Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Eddie Irvine: Lewis Hamilton Mestinya Pensiun Saja

Mantan pembalap tim F1 Ferrari dan Jaguar, Eddie Irvine, menilai Lewis Hamilton seharusnya memilih gantung helm alias pensiun saja pada akhir tahun lalu.

Lewis Hamilton, Mercedes W13

Eddie Irvine, runner-up Formula 1 1999, meyakini pembalap Mercedes Lewis Hamilton pasti merasa frustrasi menemukan kesulitannya saat ini. Ia bahkan membandingkannya dengan musim lalu.

Irvine menganggap bintang Red Bull Racing Max Verstappen sebagai pembalap tercepat di trek. Namun, agresivitas membuatnya nyaris kehilangan gelar, yang sebenarnya juga layak diraih oleh Hamilton.

“Verstappen membuat kesalahan karena dia terlalu terbawa suasana. Hamilton berusaha menghindari tabrakan untuk waktu yang lama tahun lalu dan jauh lebih baik di Abu Dhabi,” kata Irvine kepada La Gazzetta dello Sport.

“Sayang sekali dia tidak menang karena dia pantas mendapatkannya, tetapi dia seharusnya mengakhiri kariernya,” pria Irlandia Utara itu menambahkan saat ditanya apakah dirinya benar-benar berpikir Hamilton mestinya gantung helm.

Baca Juga:

Menurut Irvine, Lewis Hamilton tidak akan mampu bersaing pada Formula 1 musim ini, terutama karena regulasi teknis baru. Sejauh ini, terbukti Mercedes masih tertinggal dari Ferrari dan Red Bull.

“Saya pikir begitu (Hamilton seharusnya pensiun), saya tak berpikir dia akan mampu berbuat banyak. Dia pembalap gigih, tetapi untuk seseorang yang terbiasa dengan mobil terbaik, tetap membuat frustrasi jika kualifikasinya buruk.”

Memang, para pembalap top berada dalam posisi yang lebih sulit daripada sebelumnya, dan di Grand Prix Australia mereka tampaknya tidak bisa membuat kemajuan. Perubahan yang dicoba tidak memiliki efek yang diinginkan.

Eddie Irvine pun tidak melihat banyak peluang untuk kemajuan yang signifikan dari Mercedes, meskipun pabrikan Jerman memiliki metode dan infrastruktur. Namun, kini mereka harus melihat batas anggaran.

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

“Mereka (Mercedes) punya sumber daya, tetapi mereka harus melihat budget cap (batas anggaran). Kami di Jaguar membuat mobil B untuk akhir musim 2022, hanya saja Saat itu tidak ada batasan seperti itu,” kata Irvine.

“Saya tidak keberatan jika mereka mengalami kesulitan karena saya bukan penggemar brand Mercedes. Ketika Michael Schumacher memilih kembali bersama mereka, saya pikir itu kesalahan besar. Keduanya bukan pasangan yang cocok.

“Tentu saja, Hamilton adalah pembalap dengan karakter hebat. Saya juga suka Toto Wolff untuk cara dia berpikir dan hal-hal yang dia katakan. Mereka berdua bintang. Bagi saya, Mercedes adalah merek lama yang membuat mobil bagus.

“Mereka kembali ke F1 untuk mengubah citra itu, tetapi mereka tidak berhasil buat saya,” Irvine menyimpulkan. 

Saat ini, Lewis Hamilton menempati peringkat kelima dalam klasemen sementara F1 2022. Juara dunia tujuh kali itu tertinggal cukup jauh, 43 poin, dari pembalap Ferrari Charles Leclerc yang ada di posisi puncak. 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Gap Kemenangan Charles Leclerc di Australia Masuk Sejarah Ferrari
Artikel berikutnya Race Engineering Red Bull Pindah ke Program Junior

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia