Horner ingin lokasi tes F1 tetap di Eropa

dibagikan
komentar
Horner ingin lokasi tes F1 tetap di Eropa
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
Diterjemahkan oleh: Aditya Gagat
3 Okt 2016 07.49

Christian Horner menganggap, ide tes di Bahrain yang dilontarkan oleh tim Mercedes sebagai langkah yang "tidak bertanggung jawab". Bos Red Bull itu juga ingin tim F1 tidak dipaksa untuk melakukan tes di tempat yang jauh dari basis mereka.

Christian Horner, Red Bull Racing, Sporting Director
(L to R): Christian Horner, Red Bull Racing Team Principal and Toto Wolff, Mercedes AMG F1 Sharehold
Stoffel Vandoorne, McLaren MP4-31
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 Team W07
Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB12
Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB12
Atmosfer Bahrain
Logo Sirkuit Internasional Bahrain
Bendera Bahrain
Mario Isola, Pirelli Racing Manager (Left) with Paul Hembery, Pirelli Motorsport Director (Right)
Mercedes AMG F1 W06 Hybrid with 2017 and 2016 Pirelli tyres

Seperti yang telah dilaporkan oleh Motorsport.com, tim-tim F1 telah setuju untuk melakukan dua tes pra-musim 2017 di Barcelona.

Keputusan tersebut disetujui meskipun penyuplai ban F1, Pirelli, menginginkan tes pra-musim di gelar di lokasi dengan temperatur yang lebih panas. Perusahaan Italia itu menilai, sirkuit-sirkuit yang terletak di daerah Timur Tengah dapat memberikan hasil evaluasi yang lebih baik terkait efek desain ban mereka untuk tahun depan.

Di GP Malaysia, tim Mercedes juga terlihat berusaha mencari dukungan untuk meloloskan ide tes pra-musim di Bahrain. Mereka memberikan dua opsi terkait rencana tes di Bahrain. Opsi pertama, F1 akan melakukan tes pra-musim pertama di Barcelona dan kemudian Bahrain menjadi tes pra-musim kedua. Opsi kedua, kedua tes pra-musim akan digelar di Bahrain atau tetap di Barcelona.

Ide yang dilontarkan oleh Mercedes tersebut mendapatkan dukungan dari Pirelli.

Secara teori, agar rencana Mercedes (dan Pirelli) dapat lolos, mereka harus mendapatkan persetujuan dari semua tim-tim F1. Karena untuk saat ini, regulasi F1 menyatakan bahwa kedua tes pra-musim hanya dapat digelar di sirkuit-sirkuit yang terletak di benua Eropa.

Namun, Horner telah menekankan bahwa tim mereka tidak setuju dengan ide yang digerakkan oleh Mercedes dan Pirelli itu. Ia kecewa Mercedes melontarkan ide yang dapat menyulitkan situasi finansial bagi beberapa tim kecil.

“Menurut saya, kami harus tetap di Eropa,” jelasnya. “Saat ini, kita mungkin memiliki 65-75 persen tim di F1 yang masih kesulitan dengan kondisi biaya dan finansial mereka.

“Saat kita memiliki konsep generasi mobil yang baru, saya rasa bukan hal yang bertanggung jawab bila kita harus pergi ke lokasi yang akan memakan waktu lebih dari satu setengah jam dari lokasi pabrik kita. Terutama saat kondisi cuaca Spanyol yang juga sama hangatnya di bulan Februari dan awal bulan Maret.

“Kecuali bila kita diberikan subsidi, atau Mercedes yang akan membayar biaya pengiriman logistik kita ke Bahrain, rencana ini seolah-olah mendikte dan memaksakan tim-tim F1 untuk menyetujui ide tes mereka.

“Tim kami memang mampu untuk pergi ke Bahrain, tetapi saya masih menganggap Barcelona sebagai lokasi tes yang lebih baik.”

Horner juga mempertanyakan keuntungan tes di Bahrain saat F1 sendiri telah memiliki jadwal tes pasca-musim di Abu Dhabi. Tes yang akan dilakukan usai musim 2016 berakhir itu digunakan sebagai proses finalisasi desain ban tahun depan.

“Kita telah memiliki jadwal tes ban Pirelli di Abu Dhabi pada bulan Desember,” ujar Horner. “Ban yang digunakan pada awal musim 2017 akan ditentukan dari hasil tes tersebut, jadi saya tidak dapat menangkap logika dari ide mereka yang mengharuskan kami mengeluarkan biaya tambahan.”

Artikel Formula 1 berikutnya
Lauda: Tuduhan sabotase Hamilton "menggelikan dan bodoh"

Artikel sebelumnya

Lauda: Tuduhan sabotase Hamilton "menggelikan dan bodoh"

Next article

Analisis: Sayap depan "ujung terbuka" Mercedes, gambaran mobil 2017

Analisis: Sayap depan "ujung terbuka" Mercedes, gambaran mobil 2017
Muat komentar