Ini yang Dipelajari Rosberg dari Wolff

Nico Rosberg kini beralih profesi dengan menjadi pemilik sebuah tim Extreme E. Pria Jerman itu mengaku banyak belajar dari Toto Wolff, bos Mercedes.

Ini yang Dipelajari Rosberg dari Wolff

Juara dunia Formula 1 2016, Nico Rosberg, memiliki kisah unik saat dirinya beralih profesi. Ia baru menyadari telah menjadi bos sebuah tim balap saat makan malam bersama sejumlah calon sponsor timnya.

Rosberg, 35 tahun, juga sempat tidak sadar bila kedua pembalapnya, Molly Taylor dan Johan Kristoffersson, juga duduk satu meja dengannya dan para sponsor. Menariknya lagi, Rosberg pun memberikan nasihat seperti seorang bapak kepada kedua pembalapnya.

“Saat makan malam itu, tiba-tiba saya bilang kepada Taylor dan Kristoffersson: ‘Kalian sudah lelah, silakan jika ingin beristirahat!’ Toto (Wolff) dulu biasa mengatakan itu kepada saya. Lucu rasanya kini saya berperan seperti dia,” ucap Rosberg, beberapa waktu lalu.

Rosberg, yang akan memulai peran sebagai pemilik Tim RosbergXRacing, merasa dirinya sudah siap. Ia pernah menangani tim di ajang balap mobil turing Jerman, DTM.

Kendati begitu, Rosberg tetap saja merasa feeling yang berbeda dibanding saat dirinya menjadi pembalap. “Saya pasti akan merasa gugup dan suasana tensi yang tinggi di pit wall,” ucapnya.

Toto Wolff, Direktur Eksekutif (Bisnis) Mercedes AMG Petronas F1 Team saat merayakan keberhasilan merebut gelar ganda di F1 2020. Gaya kepemimpinan Wolff inilah yang akan dicontoh Nico Rosberg di tim balapnya.

Toto Wolff, Direktur Eksekutif (Bisnis) Mercedes AMG Petronas F1 Team saat merayakan keberhasilan merebut gelar ganda di F1 2020. Gaya kepemimpinan Wolff inilah yang akan dicontoh Nico Rosberg di tim balapnya.

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Rosberg melakukan debut di F1 dengan memperkuat Tim Williams pada 2006. Ia lalu bergabung ke Tim Mercedes AMG Petronas F1 pada 2010.

Pada Januari 2013, Toto Wolff ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif Mercedes AMG Petronas F1. Sebelumnya, Wolff menduduki posisi yang sama sejak 2012. Praktis, Rosberg bisa dibilang mengenal betul seperti apa karakter dan kepribadian pria Austria tersebut.

Lalu, apa lagi yang pelajaran yang diambil Rosberg dari Wolff, yang selalu berhasil menyandingkan gelar juara dunia konstruktor dan pembalap F1 sejak 2014?

“Sentuhan personalnya. Tidak hanya terhadap seluruh kru, staf, dan pembalap. Bahkan terhadap rekanan yang sangat penting pun, Toto selalu bisa dekat secara personal. Itu yang membuatnya berbeda,” kata Rosberg.

Rosberg pun mulai meniru apa yang pernah dilakukan Wolff kepadanya saat masih menjadi embalap dulu. Misalnya, Rosberg menggunakan formulir kontak di beranda e-mail Molly Taylor untuk pertanyaan awal.

“Dari situ saya tahu bisa memintanya bergabung walaupun saat itu ada lima tim yang bekerja sama dengannya dalam waktu bersamaan. Bagi saya, Molly salah satu pembalap wanita terbaik yang ada saat ini,” tutur Rosberg.

Baca Juga:

Pemenang 23 lomba, 57 podium, 30 pole position, dan 20 fastest lap, dalam 206 lomba F1 itu sekali lagi menegaskan dirinya tidak akan kembali turun di lintasan. Meskipun, rivalitasnya dengan Lewis Hamilton masih terjadi sampai saat ini.

Pada 2016, Rosberg mengalahkan Hamilton yang saat itu menjadi rekan setimnya di Mercedes, untuk merebut gelar juara dunia. Namun, pada akhir musim tersebut Rosberg menyatakan mundur.

Kini, Nico Rosberg siap kembali bertarung dengan Hamilton di Extreme E. Pasalnya, juara dunia F1 tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) itu juga memiliki tim di Extreme E.

“Baik saya mapun Lewis sama-sama tidak pernah mau finis kedua,” ujar Nico Rosberg tentang pembalap yang juga pernah menjadi rekan setimnya saat turun di gokar itu.

“Hal yang sama terjadi dengan Jenson Button. Semakin ketat pertarungan, kian keras pula upaya kami. Persaingan tersebut juga menarik perhatian sekaligus memicu isu-isu penting lainnya.”

dibagikan
komentar
Tarso Marques Mengira Akan Wafat karena Covid-19

Artikel sebelumnya

Tarso Marques Mengira Akan Wafat karena Covid-19

Artikel berikutnya

Performa Tsunoda Buat Marko Terkesan

Performa Tsunoda Buat Marko Terkesan
Muat komentar