Horner paksa Pirelli untuk membiayai tes F1 di Bahrain

Bos tim Red Bull, Christian Horner, berkata bahwa Pirelli harus membayar semua biaya keperluan tes tim F1 bila pabrikan Italia tersebut masih ingin melakukan tes di Bahrain.

FIA saat ini masih menunggu surat dari Pirelli yang akan menjelaskan mengapa mereka menginginkan tes di Bahrain. Saat ini ada kedua kubu yang terpecah akibat dari rencana tersebut. Kubu tim-tim yang mendukung, “dipimpin” oleh tim Mercedes yang sudah cukup vokal mendukung ide pabrikan Italia tersebut. Sementara Horner dan timnya, menjadi pihak yang paling lantang menentang ide yang dianggapnya “tidak bertanggung jawab” dan merugikan tim-tim kecil.

“Skenarionya cukup simpel sebenarnya,” ujar Horner.

“Jika Pirelli ingin kita untuk pergi dan melakukan tes di Bahrain, mereka juga harus ikut menanggung biaya dari tes tersebut.

“Jumlah pengeluaran biaya tersebut bervariasi tiap timnya, dari 300,000 hingga 750.000 poundsterling (4,8 – 12 Milyar rupiah). Menurut saya, tes di Bahrain sungguh tidak adil dan menyulitkan tim-tim F1, terlebih lagi ketika Barcelona di bulan Maret sudah menjadi lokasi tes yang cukup bagus.

“Dan jangan lupa, balapan di Melbourne akan berlangsung dalam kondisi cuaca yang cukup dingin, sama halnya dengan balapan di Tiongkok. Balapan Bahrain akan dilangsungkan pada malam hari, dan Rusia juga dalam kondisi yang dingin.

“Jadi saya rasa, akan lebih masuk akal bila kita melakukan tes usai balapan di Bahrain. Saya lebih memilih seperti itu dibandingkan dengan tes tengah musim di Barcelona, karena semua keperluan dan personel kami sudah ada di sirkuit itu.”

Horner juga memberikan informasi bahwa tim-tim F1 akan kembali berdiskusi terkait isu ini pada ronde berikutnya di Amerika Serikat.

“Kita akan melakukan pertemuan di Austin untuk mendiskusikan isu ini,” jelasnya.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tim Red Bull Racing
Tipe artikel Breaking news