John Watson: Hamilton Lebih Pilih Bottas daripada Russell

Juara F1 tujuh kali, Lewis Hamilton, diperkirakan lebih memilih berada satu tim dengan pembalap kurang ambisius, seperti Valtteri Bottas daripada George Russell.

John Watson: Hamilton Lebih Pilih Bottas daripada Russell

Hingga pertengahan Formula 1 2021, teka-teki seputar pendamping Hamilton di Mercedes belum terjawab. Pilihan antara mempertahankan Bottas atau mempromosikan didikan internal, George Russell, terus terbuka.

Beberapa waktu lalu, Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, mengirim sinyal kalau ia ingin memberi kesempatan kepada pembalap muda yang dipinjamkan ke Williams tersebut.

Namun, di lain kesempatan, ia menyebut bahwa Bottas adalah sosok yang penting bagi skuad pabrikan Jerman tersebut. Sejak bergabung menggantikan Nico Rosberg pada 2017, pembalap Finlandia selalu menunjukkan loyalitas terhadap tim.

Bottas bahkan rela menekan egonya demi kemenangan tim. Bernaung satu tim dengan kampiun seperti Hamilton, ia sadar sulit memperjuangkan gelar juara individu. Faktor ini yang membuatnya bisa klop dengan pilot asal Inggris tersebut.

Hanya saja, musim ini, performa Bottas makin tidak stabil. Ia terhempas ke posisi keempat setelah naik podium ketiga pada lima edisi (Bahrain, Portugal, Spanyol, Styria dan Inggris) dan satu runner-up dalam GP Austria.

Sementara, Russell memperlihatkan peningkatan kinerja seiring dengan geliat Williams. Di Hungaria, ia bahkan mendulang poin perdana untuk tim tersebut. Tentu saja, Wolff tertarik dengan pembalap muda potensial dan ide peremajaan dalam tim.

Ketika diminta pendapatnya tentang pasangan ideal Hamilton musim depan, John Watson yakin kalau pembalap itu memilih rekan yang mau mengalah. Bottas cocok dengan kebutuhannya. Sedangkan, Russell yang masih muda tentu ingin menguasai podium ketika diberi mobil sekaliber W12.

Baca Juga:

“Saya kira Lewis ingin mempertahankan Bottas di sisinya karena Valtteri adalah rekan setim yang mau diajak kerja sama,” ucapnya kepada RacingNews365.

“Dia tak mau berada satu tim dengan seseorang seperti George, yang sudah menjalankan pekerjaan dengan sangat baik di Bahrain tahun depan. Lewis punya otoritas signifikan dan energi dalam tim Mercedes dan keluarga Mercedes.

“Hamilton punya alasan sangat bagus untuk berbahagia dengan kehadiran Bottas. Bagaimana pun, berdasarkan opini saya, hal-hal berubah jika Anda memboyong singa muda seperti George melakukan pekerjaan fantastis.

“Seperti yang Anda lihat selama lebih bertahun-tahun, jika Anda punya dua pembalap mengincar titel, maka selesai. Kemudian, Anda membiarkan pintu terbuka untuk tim lain. Saya ingin melihat George di Mercedes, tapi kalau itu terjadi, dia harus setuju untuk terus berada di belakang Hamilton.”

Valtteri Bottas, Mercedes W12, George Russell, Williams FW43B, Kimi Raikkonen, Alfa Romeo Racing C41 ,and Mick Schumacher, Haas VF-21

Valtteri Bottas, Mercedes W12, George Russell, Williams FW43B, Kimi Raikkonen, Alfa Romeo Racing C41 ,and Mick Schumacher, Haas VF-21

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Direktur Teknik Alfa Romeo Prediksi Mobil F1 2022 Lebih Lambat

Artikel sebelumnya

Direktur Teknik Alfa Romeo Prediksi Mobil F1 2022 Lebih Lambat

Artikel berikutnya

Daniel Ricciardo Tak Pernah Bermimpi Jadi Pembalap Ferrari

Daniel Ricciardo Tak Pernah Bermimpi Jadi Pembalap Ferrari
Muat komentar