Horner Bantah Red Bull Berusaha Bajak Staf Ahli Mercedes

Prinsipal Red Bull Racing, Christian Horner, membantah timnya berusaha mendekati staf ahli Mercedes demi proyek mesin mereka.

Horner Bantah Red Bull Berusaha Bajak Staf Ahli Mercedes

Formula 1 dikejutkan dengan kepindahan Ben Hodgkinson yang merupakan karyawan veteran Mercedes, ke Red Bull yang akan mengambil peran sebagai direktur teknis.

Hodgkinson merupakan kepala teknis mesin di pabrik Mercedes High Performance Powertrains (HPP) di Brixworth, Inggris.

Pekan lalu, Red Bull mengungkapkan bahwa pihaknya telah menambahkan lima staf ahli lagi ke divisi powertrains yang baru dibentuk. Mereka merupakan orang-orang senior di departemen mesin Mercedes.

Langkah ini dianggap sebagai pembajakan oleh Red Bull dan mereka diisukan telah melakukan pendekatan kepada para staf tersebut agar ingin bekerja di Milton Keynes, Inggris.

Namun, ketika ditanya oleh Sky Sports F1 tentang strategi perekrutan Red Bull, Horner mengatakan bahwa mendekati staf Mercedes sebuah keniscayaan, mengingat hubungan kedua tim.

Horner menegaskan bahwa semua itu murni keputusan para staf tersebut untuk mencari tantangan baru di Formula 1.

“Saya pikir itu sebuah keniscayaan. Jelas, kami berbasis di Inggris dan berjarak 48 kilometer dari Brixworth, di mana Mercedes memutuskan untuk membangun mereka di Inggris,” ujar Horner.

“Mereka melakukan itu karena satu alasan, yaitu ada bakat besar di Inggris. Saya pikir bagi kami, membawa mesin ke kampus, dan mengintegrasikannya dengan sasis sangat menarik.

“Kami sangat tersanjung dengan jumlah pendekatan yang kami lakukan. Tentu saja, kami mulai dengan selembar kertas bersih dan penting untuk mendapatkan orang yang tepat di posisi yang tepat.

“Pastinya, kami cukup sukses dalam menarik beberapa talenta fantastis selain bakat yang akan kami warisi dari Honda ketika mereka pergi pada akhir tahun ini.”

Baca Juga:

Membajak enam anggota kunci Mercedes HPP, Red Bull yang menjadi pesaing utama dalam perebutan gelar F1 2021, tampaknya juga telah menabuh genderang perang di luar trek.

Namun, Christian Horner mengabaikan isu yang beredar dengan mengatakan setiap orang akan bekerja di mana mereka ingin bekerja.

“Pada akhirnya, Anda tidak bisa memaksa seseorang untuk bekerja di mana mereka tak ingin bekerja,” tuturnya.

“Jika kami memiliki tempat yang lebih menarik dan orang-orang melihat semangat balap kami, dan mereka ingin menjadi bagian dari itu, maka kami dengan senang menyambut mereka dalam petualangan ini.”

Sekadar informasi, Mercedes juga sempat membajak sosok penting Ferrari, James Allison, pada Juli 2016. Kepergiannya membuat pabrikan Italia itu langsung goyah dan tak sekompetitif saat ia menjabat sebagai direktur teknis.

dibagikan
komentar

Video terkait

Vettel Anggap F1 2021 sebagai Musim Terberat

Artikel sebelumnya

Vettel Anggap F1 2021 sebagai Musim Terberat

Artikel berikutnya

Hasil FP2 F1 GP Spanyol: Mercedes Cepat dengan Ban Medium

Hasil FP2 F1 GP Spanyol: Mercedes Cepat dengan Ban Medium
Muat komentar