Horner tidak ingin ada ‘team order’ di GP Malaysia

dibagikan
komentar
Horner tidak ingin ada ‘team order’ di GP Malaysia
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
Diterjemahkan oleh: Aditya Gagat
4 Okt 2016 08.21

Bos Red Bull Racing, Christian Horner, menekankan dirinya tidak ingin memberikan instruksi team order saat kedua pembalapnya bertarung untuk memperebutkan posisi di balapan GP Malaysia.

Christian Horner, Red Bull Racing Team Principal celebrates on the podium
Podium: race winner Daniel Ricciardo, Red Bull Racing, second place Max Verstappen, Red Bull Racing,
Podium: race winner Daniel Ricciardo, Red Bull Racing
Race winner Daniel Ricciardo, Red Bull Racing (Right) in the FIA Press Conference with team mate Max
Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB12 leads team mate Max Verstappen, Red Bull Racing RB12
Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB12 leads team mate Max Verstappen, Red Bull Racing RB12
Valtteri Bottas, Williams FW38
Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB12 leads team mate Max Verstappen, Red Bull Racing RB12
Race winner Daniel Ricciardo, Red Bull Racing (Right) celebrates with his second placed team mate Ma

Dari pitwall, Horner terlihat sedikit cemas saat dua strategi berbeda yang dijalani oleh kedua pembalapnya, justru membawa Max Verstappen mendekati rekan satu timnya, Daniel Ricciardo. Mereka pun terlibat pertarungan sengit untuk memperebutkan posisi di trek.

Dalam situasi tersebut, Horner tentunya sempat tergoda untuk memberikan instruksi team order agar tim mereka dapat meraih poin semaksimal mungkin. Namun ia menekankan bahwa perlakuan yang adil menjadi prioritasnya.

Saat Verstappen mendekati Ricciardo untuk pertama kalinya, Verstappen diperkirakan masih dapat bertarung dengan Hamilton yang saat itu masih memimpin balapan. Jadi, keputusan team order itu sebenarnya dapat dianggap masuk akal, agar pembalap Belanda itu tidak kehilangan waktu banyak.

Tetapi setelah balapan usai, Horner berkata, ia membiarkan Verstappen dan Ricciardo untuk saling bertarung karena menurutnya, Red Bull dan Verstappen sudah tidak memiliki harapan untuk melawan Hamilton.

“Yang sebenarnya terjadi di titik ini, Max yakin dapat menyelesaikan balapan dengan kompon ban hard.

“Dengan Daniel, kami telah melakukan pitstop-nya di Lap 21/22 dan kami sempat melakukan diskusi dengannya terkait apakah ia dapat menyelesaikan balapan tanpa melakukan pitstop lagi.

“Respon pertamanya, ia menjawab ‘ya’, ia berpikir ia dapat melakukannya. Jadi setelah itu mereka bertarung memperebutkan posisi di trek.

“Jadi kami tidak melakukan intervensi apa pun, kami hanya memberikan instruksi kepada mereka untuk tetap saling menghormati saat keduanya bertarung di trek.

“Hal tersebut memang sudah kami diskusikan pada pagi harinya – saling memberikan ruang. Dan, saat balapan memang ada aksi-aksi seru antar keduanya, tetapi mereka tetap saling menghormati.”

Setelah Hamilton tersingkir dari balapan GP Malaysia, pertarungan antar dua pembalap Red Bull yang sebelumnya hanya untuk memperebutkan posisi kedua, kini terbukti menjadi krusial. Ricciardo yang berhasil menjaga posisinya dari Verstappen secara efektif kini menjadi pemimpin balapan yang baru. Red Bull kemudian ingin memastikan kemenangan mereka dengan melakukan pitstop untuk kedua pembalapnya.

Dengan raihan 1-2 di depan mata, Red Bull kembali berada di posisi di mana instruksi team order dapat memastikan raihan mereka. Tetapi Horner kembali membiarkan kedua pembalapnya untuk saling bertarung di trek.

Ketika ditanya apakah ia tergoda untuk memberikan instruksi team order, Horner menjawab: “Tidak, saya sudah mengambil keputusan. Saya memberikan instruksi kepada kedua teknisi balap mereka bahwa mereka diperbolehkan untuk saling bertarung, tetapi saya ingin memastikan bahwa raihan 43 poin menjadi prioritas kami. Jadi saya meminta mereka untuk menghormati hal itu.

“Mereka dalam pengaturan mesin yang sama, mereka juga memiliki tenaga yang sama – jadi menurut saya, mereka mendapatkan pertarungan yang adil.”

Artikel Formula 1 berikutnya
Analisis teknis: Bagaimana para rival meniru konsep Toro Rosso

Artikel sebelumnya

Analisis teknis: Bagaimana para rival meniru konsep Toro Rosso

Next article

Vasseur: Target baru Renault, cetak poin dari kedua mobil

Vasseur: Target baru Renault, cetak poin dari kedua mobil
Muat komentar