Ini Faktor-faktor yang Bikin Albon Bisa Kembali ke F1

Alex Albon belum lupa betapa sakitnya tergusur dari pembalap utama menjadi test driver di Red Bull Racing. Tetapi pembalap berdarah Inggris-Thailand tidak menyerah.

Ini Faktor-faktor yang Bikin Albon Bisa Kembali ke F1

Seusai melakukan tes simulator untuk sasis Red Bull Racing di Kejuaraan Dunia Formula 1 2021, Alex Albon menjelaskan sejumlah faktor yang membuat peluangnya untuk kembali menjadi pembalap reguler di masa depan.

Red Bull Racing menggantikan Albon dengan Sergio Perez mulai musim 2021 dengan dua alasan utama: tidak mampu menyaingi kecepatan rekan setimnya, Max Verstappen, serta dinilai kurang pengalaman.

Red Bull mengaku butuh pembalap yang cepat dan berpengalaman karena ingin memberikan tekanan yang lebih besar pada juara dunia (pembalap dan konstruktor) tujuh musim terakhir, Mercedes-AMG Petronas F1.

Karena alasan-alasan itulah Red Bull memilih Perez, yang musim lalu membela Racing Point (kini Aston Martin), dan menurunkan Albon sebagai test driver. Musim ini, Albon juga berkesempatan turun di ajang balap mobil turing Jerman, DTM, dengan dukungan Red Bull.

“Tentu saja kecewa. Formula 1 adalah impian setiap pembalap. Bagi saya, tidak ada toleransi untuk hasil negatif. Saya harus melakukan usaha sekeras mungkin untuk mendapatkan kembali posisi tersebut,” kata Albon seperti dikuti Majalah Formula 1.

Baca Juga:

Sebetulnya, bukan baru kali ini Albon dibuang oleh Red Bull. Itu terjadi setelah hasil buruk di Formula Renault 2012.

“Tentu saja tidak menyenangkan dibuang seperti itu. Tapi saya menjadikannya motivasi agar menuai hasil lebih baik dengan bekerja sangat keras. Itu yang membuat saya bertahan sebelumnya,” tutur Albon.

Setelah hasil bagus di FIA Formula 2 2018, finis di peringkat ketiga, Red Bull Racing akhirnya memanggil Albon kembali. Kini, Albon melihat beberapa faktor yang bisa dijadikannya peluang untuk kembali ke F1.

Albon sudah menegaskan ingin mendapatkan kembali kursi F1 pada 2022. Khususnya dengan salah satu dari dua tim milik Red Bull, Red Bull Racing atau AlphaTauri.

Untuk memulai tersebut, Albon bisa mencermati kemungkinan posisi di Red Bull Racing. Max Verstappen memiliki klausul pelepasan dalam kontraknya. Sergio Perez juga hanya dikontrak selama setahun.

Di AlphaTauri, setelah F1 2021, Pierre Gasly mungkin siap untuk melanjutkan babak baru dalam kariernya (baca: pindah tim). Pembalap debutan dukungan Honda (pemsok mesin), Yuki Tsunoda, masih harus membuktikan kapasitasnya musim ini.

Faktor lain yang membuat peluang Alex Albon terbuka untuk kembali ke salah satu dari tim Red Bull adalah perusahaan minuman berenergi asal Austria itu masih percaya kepadanya.

“Tim tahu apa yang saya bisa lakukan. Jika Red Bull tidak mempercaya saya, mereka seharusnya tidak perlu menahan saya (menjadi test driver),” kata pembalap yang musim lalu finis di P7 klasemen akhir F1 2020 tersebut.

Ringkasnya, Alex Albon dinilai gagal oleh Red Bull karena kurangnya pengalaman, mobil yang sulit dikendarai, dan titik bangkit Albon yang terlambat.

“Tahun lalu sebetulnya lebih baik. Saya kira, lomba terakhir Abu Dhabi menjadi balapan terbaik saya. Tapi saya akui, perkembangan saya itu memang datang terlambat,” ucap Alex Albon.    

  

 

dibagikan
komentar
Hasil Tes Simulator Sasis Baru Red Bull Positif

Artikel sebelumnya

Hasil Tes Simulator Sasis Baru Red Bull Positif

Artikel berikutnya

Alfa Romeo Yakin Upaya Ferrari Perbaiki Mesin Akan Berhasil

Alfa Romeo Yakin Upaya Ferrari Perbaiki Mesin Akan Berhasil
Muat komentar