India berusaha tarik pajak balapan Formula 1

dibagikan
komentar
India berusaha tarik pajak balapan Formula 1
Rachit Thukral
Oleh: Rachit Thukral
26 Apr 2017 10.41

Pengadilan tertinggi India telah memerintahkan Formula 1 World Championship Limited (FOWC) untuk membayar pajak pendapatan karena telah mendirikan badan usaha permanen di India.

Sameer Gaur, Jaypee Group Managing Director on the podium
Sebastian Vettel, Red Bull Racing RB9 leads at the start of the race
Buddh International Circuit sign
Track atmosphere
Sahara Force India F1 VJM06 on the grid

Setelah melalui proses pengadilan yang berjalan cukup lama, pengadilan tertinggi India akhirnya mengesahkan keputusan pengadilan tinggi di Delhi untuk menarik pajak tiga balapan F1 yang digelar di negara tersebut pada tahun 2011 hingga 2013.

Dalam pernyataan resmi disebutkan bahwa Sirkuit Internasional Buddh yang dimiliki oleh Grup Jaypee telah dianggap sebagai 'badan usaha permanen' untuk menjalankan bisnis bersama Formula 1.

Di India, badan usaha permanen didefinisikan sebagai sebuah tempat bisnis tetap yang dioperasikan sepenuhnya atau sebagian oleh perusahaan asing di India.

Menurut Business Standard, pajak yang dipungut dapat berkisar 40% dari total pendapatan bisnis, ditambah bunga. Pengadilan Tinggi India juga menganggap biaya penggunaan logo F1 yang dibayar oleh Grup Jaypee sebagai pendapatan bagi FOM, bukan royalti.

Grup Jaypee menandatangani kontrak dengan FOM untuk menggelar balapan F1 pada tahun 2011 hingga 2015. Namun GP India akhirnya dihentikan setelah tiga tahun karena masalah birokrat dan finansial.

Next article
Prioritaskan Shield, F1 batalkan konsep Halo

Artikel sebelumnya

Prioritaskan Shield, F1 batalkan konsep Halo

Next article

Renault siap bawa sayap depan baru untuk atasi masalah laju balapan

Renault siap bawa sayap depan baru untuk atasi masalah laju balapan
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Rachit Thukral
Tipe artikel Breaking news