Masih Incar Kursi F1 2022, Hulkenberg Tidak Lirik DTM

Nico Hulkenberg menolak tawaran untuk turun di ajang balap mobil turing Jerman karena masih akan mencoba mendapatkan kursi di Formula 1 2022 atau memilih rencana B.

Masih Incar Kursi F1 2022, Hulkenberg Tidak Lirik DTM

Bukan rahasia lagi bila bos Deutsche Tourenwagen Masters (DTM) alias balap mobil turing Jerman, Gerhard Berger, ingin mendatangkan nama-nama top, utamanya dari Formula 1.

Dengan kelas “baru”, yakni mobil spesifikasi GT3, mantan pembalap F1 tersebut sudah membayangkan nama sekelas Sebastian Vettel untuk turun di DTM. Namun begitu, Berger tahu tidak mungkin menggaet juara dunia F1 (2010-2013) itu ke DTM dalam waktu dekat.

Peluang Berger untuk menarik Vettel kemungkinan besar setelah pembalap asal Jerman itu pensiun dari F1. Masalahnya, belum ada yang tahu kapan Vettel berhenti dari F1 karena kontraknya dengan Aston Martin berlaku untuk beberapa tahun lagi.

Belakangan, muncul nama kompatriot Vettel, Nico Hulkenberg. Tetapi, pria 33 tahun tersebut mengaku masih akan berusaha mendapatkan kokpit F1 untuk musim 2022. Jika tidak, Hulkenberg mengaku akan menjalankan rencana B.

“Jujur, saya sudah sangat merindukan balap dan merasa masih mampu mendapatkan posisi sebagai pembalap aktif,” ucap Hulkenberg seperti dikutip Speedweek.com.

“Tidak ada ajang balap lain yang bisa memberikan saya semangat, emosi, seperti di F1. Anda baru bisa mendapatkan feeling di balap yang Anda sukai. Saat ini, saya masih intens di Formula 1.”

Bila tidak mendapatkan tempat, Hulkenberg mengaku harus mencari alternatif-alternatif lain. Saat ini, Hulkenberg juga tengah mengamati IndyCar. Tetapi, ia belum bisa memastikan apakah Amerika Serikat, tempat IndyCar berlangsung, juga menjadi opsi untuk keluarganya.

Saat disinggung soal DTM, Hulkenberg memberikan jawaban tegas. “Untuk saat ini, saya tidak melihat itu (DTM). Saya masih ingin turun di balap-balap mobil open dan formula,” katanya.

Baca Juga:

Sejak F1 2021, Nico Hulkenberg tercatat sebagai pembalap cadangan dan penguji Aston Martin. Niat Hulkenberg untuk berusaha mendapatkan kokpit di F1 2022 memang realistis.

Saat ini, George Russell diisukan bakal meninggalkan Williams untuk bergabung dengan Mercedes, pabrikan yang menaunginya sejak ajang junior. Pembalap rookie Mick Schumacher dikabarkan juga akan pergi dari Haas F1 pada akhir musim nanti.

Kemungkinan kosongnya satu posisi di tim-tim itulah yang saat ini tengah diupayakan oleh Nico Hulkenberg. Khusus untuk Williams, tim asal Grove, Inggris, itu kabarnya bahkan tidak hanya menjadikan Hulkenberg satu-satunya opsi.

Ada kabar yang menyebut Russell akan ditukar dengan Valtteri Bottas, pembalap Tim Mercedes-AMG Petronas F1 sejak 2017 yang sebelumnya juga membela Williams. Nama pembalap penguji Alpine F1, Daniil Kvyat, juga masuk radar Williams.

Nico Hulkenberg melakukan debut F1 pada GP Bahrain 2010 dan menjalani satu musim penuh bersama Williams. Musim berikutnya, Hulkenberg menjadi pembalap penguji Force India untuk kemudian menjadi regular driver tim tersebut pada 2012 sampai 2016.

Bergabung ke Renault pada 2017, posisi Nico Hulkenberg di tim yang kini berganti nama menjadi Alpine F1 itu tergeser oleh Esteban Ocon pada F1 2020.

Tahun lalu, Nico Hulkenberg menjadi pembalap cadangan Racing Point (kini Aston Martin) dan tiga kali masuk entry list menggantikan Sergio Perez di GP Inggris dan GP 70th Anniversary serta Lance Stroll di GP Eifel.

Di GP Inggris, Hulkenberg tidak jadi start karena masalah kopling. Tetapi, ia mampu merebut poin di GP 70th Anniversary dengan finis P7 dan P8 di GP Eifel. Dari total 179 kali start F1, Nico Hulkenberg belum pernah finis podium dan hanya sekali pole dan satu fastest lap.  

 

dibagikan
komentar
Ricciardo Klaim Hamilton Kehilangan Kendali Mobil

Artikel sebelumnya

Ricciardo Klaim Hamilton Kehilangan Kendali Mobil

Artikel berikutnya

Honda Lega Kerusakan Mesin Verstappen Tak Parah

Honda Lega Kerusakan Mesin Verstappen Tak Parah
Muat komentar