Christian Horner Pimpin Red Bull Racing Lima Tahun Lagi

Christian Horner disiapkan untuk bertahan sebagai Prinsipal Tim Red Bull Racing paling tidak sampai 2026 seusai menyetujui perpanjangan kontrak.

Christian Horner Pimpin Red Bull Racing Lima Tahun Lagi

Christian Horner bergabung dengan Red Bull Racing sebagai prinspal tim pada 2005, tepatnya beberapa saat setelah perusahaan minuman berenergi asal Austria itu membeli Tim Jaguar Racing pada batas akhir akuisisi tim, 15 November 2004.

Perlahan, Horner membangun Red Bull dan merebut finis podium pertamanya saat David Coulthard finis P3 di GP Monako 2006. Kemenangan pertama baru diraih di GP Cina 2009 lewat Sebastian Vettel.

Di bawah kepemipinan Horner, Red Bull Racing berhasil mengoleksi lima gelar juara dunia pembalap masing-masing empat lewat Vettel (2010, 2011, 2012, 2013) dan satu dari Max Verstappen (2021) serta empat gelar konstruktor (2010-2013).

Gelar juara dunia terakhir direbut Verstappen dengan dramatis pada balapan terakhir musim ini di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, lebih dari sepekan lalu. Verstappen memastikan gelar setelah melewati juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas) di lap terakhir.

Setelah memenangi balapan, Verstappen berharap dirinya bisa bertahan di Red Bull Racing untuk 10 sampai 15 tahun ke depan. Konsultan Red Bull Helmut Marko pun langsung membuka pembicaraan dengan manajemen pembalap Belanda tersebut, soal kontrak baru.

Red Bull sendiri menegaskan bakal mempertahankan tim ini. Sebagai langkah konkret, Horner sudah menandatangani perpanjangan kontrak yang berisi posisinya sebagai prinsipal tim akan bertahan sampai generasi baru power unit (PU) diperkenalkan pada 2026.

Bicara di depan ServusTV dalam wawancara bersama Verstappen, Marko menyebut kerja sama dirinya dengan Horner selama ini sangat bagus. Itulah mengapa Red Bull lebih dulu memperpanjang kontrak Horner daripada Verstappen.

Baca Juga:

“Horner adalah prinsipal tim. Ia yang lebih banyak disorot publik sedangkan saya lebih banyak di belakang layar,” tutur Marko.

“Tetapi kami berkoordinasi sangat baik terkait banyak hal. Kami menjalankan tim beserta seluruh staf bersama-sama. Soal isu-isu politis, kami selalu satu nada. Dari situ semua saya percaya bila sukses Red Bull selama ini karena kami sudah melakukan hal yang benar.”

Marko pun mengenang bagaimana awal-awal Red Bull ingin merekrut Horner. Saat itu, pemilik Red Bull Dietrich Mateschitz bahkan sampai bertanya Christian Horner yang mana. Hal tersebut dinilai wajar karena sebelum ke Red Bull, Horner belum berpengalaman di F1.

“Tetapi saya sudah mengenal Horner dari Formula 3000 (kini Formula 2) dan balap level junior lainnya. Saya tahu seperti apa ambisi dan kemampuannya. Kini, semua itu berkembang menjadi hasil yang luar biasa,” ujar Marko.  

“Untik menjaga stabilitas tim menghadapi transisi dalam beberapa tahun ke depan seperti regulasi mesin baru dan saat aturan baru sasis. Jadi, kami ingin tim yang solid demi mengantisipasi semua itu.”

Setelah Christian Horner, kontrak penting lain yang harus dipikirkan Red Bull adalah mempertahankan Verstappen. Seperti diketahui, kontrak pemenang 20 Grand Prix, 13 pole position, 16 fastest lap, dan 60 podium tersebut akan habis pada akhir musim 2023.

“Pernyataan Verstappen tempo hari (tentang ingin tetap bersama Red Bull dalam 10-15 tahun ke depan) bukanlah suara dari manajemennya. Kini, kami tengah mendiskusikan (kontrak baru) itu,” kata Helmut Marko.

dibagikan
komentar
Prema Racing Terpukau Konsistensi Oscar Piastri
Artikel sebelumnya

Prema Racing Terpukau Konsistensi Oscar Piastri

Artikel berikutnya

Ferrari Akan Menunjukkan Banyak Inovasi di F1 2022

Ferrari Akan Menunjukkan Banyak Inovasi di F1 2022
Muat komentar