Insiden Leclerc Bikin FIA Jajaki Aturan Pole IndyCar

Federasi Automobil Internasional (FIA) akan mempelajari apakah aturan IndyCar yang menghapus waktu lap pembalap penyebab red flag di kualifikasi bisa diterapkan di Formula 1.

Insiden Leclerc Bikin FIA Jajaki Aturan Pole IndyCar

Charles Leclerc (Scuderia Ferrari) mampu membuat pole position GP Monako setelah mencatat waktu tercepat pada awal kualifikasi ketiga (Q3), Sabtu (22/5/2021) lalu.

Namun, kecelakaan yang dialami pembalap tuan rumah tersebut saat keluar dari area Swimming Pool hanya beberapa saat sebelum 12 menit Q3 selesai, membuat pembalap lain tidak mampu memperbaiki waktu lap saat melakukan final runs di Q3.

Max Verstappen (Red Bull Racing-Honda) dan Valtteri Bottas (Mercedes-AMG Petronas F1) mungkin menjadi sedikit pembalap yang kecewa karena Leclerc membuat bendera merah (red flag) muncul. Namun, keduanya menilai F1 tidak perlu mengubah regulasi terkait masalah ini.

Kendati begitu Prinsipal Mercedes Toto Wolff berpikir alangkah lebih baik bila F1 mulai mmebawa gagasan baru untuk menghindari situasi “membingungkan” seperti yang terjadi setelah bendera merah muncul akibat kecelakaan Leclerc.

Saat Autosport/Motorsport.com menyinggung apakah F1 akan mempertimbangkan untuk memunculkan aturan alternatif di masa depan, Race Director FIA Michael Masi mengatakan pihaknya akan membawa masalah ini (Leclerc) dalam bahasan rutin.

“Saat sebuah insiden muncul, FIA, Formula 1, dan tim-tim pasti akan melihatnya secara menyeluruh untuk kemudian mempertimbangkan solusinya,” kata Masi.

“Saya tahu aturan di IndyCar, yang juga diterapkan di beberapa seri balap FIA dan kejuaraan domestik di dunia. Kami akan melihat kasus itu bersama semua pemangku kepentingan untuk menentukan apakah solusi itu cocok atau tidak.”

Kecelakaan Leclerc pun lalu dibanding-bandingkan dengan insiden serupa di Monako pada 2006 dan 2014, saat pemegang pole membuat kesalahan di lap terakhir sehingga menghalangi pembalap di belakangnya yang tengah mencoba mempebaiki waktu lap.

Baca Juga:

Pada 2006, Michael Schumacher dinyatakan bersalah karena sengaja memarkirkan mobilnya di La Rascasse untuk menghalangi Fernando Alonso mencatat waktu lebih baik darinya. Akibatnya, Schumi dihukum start dari posisi paling buncit.

Sementara, manuver kontroversial yang dilakukan Nico Rosberg di Mirabeau pada GP Monako 2014 tidak mendapatkan hukuman.

Charles Leclerc menegaskan, ia terlalu pandai untuk sengaja menciptakan kecelakaan demi mempertahankan waktu lap. Apalagi, kecelakaan seperti itu juga berisiko mobil rusak parah.

Leclerc sendiri memang tidak bisa start di GP Monako, Minggu (23/5/2021) lalu, karena gangguan teknis. Tetapi, Ferrari membantah bila kerusakan tersebut disebabkan karena kecelakaan di Q3 sehari sebelumnya.

Belakangan terungkap bila FIA sempat melakukan investigasi atas kecelakaan Leclerc. Hasil pemeriksaan telemetri, rekaman ulang, pembicaraan radio, dan wawancara langsung dengan Leclerc dan kru timnya, pembalap Monako itu memang melakukan kesalahan.

Masi mengungkapkan bahwa race control langsung mempelajari apa yang terjadi dan menemukan bila cukup jelas Leclerc melakukan kesalahan di Tikungan 15.

“Setelah melihat rekaman ulang, menganalisis data dan mendengarkan komunikasi tim, saya tidak yakin pembalap akan sengaja merusak mobil, dalam situasi apa pun. Itu karena beragam konsekuensi yang mungkin bisa mereka tanggung karena insiden itu,” kata Masi.

 

 

dibagikan
komentar
Ricciardo Perlu Mulai Permainan Politik Lawan Norris

Artikel sebelumnya

Ricciardo Perlu Mulai Permainan Politik Lawan Norris

Artikel berikutnya

Sukses Ambil Alih Klasemen, Verstappen Sindir Hamilton

Sukses Ambil Alih Klasemen, Verstappen Sindir Hamilton
Muat komentar