dan peranti HANS
3/10

Foto oleh: Sutton Images

Fernando Alonso, Toyota Gazoo Racing

Fernando Alonso, Toyota Gazoo Racing
4/10

Foto oleh: Toyota Racing

Jean-Eric Vergne, DS Virgin Racing Formula E Team

Jean-Eric Vergne, DS Virgin Racing Formula E Team
5/10

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1
6/10

Foto oleh: Sutton Images

Fernando Alonso, McLaren, bersiap mengenakan helm

Fernando Alonso, McLaren, bersiap mengenakan helm
7/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Lance Stroll, Williams Racing, mengenakan helm

Lance Stroll, Williams Racing, mengenakan helm
8/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Helm Ernie Francis Jr.

Helm Ernie Francis Jr.
9/10

Helm #100 BMW Team SRM BMW M6 GT3: Steve Richards

Helm #100 BMW Team SRM BMW M6 GT3: Steve Richards
10/10
Next article
Atmosfer balap F1 di Miami "bisa seperti Monako"

Artikel sebelumnya

Atmosfer balap F1 di Miami "bisa seperti Monako"

Next article

Vettel: Duel dengan Raikkonen "tak berat sebelah"

Vettel: Duel dengan Raikkonen "tak berat sebelah"
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Wisnu Setioko