Horner tak yakin dengan keseimbangan performa antar mesin F1

dibagikan
komentar
Horner tak yakin dengan keseimbangan performa antar mesin F1
Oleh: Lawrence Barretto
30 Apr 2017 07.28

Christian Horner berpendapat, jika kriteria FIA untuk menghitung keseimbangan performa antar mesin di Formula 1 kurang tepat.

Charlie Whiting, FIA Race Director, Toto Wolff, Executive Director Mercedes
Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing

Pada tahun lalu, FIA dan para manufaktur F1 sepakat untuk bekerja sama agar keseimbangan 3 mesin tercepat di F1 berada dalam rentang waktu 0,3 detik berdasarkan simulasi satu lap di sirkuit Barcelona.

Dengan analisis mendalam menggunakan "metodologi terperinci untuk mensimulasikan hal ini berdasarkan dari data yang ada", FIA meyakini jika keseimbangan antara 3 mesin tercepat di F1 telah tercapai.

Namun, Horner mempertanyakan tentang penyataan FIA tersebut, setelah Red Bull tertinggal 1,711 detik dari Sebastian Vettel yang meraih pole di Rusia.

“Yang menjadi masalah adalah metodelogi di balik hal ini” Horner menjelaskan kepada Motorsport.com. “Setiap lap yang setengah detik lebih cepat tidak dihitung. Ini adalah formula yang sangat mudah.

"Secara realistis Anda hanya perlu melihat datanya di sini untuk percaya jika hal ini bukan masalahnya.

“Sangat jelas bahwa FIA tidak benar-benar ingin terlibat di dalamnya, jadi jumlahnya sesuai.”

Max Verstappen sepakat dengan pernyataan Horner dan berkata jika kenyataannya jaraknya lebih dari 0,3 detik.

“Saya mendengar mereka sedang mengkalkulasi hal ini, jadi jika anda tidak menghitung semua lap cepat dengan tenaga yang baik, mode tenaga mesin penuh – anda tidak bisa mengkalkulasi seperti itu,” Verstappen mengatakan.

“Pada akhirnya, sebagai sebuah tim, kami tahu bagian mana yang harus diperbaiki yaitu pada sasis dan mesin. Tentu saja jaraknya lebih dari 0,3 detik yang bisa saya katakan kepada anda.”

Rekan setimnya, Daniel Ricciardo menambahakan: “Melihat dari jarak yang ada tentu saja lebih dari 0,3 detik, saya berani bertaruh pada hal ini.”

Carlos Sainz berujar pada Jumat, Jika ia merasa “konyol“: ketika membaca keputusan FIA dan komentar dari Sergio Perez, yang mengatakan jika mesin Ferrari dan Renault tidak tertinggal jauh tenaganya dengan Mercedes.

Artikel Formula 1 berikutnya
McLaren bantah klaim Jordan soal kontrak mesin Mercedes

Artikel sebelumnya

McLaren bantah klaim Jordan soal kontrak mesin Mercedes

Next article

Mulai 2018, Sauber pakai mesin Honda

Mulai 2018, Sauber pakai mesin Honda
Load comments