Kalkulasi Penalti Mesin yang Bisa Dialami Hamilton dan Verstappen

Pergantian komponen pada mesin Valtteri Bottas di Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat berujung penalti grid. Bagaimana dengan Lewis Hamilton dan Max Verstappen?

Kalkulasi Penalti Mesin yang Bisa Dialami Hamilton dan Verstappen

Pada Kejuaraan Dunia Formula 1 2021, setiap pembalap hanya diizinkan memakai maksimal tiga power unit (PU) untuk 22 balapan.

Komponen-komponen di PU, yakni MGU-H, MGU-K, Internal Combustion Engine (ICE), turbo, sistem elektronik, dan energy storage (penyimpan daya) juga maksimal dibatasi sampai tiga. Sedangkan sistem pembuangan (exhaust) maksimal delapan.

Bila PU utuh keempat dipakai, pembalap akan mendapat penalti 10 grid untuk setiap komponen, atau sama dengan 60 penurunan posisi start (karena mengganti MGU-H, MGU-K, ICE, turbo, sistem elektronik, dan energy storage).

Namun, saat penalti lebih dari 15 grid dijatuhkan, pembalap langsung akan menempati posisi grid paling belakang. Itulah yang dialami Max Verstappen (Red Bull Racing) di GP Rusia pada akhir September lalu.

Detail mesin Mercedes W12 saat akan turun di GP Turki.

Detail mesin Mercedes W12 saat akan turun di GP Turki.

Foto oleh: Uncredited

Bila hanya satu komponen yang diganti, seperti yang dialami Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1) saat memakai ICE keempat di GP Turki lalu, hanya 10 penalti grid yang diterima.

Menjelang lima balapan terakhir, penalti grid tentu akan menjadi momok bagi Verstappen dan Hamilton yang sedang bersaing memperebutkan gelar.

Regulasi sudah jelas menyebutkan seberapa banyak seorang pembalap kehilangan posisi start saat memakai komponen maupun PU keempat.

Pertanyaannya, bagaimana jika Hamilton atau Verstappen memakai komponen kelima? Ternyata ada sistem pengurangan hukuman terkait penggunaan mesin maupun komponen yang melebihi batas ini.

  • Jika Lewis Hamilton atau Max Verstappen hanya mengganti satu komponen  mesinnya, mereka akan kehilangan lima posisi grid. Bila mengganti dua, penalti 10 grid dan seterusnya.
  • Bila Hamilton atau Verstappen mengganti seluruh komponen pada PU alias memakai satu unit yang benar-benar baru, mereka akan start dari posisi paling belakang. Pasalnya, mereka akan diturunkan 30 posisi dengan perincian lima penalti grid untuk setiap enam komponen (5x6=30).

Jadi, bila Hamilton memakai ICE kelima, ia hanya akan kehilangan lima posisi start. Tetapi jika ia juga mengganti MGU-H atau MGU-K (atau turbo, sistem elektronik, maupun energy store), maka pembalap Inggris itu akan mendapatkan 10 penalti grid.

Jika juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020) itu mengganti seluruh komponen PU, ia akan start dari posisi paling belakang (tergantung apakah ada pembalap lain yang dipenalti).

Situasi yang sama akan dialami Max Verstappen. Pembalap asal Belanda itu akan start dari posisi paling belakang jika memakai PU kelima. Namun ia hanya akan dipenalti lima grid jika cuma satu komponen kelima yang diganti.

Baca Juga:

Inilah yang terjadi pada Valtteri Bottas, rekan setim Hamilton, di GP Amerika Serikat, akhir pekan lalu. Pembalap Finlandia itu memakai ICE (komponen yang membuat Mercedes pusing) keenam hingga membuat posisi startnya di Circuit of The Americas (COTA) diturunkan lima posisi.

Di GP AS lalu, dua pengguna mesin Mercedes, George Russell (Williams) dan Sebastian Vettel (Aston Martin), juga dipenalti karena sama-sama memakai turbo dan MGU-H keempat.

Pencinta F1 saat ini khawatir bila gelar juara dunia 2021 nanti akan ditentukan oleh sanksi yang diterima para favorit juara, dalam hal ini Max Verstappen dan Lewis Hamilton. Tetapi, aturan tetaplah aturan yang harus diikuti serta dipatuhi seluruh tim dan pembalap.

          

  

dibagikan
komentar
Esteban Ocon Akui Mobil Alpine Lebih Lambat daripada AlphaTauri
Artikel sebelumnya

Esteban Ocon Akui Mobil Alpine Lebih Lambat daripada AlphaTauri

Artikel berikutnya

Tiket Pre-sale F1 GP Miami Terjual Habis dalam 40 Menit

Tiket Pre-sale F1 GP Miami Terjual Habis dalam 40 Menit
Muat komentar