Head-to-Head Rekan Setim F1 2021: Red Bull Paling Mencolok

Rekan setim menjadi lawan pertama bagi setiap pembalap Formula 1. Hal itu juga terjadi di sela-sela persaingan sengit antara Max Verstappen dan Lewis Hamilton pada musim 2021 lalu.

Head-to-Head Rekan Setim F1 2021: Red Bull Paling Mencolok

Formula 1 pada musim 2021 akan tercatat dalam sejarah karena persaingan sangat sengit antara Max Verstappen melawan juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) Lewis Hamilton hingga balapan terakhir di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi.

Selain kedua pembalap, pertarungan antarpembalap setim juga menarik untuk disimak. Beberapa hasil head-to-head rekan setim di F1 musim 2021 lalu juga membuat kening mengernyit.

Salah satunya perbedaan antara duo Red Bull Racing Honda, Verstappen dan Sergio Perez, paling mencolok. Sementara, kekuatan para pembalap Alpine F1, Aston Martin, dan Alfa Romeo, cenderung berimbang.

Berikut head-to-head hasil lomba selama 22 balapan F1 musim 2021 dari 11 tim yang turun.

Mercedes: Lewis Hamilton vs Valtteri Bottas

Lewis Hamilton, Mercedes, pemenang, dan Valtteri Bottas, Mercedes, peringkat ketiga, merayakan sukses di podium F1 GP Arab Saudi 2021.

Lewis Hamilton, Mercedes, pemenang, dan Valtteri Bottas, Mercedes, peringkat ketiga, merayakan sukses di podium F1 GP Arab Saudi 2021.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Head-to-head: 18 – 4

Poin: 387,5 – 226

Lewis Hamilton dengan nyaman kembali mengalahkan Valtteri Bottas untuk kali kelima beruntun. Delapan kemenangan torehan menjadi salah satu faktor keunggulan Hamilton. Sedangkan dari empat keunggulan Bottas, salah satunya berkat kemenangan di Turki.

Salah satu problem Bottas pada musim 2021 lalu adalah kemampuannya menjaga kondisi ban saat menjalani race stint di setiap lomba, yang kalah dari Hamilton. Masalah itu pula yang membuat pembalap yang akan membela Alfa Romeo mulsi 2022 tersebut kesulitan menuai hasil bagus.

Red Bull: Max Verstappen vs Sergio Perez

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Sergio Perez, Red Bull Racing RB16B, saat berlomba di F1 GP Abu Dhabi 2021.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Sergio Perez, Red Bull Racing RB16B, saat berlomba di F1 GP Abu Dhabi 2021.

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Head-to-head: 19 – 3

Poin: 395,5 – 190

Juara dunia baru Max Verstappen mencetak poin hampir dua kali lipat dibanding Sergio Perez sepanjang F1 musim 2021. Hal tersebut memang tidak mengherankan karena pembalap Meksiko itu diplot untuk menjadi wing man bagi Verstappen.

Setiap kedua Red Bull Racing RB16B melibas chequered flag, Perez tidak pernah finis lebih baik daripada Verstappen. Tiga hasil finis lebih baik Perez diraih saat sang juara dunia gagal finis.

Ferrari: Charles Leclerc vs Carlos Sainz

Charles Leclerc, Ferrari SF21, Carlos Sainz Jr., Ferrari SF21, melewati Sebastian Vettel, Aston Martin AMR21, dan Yuki Tsunoda, AlphaTauri AT02, yang mengalami insiden saat lomba F1 GP Arab Saudi.

Charles Leclerc, Ferrari SF21, Carlos Sainz Jr., Ferrari SF21, melewati Sebastian Vettel, Aston Martin AMR21, dan Yuki Tsunoda, AlphaTauri AT02, yang mengalami insiden saat lomba F1 GP Arab Saudi.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Head-to-head: 14 – 8

Poin: 159 – 164,5

Dari sisi hasil finis, Charles Leclerc berhasil mengalahkan Carlos Sainz hingga 14 kali sepanjang 2021. Menariknya, di klasemen akhir pembalap, Leclerc justru berada di bawah Sainz.

Hal tersebut disebabkan pembalap Spanyol tersebut banyak diuntungkan karena kesalahan pembalap lain sehingga ia mampu naik podium hingga empat kali dan itu mendongkrak perolehan poinnya.

McLaren: Lando Norris vs Daniel Ricciardo

Daniel Ricciardo, McLaren, merayakan kemenangan F1 GP Italia di podium bersama Lando Norris, McLaren, yang finis di P2.

Daniel Ricciardo, McLaren, merayakan kemenangan F1 GP Italia di podium bersama Lando Norris, McLaren, yang finis di P2.

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Head-to-head: 15 – 7

Poin: 160 – 115

Musim yang sangat bagus bagi Lando Norris karena mampu mengalahkan rekan setimnya, Daniel Ricciardo, di sebagian besar balapan. Di kualifikasi pun, Norris masih unggul atas Ricciardo, 14 – 8.

Norris terlihat mampu meningkatkan kemampuan tyre management. Ricciardo memang berhasil memenangi satu balapan di Monza, Italia. Tetapi, karena baru berseragam McLaren musim ini, ia terlihat kesulitan beradaptasi. Hal itu diperparah dengan posisi start buruk yang kerap dialami pembalap Australia tersebut.

Alpine: Fernando Alonso vs Esteban Ocon

Fernando Alonso, Alpine A521, Esteban Ocon, Alpine A521 saat lomba F1 GP Emilia Romagna 2021.

Fernando Alonso, Alpine A521, Esteban Ocon, Alpine A521 saat lomba F1 GP Emilia Romagna 2021.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Head-to-head: 11 – 10

Poin: 81 – 74

Sisa-sisa kekuatan Fernando Alonso sebagai juara dunia dua kali (2005, 2006) masih terlihat dengan keberhasilan mengungguli Esteban Ocon meskipun sangat tipis. Dari kualifikasi, keduanya pun sama-sama saling mengalahkan 11 kali!

Ocon memang berhasil mencuri kemenangan di GP Hungaria. Tetapi, Alonso yang lebih berpengalaman – kendati baru kembali musim ini setelah dua musim absen – mampu lebih konsisten dibanding pembalap asal Prancis tersebut.

AlphaTauri: Pierre Gasly vs Yuki Tsunoda

Yuki Tsunoda, Pierre Gasly, Alpha Tauri

Yuki Tsunoda, Pierre Gasly, Alpha Tauri

Foto oleh: Scuderia Alpha Tauri

Head-to-head: 16 – 5

Poin: 110 – 32

Pierre Gasly yang mampu dominan dinilai wajar karena rekan setimnya Yuki Tsunoda berstatus rookie. Hasilnya, Gasly mampu bertarung di antara kelompok depan sampai tengah sedangkan Tsunoda lebih sering di posisi belakang di rombongan tengah.

Seperti Norris, Gasly juga mampu meningkatkan skill-nya soal tyre management. Adapun Tsunoda masih harus banyak belajar soal ban Pirelli. Tantangan untuk keduanya bertambah musim depan seiring dipakainya ban baru berdiameter 18 inci.

Aston Martin: Sebastian Vettel vs Lance Stroll

Lance Stroll, Aston Martin AMR21 Sebastian Vettel, Aston Martin AMR21, saat bersaing di lomba F1 GP Abu Dhabi 2021.

Lance Stroll, Aston Martin AMR21 Sebastian Vettel, Aston Martin AMR21, saat bersaing di lomba F1 GP Abu Dhabi 2021.

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Head-to-head: 9 – 12

Poin: 43 – 34

Mungkin duet paling tidak konsisten sepanjang 2021 layak disematkan untuk Sebastian Vettel dan Lance Stroll. Itu bisa dilihat dari statistik balapan dan kualifikasi mereka.

Keduanya dianggap hanya menjalani 21 balapan karena di Hungaria tidak mendapatkan poin. Vettel didiskualifikasi sedangkan Stroll gagal finis.

Vettel, juara dunia empat kali beruntun (2010-2013), lebih kuat secara umum dibanding Stroll. Namun, serangkaian ketidakberuntungan – salah satunya P3 GP Hungaria yang dicoret karena masalah bahan bakar – membuat Stroll mampu mengalahkan hasil finisnya.

Williams: George Russell vs Nicholas Latifi

George Russell dan Nicholas Latifi, saat perkenalan mobil Formula 1 untuk musim 2022 di sela-sela F1 GP Inggris di Silverstone.

George Russell dan Nicholas Latifi, saat perkenalan mobil Formula 1 untuk musim 2022 di sela-sela F1 GP Inggris di Silverstone.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Head-to-head: 15 – 5

Poin: 16 – 7

George Russell mampu unggul jauh atas Nicholas Latifi di kualifikasi. Tetapi, pembalap asal Kanada ini mampu lebih baik dari sisi kecepatan lomba.

Keberhasilan keduanya menuai poin membuat Williams mampu berada di P8 klasemen akhir konstruktor. Sedangkan posisi start yang lebih baik membuat Russell kerap finis lebih baik daripada Latifi saat lomba.

Alfa Romeo: Kimi Raikkonen vs Antonio Giovinazzi

Kimi Raikkonen, Alfa Romeo Racing, Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing, Frederic Vasseur, Alfa Romeo Racing Team Principal

Kimi Raikkonen, Alfa Romeo Racing, Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing, Frederic Vasseur, Alfa Romeo Racing Team Principal

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Head-to-head: 10 – 10

Poin: 7 – 3

Juara dunia 2007 Kimi Raikkonen memiliki race pace yang lebih baik daripada Antonio Giovinazzi di sebagian besar lomba sepanjang 2021. Pengalaman Raikkonen memaksimalkan ban Pirelli menjadi pembeda yang signifikan.

Raikkonen absen di dua balapan karena terpapar Covid-19, sehingga kehilangan kesempatan untuk mengalahkan Giovinazzi. Meskipun, banyak yang meyakini Raikkonen bisa mengalahkan Giovinazzi jika tidak absen.

Sayang, keduanya tidak bisa lagi bersaing musim depan. Raikkonen memutuskan pensiun (digantikan Bottas) sedangkan posisi Giovinazzi tergeser Guanyu Zhou yang datang dari Formula 2.

Haas: Mick Schumacher vs Nikita Mazepin

Mick Schumacher, Haas F1, Nikita Mazepin, Haas F1

Mick Schumacher, Haas F1, Nikita Mazepin, Haas F1

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Head-to-head: 16 – 5

Poin: 0 – 0

Mick Schumacher hanya tiga kali mengalahkan Nikita Mazepin saat kedua Haas VF-21 chequered flag. Tetapi, hasil di GP Arab Saudi tidak dihitung karena kedua rookie sama-sama tidak mampu finis.

Keunggulan Schumacher atas Mazepin di kualifikasi, 19 – 3, tidak begitu berpengaruh di beberapa balapan karena secara umum ia finis lebih dari satu pit stop di depan pembalap asal Rusia tersebut.

Baca Juga:

 

 

dibagikan
komentar
Mercedes Perdengarkan Suara Mesin Mobil 2022 untuk Kali Pertama
Artikel sebelumnya

Mercedes Perdengarkan Suara Mesin Mobil 2022 untuk Kali Pertama

Artikel berikutnya

Personel F1 Diwajibkan Vaksinasi Covid-19 pada 2022

Personel F1 Diwajibkan Vaksinasi Covid-19 pada 2022
Muat komentar