Kamus Formula 1

Kamus F1: Balapan

Kenali semua istilah dan aturan-aturan di setiap balapan Grand Prix Formula 1.

Balapan

Durasi balapan ditentukan oleh jumlah lap minimum untuk melampaui jarak tempuh 305 kilometer.

Khusus GP Monako, patokan minimal jarak tempuh balapan adalah 260 kilometer.

2 jam batas durasi balapan - Siapapun yang pertama mendapat kibasan checkered flag setelah batas 2 jam berakhir akan dinyatakan sebagai pemenang. 

Alokasi poin

Di setiap akhir balapan, poin diberikan kepada sepuluh pembalap teratas yang dihitung ke dalam klasemen pembalap dan konstruktor dengan skala berikut:

P1 : 25 poin
P2 : 18 poin
P3 : 15 poin
P4 : 12 poin
P5 : 10 poin
P6 : 8 poin
P7 : 6 poin
P8 : 4 poin
P9 : 2 poin
P10 : 1 poin

Setengah dari ketentuan poin di atas akan diberikan jika balapan berakhir kurang dari 75% jarak tempuh yang dijadwalkan.

Poin tidak akan diberikan jika balapan berakhir dengan kurang dari dua lap.

Meski tidak mencapai finis atau berhenti, pembalap yang menyelesaikan 90 persen jarak tempuh lomba dinyatakan masuk klasifikasi balapan.

Gelar juara dunia pembalap dan konstruktor diberikan kepada mereka yang mencetak poin paling banyak di akhir musim.

Jika ada dua pembalap memiliki jumlah poin yang sama di akhir musim, maka jumlah kemenangan dan posisi finis terbaik berikutnya menjadi tie-breaker.

McLaren Mercedes, Mobil 1, Race Fuel

Penggunaan bahan bakar

Mobil tidak boleh menggunakan lebih dari 105 kg bahan bakar di setiap balapan.

Aliran penggunaan bahan bakar tidak boleh melebihi 100 kg/jam.

Pembalap yang melanggar batasan bahan bakar akan langsung dikeluarkan dari hasil balapan.

Tim tidak diizinkan menambah atau mengurangi bahan bakar dari mobil saat balapan.

Pirelli tyres

Penggunaan ban

Pirelli adalah satu-satunya supplier resmi ban di F1.

Ada tujuh kompon ban berbeda yang ditandai dengan warna masing-masing di sidewall: Ultrasoft (ungu), supersoft (merah), soft (kuning), medium (putih), hard (oranye), intermediate (hijau), dan full wet (biru).

Lima kompon ban kering tanpa alur (slick): Ultrasoft, Supersoft, Soft, Medium, Hard.

Dua kompon ban basah dengan alur: Intermediate dan Full Wet.

Kompon ban yang lebih halus menghasilkan lebih banyak daya cengkeram tapi lebih cepat aus.

Kompon ban yang lebih keras bisa bertahan lebih lama tapi dengan daya cengkeram yang lebih rendah.

Kompon ban basah tidak cocok digunakan di lintasan kering, begitu juga sebaliknya.

Di setiap balapan, tim dapat menggunakan tiga kompon ban kering.

Di balapan yang kering, pembalap harus menggunakan setidaknya dua kompon ban berbeda.

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL32 practices a pit stop

Pit stop

Setiap tim akan melakukan setidaknya satu kali pitstop dalam durasi penuh balapan. Pada era awal Formula 1, pembalap bisa keluar dari mobil karena lamanya waktu perbaikan atau pergantian ban yang dibutuhkan. Namun di era modern, hal tersebut mustahil untuk dilakukan karena kini tim hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 detik untuk melakukan pergantian keempat ban mobil.

Periode pitstop juga menyajikan pertarungan strategi antar tim dan pembalap. Istilah 'undercut' biasa digunakan saat seorang pembalap melakukan pitstop terlebih dahulu dan memaksimalkan ban yang lebih segar atau lebih lunak untuk mengejar pembalap di depannya. Namun praktik ini membutuhkan perhitungan yang cermat, dan tim yang melakukan kesalahan dapat merugikan pembalapnya sendiri.

Untuk alasan keselamatan, kecepatan di pit-lane tidak boleh melebihi 80km/j. Namun di beberapa kasus istimewa seperti di Monako, batas kecepatan tersebut bisa lebih lambat karena konfigurasi trek. Pembalap yang melanggar batas kecepatan bisa dikenai hukuman denda hingga €1000, dan jika pelanggaran tersebut dilakukan saat balapan, maka hukuman penalti drive-through dapat dijatuhkan.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tipe artikel Special feature
Tag berita f1, kamus f1
Topik Kamus Formula 1