Christian Horner Ungkap Beda Red Bull Racing dengan Tim F1 Lain

Red Bull meluncurkan seri podcast baru, ‘Red Bull Basement Sessions’, yang menampilkan sosok-sosok penting di Formula 1. Dalam acara itu, Prinsipal tim Christian Horner berbicara tentang atmosfer unik yang menjadi ciri mereka.

Christian Horner Ungkap Beda Red Bull Racing dengan Tim F1 Lain

Red Bull Racing telah menarik perhatian banyak orang ketika tiba di Formula 1 (F1), energi dan semangat muda di sekitar tim menunjukkan bahwa itu menghadirkan sesuatu yang baru ke dalam balap jet darat.

Christian Horner, yang menjadi prinsipal tim termuda dalam Formula 1, adalah contoh utama dari hal ini. Di bawah kepemimpinannya, Red Bull menikmati serangkaian kesuksesan dalam perjalanannya.

Tim Austria meraih semua gelar, pembalap dan konstruktor antara 2010 dan 2013. Tahun ini Red Bull kembali bersaing memperebutkan titel sekaligus meruntuhkan dominasi Mercedes. Meski 16 tahun telah berlalu sejak kehadirannya, filosofi tim tidak berubah.

“Kami memiliki kultur yang kondusif untuk merangsang kreativitas. Kami sangat berbeda dari tim lain sebab lingkungan ‘perusahaan’ lebih cair. Banyak anggota kami yang memakai jeans dan tshirt untuk bekerja,” kata Horner.

Max Verstappen, Red Bull Racing, P1, Sergio Perez, Red Bull Racing, Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing, Helmut Marko, Consultant, Red Bull Racing, dan anggota tim Red Bull merayakan kemenangan dalam F1 GP Belanda 2021.

Max Verstappen, Red Bull Racing, P1, Sergio Perez, Red Bull Racing, Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing, Helmut Marko, Consultant, Red Bull Racing, dan anggota tim Red Bull merayakan kemenangan dalam F1 GP Belanda 2021.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

“Red Bull sebagai brand sangat berbeda dengan konstruktor lain. Kami selalu memutar musik dengan sangat keras di garasi dan orang-orang bersenang-senang. Semangat tim adalah yang terpenting: Red Bull sangat inklusif dan santai.

Walaupun atmosfernya menyenangkan, Horner memastikan bahwa setiap anggota tim tetap bekerja dengan fokus, terutama untuk mencapai tujuan mereka. “Kami tetap serius, hanya saja suasananya berbeda,” ucap sang prinsipal.

“Kami harus tetap sadar dan fokus, tetapi dengan cara kami sendiri dalam melakukan sesuatu. Saya mau menjadi juara dunia sebagai prinsipal tim. Jika Anda percaya pada sesuatu dan sangat menginginkannya, Anda bisa mencapai apapun .”

Sejak menjabat sebagai Prinsipal Red Bull pada 2005, diusianya yang ke-31 tahun, Christian Horner telah membawa timnya memenangi empat gelar konstruktor dan empat titel pembalap yang diraih bersama Sebastian Vettel.  

Baca Juga:

dibagikan
komentar
Toto Wolff Kritisi Format Sprint Race F1 yang Membingungkan
Artikel sebelumnya

Toto Wolff Kritisi Format Sprint Race F1 yang Membingungkan

Artikel berikutnya

Fernando Alonso Klaim Alpine yang Terbaik di Papan Tengah F1 2021

Fernando Alonso Klaim Alpine yang Terbaik di Papan Tengah F1 2021
Muat komentar