James Bond Buka Jalan Jessica Hawkins ke Aston Martin

James Bond merupakan salah satu film aksi yang sukses dan selalu ditunggu penggemarnya di seluruh belahan dunia. Bisa terlibat dalam film tersebut tentu saja merupakan sebuah kehormatan bagi sebagian orang.

James Bond Buka Jalan Jessica Hawkins ke Aston Martin

Pengalaman langka dan berharga tersebut dialami Jessica Hawkins. Meski wajahnya tidak tampak di layar lebar, pembalap wanita tersebut punya peran penting, yakni sebagai stunt driver untuk adegan kebut-kebutan dalam film ‘No Time to Die’, yang dibintangi Daniel Craig.

Pekerjaan sampingan tersebut dilakukan karena kepepet. Ia ingin mengumpulkan dana agar bisa bertahan di dunia balap. Sekarang, mungkin hal itu menimbulkan rasa iri rekan-rekannya atau pembalap pria. Hawkins tentu saja bangga dengan pencapaian tersebut.

“Siapa yang tidak mau bekerja dalam sebuah film Bond? Itu adalah pengalaman luar biasa. Satu itu akan selalu saya ingat selamanya,” ia menuturkan.

Hawkins harus jatuh bangun di dunia balap karena prestasinya semenjana. Kata menyerah tak pernah terlintas dalam benaknya.

Setelah merebut banyak trofi dari go-kart, wanita 26 tahun itu mencicipi British Formula Ford Championship 2014 dan MSA Formula (F4) 2015. Tanpa sponsor, ia terpaksa menyudahi jenjang tersebut dan memulai lagi dari awal.

Baca Juga:

MRF Challenge Formula 2000 musim 2015-2016 jadi titik tolak. Setelah itu. Hawkins mengikuti Volkswagen Racing Cup Britania Raya 2016 dan Mini Challenge UK-Pro Class 2017.

Jessica Hawkins, Duta pembalap, Aston Martin

Jessica Hawkins, Duta pembalap, Aston Martin

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Rapor dari kejuaraan itu saja tak cukup untuk membuka jalan ke kompetisi untuk pembalap pro. Ia mesti punya dukungan dana kuat maupun sponsor.

Di tengah rasa putus asa, pembalap itu tak memikirkan risiko keselamatan. Ia mencari lowongan sebagai stunt driver dan mendapat peran dalam pertunjukan Fast and Furious.

“Saya melihat bahwa mustahil mendapat dana, tiba-tiba kesempatan muncul dengan adanya audisi untuk Fast and Furious live show. Saya mendapat pekerjaan itu,” ia mengenang.

“Saya sangat menginginkan balapan, sementara itu bukan balapan. Ini adalah keputusan sulit yang harus saya buat, apakah saya pergi dan melakukan itu atau apakah saya berjalan dan melanjutkan impian untuk balapan?

“Dulu saya tidak punya dana untuk balapan, jadi saya memutuskan untuk mengambil pekerjaan (stunt driver). Itu seperti keputusan terbaik kala itu, saya tidak bisa mengatakan seberapa banyak waktu menyenangkan saya miliki.

“Itu mungkin salah satu pengalaman terbaik yang saya miliki dan saya berjuang untuk melewati pengalaman itu. Sekitar 1,5 tahun itu sungguh istimewa. Saya menambah beberapa skill ke Curriculum Vitae saya dan kemudian berkembang menjadi penampilan di beberapa film.”

Jessica Hawkins, Motorbase Performance Ford Focus ST

Jessica Hawkins, Motorbase Performance Ford Focus ST

Photo by: JEP / Motorsport Images

Ia diorbitkan Allumy Motorsport ke Volkswagen Racing Cup Britania Raya 2018. Hadirnya balapan untuk pilot putri, W Series langsung mencuri atensinya. Ia ditampung Hitech GP pada 2019.

Namanya makin dikenal sehingga diajak Power Max Racing tampil dalam British Touring Car Championship 2020.

Musim ini, Hawkins mengikuti dua kompetisi yakni British Touring Championship serta W Series. Ia membela tim berbeda dari musim lalu. Pembalap yang mewakili X Racing di W Series sangat gembira mendapat kesempatan kembali melaju dalam trek dengan pilot wanita andal.

“Saya harus berterima kasih kepada W Series, karena tanpa mereka, saya tidak mungkin balapan. Saya berhenti balapan sebelum W Series karena dana, dan mereka memberi saya kesempatan kedua,” katanya.

“Saya tahu bahwa saya yang paling tak punya pengalaman di grid, tapi saya bekerja keras dan saya berusaha menutup kurangnya pengalaman.”

CV tersebut cukup untuk meyakinkan Aston Martin F1 dan mengangkatknya jadi duta. Tugasnya mendampingi tim tersebut ketika tidak bertarung di W Series.

Pembalap putri Inggris itu mendapat akses luas ke paddock, berdiskusi dengan kru maupun pembalap tanpa ada yang ditutupi. Ia boleh mengikuti pertemuan para engineer, berjalan bersama para pembalap mengelilingi lintasan.

Jessica Hawkins

Jessica Hawkins

Photo by: Mark Sutton / Motorsport Images

Yang jelas, ia bisa memperluas pengetahuan tentang seluk beluk Formula 1. Impian berada di dalam kokpit mobil F1 mungkin akan jadi kenyataan.

“Saya tahu bahwa saya akan jadi bagian dari tim, tapi saya terpesona oleh bagaimana sambutan orang-orang dan bagaimana perasaan saya jadi bagian tim,” pembalap Snetterton untuk British Touring Car Championship itu berkomentar.

“Dalam beberapa jam, pada balapan pertama saya di Baku, saya merasa jadi anggota keluarga, yang sangat menyenangkan dan hangat. Saya bisa bertanya dan tanpa merasa diri saya mengganggu atau seperti itu.

“Saya berada di bawah naungan mereka dan mereka akan membantu saya semampunya. Jadi bagian dari sebuah tim mungkin kurang saya alami dalam karier, jadi terlibat dengan tim luar biasa adalah peningkatan bagi saya. Dan sebuah tempat untuk belajar.”

Hawkins berharap kariernya lebih bersinar dengan bantuan Aston Martin. Ia dijanjikan bisa mencoba simulator tim sama seperti Sebastian Vettel atau Lance Stroll.

“Saya mulau perjalanan balapan dan balapan adalah tempat di mana hati saya berada,” ia menegaskan.

Jessica Hawkins, pemanasan sebelum balapan

Jessica Hawkins, pemanasan sebelum balapan

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

dibagikan
komentar

Video terkait

Verstappen Prediksi Silverstone Takkan Semudah Red Bull Ring

Artikel sebelumnya

Verstappen Prediksi Silverstone Takkan Semudah Red Bull Ring

Artikel berikutnya

Jadwal F1 GP Inggris 2021 Hari Ini

Jadwal F1 GP Inggris 2021 Hari Ini
Muat komentar