Insiden GP Italia, Ekses Persaingan Kompleks Hamilton-Verstappen

Lewis Hamilton dan Max Verstappen kembali terlibat insiden pada lomba Formula 1 Grand Prix Italia di Sirkuit Monza, Minggu (12/9/2021).

Insiden GP Italia, Ekses Persaingan Kompleks Hamilton-Verstappen

Dalam kecelakaan yang terjadi di chicane pertama Sirkuit Monza tersebut, Max Verstappen mencoba mengambil sisi dalam menjelang Tikungan 2. Namun, Red Bull RB16B geberan pembalap Belanda tersebut menghantam kerb sehingga menghajar mobil Hamilton.

Saat kedua mobil berhenti, posisi RB16B ada di atas Mercedes F1 W12 andalan juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) tersebut.

Verstappen dan Hamilton pun mundur dari lomba. Inilah kali pertama, kedua pembalap yang sedang bertarung memperebutkan gelar juara dunia tersebut tidak mampu menyelesaikan balapan setelah terlibat insiden yang melibatkan langsung mereka.

Setelah balapan yang akhirnya dimenangi pembalap McLaren, Daniel Ricciardo, tersebut, steward akhirnya menjatuhkan penalti tiga grid untuk Verstappen yang akan berlaku di GP Rusia, seri berikutnya (15) pada 24-26 September mendatang.  

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, dan Lewis Hamilton, Mercedes W12, kecelakaan di lomba F1 GP Italia, Minggu (12/9/2021).

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, dan Lewis Hamilton, Mercedes W12, kecelakaan di lomba F1 GP Italia, Minggu (12/9/2021).

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

Insiden di lomba GP Italia ini sejatinya merupakan ekses (hal melampaui batas) dari persaingan yang sengit nan kompleks di antara Verstappen dan Hamilton sepanjang musim ini.

Seperti diketahui, clash langsung keduanya kali pertama terjadi di Sirkuit Silverstone, GP Inggris, 18 Juli lalu. Saat itu, baik Hamilton yang berada di sisi dalam Tikungan Copse dan Verstappen di sisi luar, sama-sama tidak mau mengalah.

Akibatnya, mobil Verstappen meluncur keluar lintasan setelah ban belakang-kanan bersenggolan dengan ban depan-kiri Mercedes F1 W12. Mobil Verstappen pun hancur setelah menghantam tyre barrier.

Sementara, Hamilton melaju dan memenangi balapan kandangnya, kendati mendapatkan penalti 10 detik saat lomba.

Setelah insiden di seri ke-10 F1 2021 tersebut, tensi keduanya agak menurun di tiga balapan. Namun, di luar dugaan tensi tersebut kembali naik di Monza, Italia.

Max Verstappen, Red Bull Racing, berusaha keluar dari kokpit mobil setelah bertabrakan dengan Lewis Hamilton, Mercedes W12.

Max Verstappen, Red Bull Racing, berusaha keluar dari kokpit mobil setelah bertabrakan dengan Lewis Hamilton, Mercedes W12.

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

Apa yang terjadi di Monza merupakan bagian dari kerasnya persaingan perebutan gelar juara dunia Formula 1 musim ini.

Mercedes sebagai penguasa F1 dalam tujuh tahun terakhir (merebut gelar pembalap dan konstruktor), sejak era turbo hybrid dimulai pada 2014, harus menghadapi tantangan berat dari Red Bull Racing, tim yang mereka taklukkan saat memulai dominasi.

Lewis Hamilton yang sudah termasuk veteran, 36 tahun, menghadapi perlawanan keras dari Max Verstappen yang mewakili generasi baru pembalap F1 dengan usianya yang baru 23 tahun.

Honda selaku pemasok mesin Red Bull juga ingin mengakhiri kiprah mereka di F1 yang akan berakhir setelah musim 2021 ini. Segala upaya mereka lakukan untuk membantu Red Bull meskipun di atas kertas pabrikan asal Jepang itu masih sedikit di bawah Mercedes.

Pernyataan kedua prinsipal tim, Toto Wolff di kubu Mercedes dan Christian Horner dari Red Bull, juga semakin meningkatkan tensi persaingan. Belum lagi komentar dari orang-orang seperti konsultan Red Bull, Helmut Marko.

Lewis Hamilton, Mercedes, keluar dari mobil setelah kecelakaan dengan Max Verstappen, Red Bull Racing.

Lewis Hamilton, Mercedes, keluar dari mobil setelah kecelakaan dengan Max Verstappen, Red Bull Racing.

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Kompleksnya persaingan dan tingginya tensi bisa membuat konsentrasi pembalap maupun tim pasti terpengaruh. Bahkan oleh tim sekelas Mercedes maupun Red Bull Racing yang pernah menguasai F1 (juara pembalap dan konstruktor) empat kali beruntun (2010-2013).

Insiden Hamilton-Verstappen di Imola sejatinya tidak lepas dari pengaruh pit stop yang dilakukan keduanya sebelum kecelakaan. Dan kelalaian seperti itu jelas disebabkan karena tingginya tensi persaingan di antara kedua tim dan pembalap.

Tidak seperti biasa, pit stop yang dilakukan Verstappen pada lap 23 sangatlah lambat. Hal itu memungkinkan Hamilton seharusnya bisa berada di depan Verstappen seusai melakukan pit stop pada lap 25. Saat masuk pit, Hamilton sudah berada di P1.  

Faktanya, kru Mercedes juga lambat melakukan pit stop sehingga saat Hamilton kembali masuk trek, ia berada tepat di samping Verstappen yang saat itu berada di P7.

Senggolan di antara kedua pembalap terbaik F1 saat ini tersebut pun tidak dapat dihindari lagi. Verstappen mungkin memiliki versi tersendiri untuk mengulang insiden Adelaide 1994 (GP Australia) dengan tidak akan membiarkan pesaing gelarnya lebih cepat daripadanya saat keluar tikungan.

Baca Juga:

Seusai insiden di Monza ini, dan hukuman dijatuhkan kepada Max Verstappen, keduanya diharapkan bisa saling respek di lintasan. Tetapi, hal tersebut sepertinya akan sulit terwujud.

Lewis Hamilton menjadi pihak yang paling dirugikan dari insiden ini karena tidak mendapatkan poin sama sekali di Monza. Max Verstappen berhasil memperlebar gap dari tiga menjadi lima poin berkat tambahan dua angka hasil finis kedua Sprint Race GP Italia.

Dengan delapan balapan tersisa musim ini, Lewis Hamilton harus berpikir keras menutup gap lima poin tersebut tanpa harus mengambil risiko terlalu besar.

dibagikan
komentar
Statistik Impresif Daniel Ricciardo dan McLaren di F1 GP Italia

Artikel sebelumnya

Statistik Impresif Daniel Ricciardo dan McLaren di F1 GP Italia

Artikel berikutnya

McLaren Tidak Larut dalam Suasana Kemenangan

McLaren Tidak Larut dalam Suasana Kemenangan
Muat komentar