Jenson Button Nilai Hamilton Tak Mungkin Tinggalkan F1

Jenson Button yakin kalau pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, masih berada di grid F1 2022. Kekecewaan dijadikan bahan bakar untuk mengukir rekor peraih delapan titel juara.

Pole man Lewis Hamilton, Mercedes

Sudah satu bulan lebih, Hamilton tak tampak batang hidungnya. Ia menutup diri dari publik karena  kecewa gagal mengenakan mahkota juara musim lalu akibat tak bisa menahan gempuran Max Verstappen di lap terakhir Grand Prix Abu Dhabi.

Apakah pembalap Inggris tersebut bakal kembali atau tidak ke F1 2022 masih jadi spekulasi sampai sekarang. Para suporter menunggu dia muncul dan berbicara.

Hamilton berhasil membangun kariernya sehingga menjadi ikon balap jet darat satu dasawarsa terakhir. Jadi sungguh disayangkan kalau ia memilih hengkang.

Sementara itu, Button, yang cukup kenal dengan kepribadian Hamilton, ragu kalau mantan rekannya di McLaren tersebut bakal mengakhiri perjuangannya. Ketika punya target, kompatriotnya akan berjuang mati-matian mewujudkan itu.

“Saya berharap dia akan balapan. Saya kira dia akan balapan,” ujar juara dunia F1 2009 dalam program Good Morning Britain.

Baca Juga:

Dia ingin memenangi gelar kedelapan menjadi pembalap Formula 1 yang paling bergelimang penghargaan sepanjang sejarah F1. Dia akan melakukan itu. Saya sangat berharap.”

Button membahas tentang peristiwa di lap pamungkas GP Abu Dhabi yang mencoreng kredibilitas F1. Konsultan senior Williams tersebut memilih menatap kompetisi musim lalu dalam skala besar, bukan bagian kecil di balapan akhir.

“Kontroversi mengakhiri musim, tapi saya kira Anda harus melihat musim secara keseluruhan. F1 adalah tempat luar biasa, dua pembalap fantastis menjalaninya setiap akhir pekan,” ucapnya.

“Saya pikir semua orang antusias dengan musim baru. Regulasi baru, dan ini tentang pengembangan mobil-mobil itu sepanjang tahun.”

Bukan hanya Button yang ingin melihat Hamilton balapan lagi, sama seperti beberapa tokoh F1.

Jenson Button, JBXE Extreme-E Team

Jenson Button, JBXE Extreme-E Team

Photo by: Sam Bloxham / Motorsport Images

CEO McLaren, Zak Brown, awal bulan ini mengutarakan keyakinannya bahwa pilot eksentrik akan kembali di Bahrain.

“Saya kira dia akan kembali. Dia pembalap, berada dalam puncak permainan ini. Pastinya, dia sangat marah. Tapi, saya kira para pembalap ingin balapan dan dia adalah seorang petarung,” katanya.

“Saya kira dia mau kembali dan mencoba memenangi kejuaraan kedelapan. Menurut saya, dia tidak siap berhenti. Ini adalah opini pribadi saya tentang masalah itu.

“Sekali Anda gantung helm, Anda akan menggantungnya. Saya kira Anda bisa kembali karena sudah ada beberapa pembalap yang melakukan itu, tapi sepertinya dia belum siap menggantun helm. Dia tidak mungkin membiarkan insiden yang membuatnya pensiun.”

dibagikan
komentar

Digelar Tertutup, Pecinta F1 Tak Bisa Pantau Tes Pramusim di Barcelona

McLaren Bikin Penasaran Usai Nyalakan Mesin MCL36 Pertama Kali