Ilott dalam Posisi Bagus Jika Peluang F1 Muncul

Pembalap junior Ferrari, Callum Ilott, meyakini dirinya berada dalam posisi yang bagus untuk bisa melangkah ke Formula 1.

Ilott dalam Posisi Bagus Jika Peluang F1 Muncul

Ilott menutup Formula 2 2020 dengan bertengger di peringkat kedua klasemen akhir. Sayangnya, dengan pencapaiannya itu, Ilott malah tidak mendapatkan kursi di F1 musim ini.

Pembalap Britania Raya itu justru diplot sebagai test driver di Ferrari dan menjadi pembalap cadangan kedua untuk Alfa Romeo.

Sementara itu, rival-rivalnya di F2, yakni Mick Schumacher, Yuki Tsunoda serta Nikita Mazepin, semuanya berkesempatan promosi ke F1.

Namun, ketiganya kesulitan meraih hasil positif. Tsunoda yang tampil mengesankan pada balapan pembuka musim, kini tak mencetak satu poin pun dalam empat balapan terakhir.

Baca Juga:

Melihat hal tersebut, Ilott justru tidak patah semangat. Ia malah merasa percaya diri, bahwa dia berada dalam posisi yang ideal jika kesempatan tampil di F1 muncul.

"Yuki (Tsunoda) telah membuat impresi yang bagus di Bahrain. Dia telah memasang standar pembalap rookie yang baik," ujar Ilott kepada Motorsport.com.

"Saya pikir mereka telah melakukan pekerjaannya dengan baik. Hanya tinggal menunggu waktu bagi mereka untuk bersaing lebih ketat lagi. Dan saya bisa katakan dengan mudah, saya pernah berada di tengah-tengah mereka.

"Saya juga berpikir bahwa saya berada di posisi yang bagus saat ini. Ya, mungkin saya perlu menunggu satu tahun. Tapi saya pernah melihat ada yang menunggu dua tahun."

Callum Ilott, Alfa Romeo Racing C39

Callum Ilott, Alfa Romeo Racing C39

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Musim ini, Ilott memang tidak berpartisipasi dalam ajang open-wheeled single-seater lain. Ia juga memutuskan untuk tidak kembali berlaga di Formula 2 2021.

Itu karena pembalap 22 tahun tersebut merasa, bahwa comeback di F2 tidak akan memberikan dampak yang besar untuk bisa promosi ke F1.

"Saya sudah berdiskusi dengan Ferrari, dengan tim-tim di F2. Tapi situasi di F1 sudah berbeda. Dengan perubahan yang besar di F2, serta waktu adaptasi dengan tim dan lingkungan baru, ini akan jadi lebih sulit," tuturnya.

"Banyak pelajaran mengenai F1 yang bisa saya dapatkan dari ajang lain, sementara saya tidak bisa memaksimalkan potensi yang ada jika balapan di F2 semusim penuh.

"Jadi, untuk saat ini fokus saya adalah melakukan yang terbaik di GT (World Challenge). Mengemudikan mobil secara reguler itu sangat penting."

dibagikan
komentar

Video terkait

Giovinazzi: 'Pembalap Beruang' Juga Layak Dapat Kursi F1
Artikel sebelumnya

Giovinazzi: 'Pembalap Beruang' Juga Layak Dapat Kursi F1

Artikel berikutnya

Horner: Red Bull Harus Selalu Tekan Mercedes

Horner: Red Bull Harus Selalu Tekan Mercedes
Muat komentar