India berusaha tarik pajak balapan Formula 1

Pengadilan tertinggi India telah memerintahkan Formula 1 World Championship Limited (FOWC) untuk membayar pajak pendapatan karena telah mendirikan badan usaha permanen di India.

Setelah melalui proses pengadilan yang berjalan cukup lama, pengadilan tertinggi India akhirnya mengesahkan keputusan pengadilan tinggi di Delhi untuk menarik pajak tiga balapan F1 yang digelar di negara tersebut pada tahun 2011 hingga 2013.

Dalam pernyataan resmi disebutkan bahwa Sirkuit Internasional Buddh yang dimiliki oleh Grup Jaypee telah dianggap sebagai 'badan usaha permanen' untuk menjalankan bisnis bersama Formula 1.

Di India, badan usaha permanen didefinisikan sebagai sebuah tempat bisnis tetap yang dioperasikan sepenuhnya atau sebagian oleh perusahaan asing di India.

Menurut Business Standard, pajak yang dipungut dapat berkisar 40% dari total pendapatan bisnis, ditambah bunga. Pengadilan Tinggi India juga menganggap biaya penggunaan logo F1 yang dibayar oleh Grup Jaypee sebagai pendapatan bagi FOM, bukan royalti.

Grup Jaypee menandatangani kontrak dengan FOM untuk menggelar balapan F1 pada tahun 2011 hingga 2015. Namun GP India akhirnya dihentikan setelah tiga tahun karena masalah birokrat dan finansial.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tipe artikel Breaking news