Jost Capito Pastikan Tak Ada Favorit di Williams

Prinsipal Williams F1, Jost Capito, menegaskan tak ada favorit dalam timnya. Mereka memperlakukan Nicholas Latifi dan Alex Albon setara.

Jost Capito Pastikan Tak Ada Favorit di Williams

Kepergian George Russell ke Mercedes, membuka jalan bagi Albon kembali ke kancah Formula 1. Pembalap didikan Red Bull tersebut sempat dibuang dari ajang balap bergengsi karena kalah pengalaman dari Sergio Perez.

Musim 2021, Albon terpaksa pindah ke DTM. Pada kompetisi tersebut, ia naik podium empat kali dan mencapai satu kemenangan, serta 1 pole position. Pembalap Thailand menghuni posisi keenam dalam klasemen akhir.

Setelah setahun menghilang dari balapan F1, ia dapat lampu hijau untuk gabung dengan Williams. Perbedaan pemasok mesin membuat Albon mesti putus hubungan dengan Red Bull.

Dibandingkan Latifi, Albon punya rapor lebih gemilang. Pada 2020, bersama tim asal Austria tersebut, finis P3 di GP Tuscan dan GP Bahrain.

Sedangkan, pilot Kanada hampir selalu berada di luar 10 besar. Torehan terbaiknya adalah P7 GP Hungaria dan P9 GP Belgia.

Baca Juga:

Menilik dari perbedaan tersebut, Capito menekankan bahwa kedua pembalap bakal punya kontribusi sama untuk membantu tim mempertajam prestasi.

“Tentu saja, itu bagus untuk keduanya. Saya kira untuk Alex, sungguh bagus mendapat kesempatan kedua untuk come back dan memimpin tim lebih maju,” ucapnya.

“Dia tidak datang dan mengatakan, ‘Ok, saya ingin memenangi balapan.’ Jelas bahwa dia harus mengembangkan tim bersama-sama dengan Nicky dan kami, serta semua insinyur dan setiap orang di Grove.

“Dia tampak menikmati perannya. Dia bekerja dengan sangat baik dengan Nicky. Kami tidak punya nomor satu dan nomor dua. Mereka diperlakukan setara. Nicky dapat meninggalkan jejaknya, tak diragukan lagi.”

Latifi menunjukkan performa cukup baik, meski masih ada di bawah bayang-bayang Russell. Capito melihat masih ada ruang perbaikan untuk pemilik nomor enam itu.

“Nicky telah menuntaskan tugasnya dengan baik musim ini. Ketika Anda melihat hasil kualifikasi, beberapa tidak menunjukkan kalau dia berada di posisi dapat mengungguli George, tapi situasinya bukan dia yang bertanggung jawab,” tutur pria 63 tahun itu.

“Ketika Anda melihat gap, mereka tidak terlalu lebar. Tentu saja, ada tantangan besar menjadi rekan setim George. Dia melakukan dengan sangat baik, dan dia berkembang banyak musim ini.

“Jadi saya percaya, Nicky masih bisa berkembang karena itu baru musim keduanya. Musim pertamanya, tahun lalu, sangat aneh karena pandemi Covid-19.

“Ada banyak sirkuit baru musim ini, jadi sulit baginya. Namun, dia tergolong mampu melakoni pekerjaan brilian.”

Albon dan Latifi sudah pernah jadi rekan setim di DAMS, Formula 2 2018. Relasi baik yang terbangun membuat tim lebih mudah mengatur mereka.

“Alex dan Nicky balapan bersama sebagai rekan setim pada 2018. Jadi mereka saling mengenal, mereka saling menghormati,” Capito mengungkapkan.

Nicholas Latifi, Williams FW43B

Nicholas Latifi, Williams FW43B

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

“George dan Alex merupakan rekan secara pribadi. Saya kira Alex sangat cocok dengan situasi dan lingkungan dalam tim sekarang. Untuk Alex, saya pikir ini adalah kesempatan kedua yang bagus.

“Kami akan bersenang-senang dengannya. Saya percaya dia akan tampil dengan sangat baik.”

Mengenai Russell yang angkat kaki, Capito mengatakan sangat sedih kehilangan aset berharga. Apalagi ia melihat potensi besar pemuda Inggris tersebut untuk jadi juara F1 masa depan.

“George adalah pemimpin tim yang hebat. Berlian mentah belum cukup bagus. Dia merupakan berlian yang sudah diasah,” ujarnya.

“Dia memang masih belum dalam kondisi terbaik. Saya kira dia masih bisa lebih baik. Tapi, pada tahap sekarang, dia merupakan aset terbesar setiap tim. Begitu juga, dia bagi kami.

“Di sisi lain, kami sedih melihatnya pergi. Itu seperti yang diharapkan dan kami mendukungnya dapat kesempatan ini. Kami sangat gembira untuknya dapat kesempatan.”

dibagikan
komentar
Mick Schumacher Sedih Tonton Film Dokumenter Ayahnya
Artikel sebelumnya

Mick Schumacher Sedih Tonton Film Dokumenter Ayahnya

Artikel berikutnya

Raikkonen Hengkang, Leclerc Minat Ganti Nomor?

Raikkonen Hengkang, Leclerc Minat Ganti Nomor?
Muat komentar