Topik

Kamus Formula 1

Kamus F1: Latihan Bebas dan Kualifikasi

dibagikan
komentar
Kamus F1: Latihan Bebas dan Kualifikasi
Cep Goldia
Oleh: Cep Goldia
24 Mar 2017 03.28

Sebelum balapan dari suatu grand prix dimulai, ada serangkaian sesi yang harus diikuti oleh pembalap.

Terdapat tiga sesi latihan yang dapat dimanfaatkan oleh setiap tim dan pembalap jelang balapan di hari Minggu. Setidaknya satu sesi latihan harus diikuti jika ingin ikut balapan. Selain itu, ada babak kualifikasi yang akan menentukan posisi start balapan.

Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB12 dengan aeroscreen

Manfaat sesi latihan

Sejumlah pembalap seperti Kimi Raikkonen merasa latihan itu membosankan meski sebenarnya banyak pula keuntungan bisa didapat dengan tambahan waktu mengitari sirkuit.

Selain untuk menentukan setelan mobil, tim dapat menguji coba komponen baru. Memasang instrumen tambahan untuk mengukur performa mobil seperti aero rakes dan kamera tambahan juga diperbolehkan.

Perangkat yang masih dalam tahap eksperimen seperti Halo dan aeroscreen juga dites di sesi latihan.

Jika babak kualifikasi dibatalkan, catatan waktu di sesi latihan bisa menjadi penentu starting grid. Seorang pembalap yang mengalami masalah di babak kualifikasi atau tidak lolos berdasarkan "aturan 107%" juga bisa diizinkan mengikuti balapan jika dinilai cukup cepat di sesi latihan oleh steward.

Pembalap baru pun dapat menimba pengalaman mengemudikan mobil F1 dengan turun di sesi latihan.

Di tiga sesi latihan yang tersedia, selain menguji reliabilitas, pada dasarnya pembalap mencari kecepatan dalam satu lap (hot lap untuk kualifikasi) dan konsistensi kecepatan dalam beberapa lap berturut-turut (stint untuk balapan) dengan menggunakan beberapa kompon ban berbeda.

Para pembalap juga dapat melatih kemampuan meluncur mereka (practice start) di babak latihan atau kualifikasi - ketika sesi masih berjalan, mereka biasanya berlatih di dekat pit lane exit sedangkan setelah sesi berakhir, mereka bisa mencoba practice start di berbagai tempat termasuk di starting grid.

Meski demikian, catatan waktu di sesi latihan bukan patokan utama kecepatan seorang pembalap di babak kualifikasi ataupun balapan karena ia dapat menjalani berbagai macam program.

Tim dapat menjalankan program berbeda-beda untuk masing-masing pembalap mereka. Satu pembalap misalnya mencoba sayap depan spek baru, satu pembalap lain mencoba spek lama.

Jadi, jangan terkecoh dengan judul berita yang mengatakan "Rio Haryanto mengungguli mantan juara dunia di sesi latihan"!

Sekarang, mari kita bedah bersama setiap sesi jelang balapan grand prix F1...

Free Practice 1 (1,5 jam - Jumat/Kamis untuk GP Monako)

Inilah kesempatan pertama untuk berlatih di sirkuit tuan rumah GP. Pembalap biasanya membuka sesi dengan keluar-masuk pit untuk mengecek komponen-komponen dasar seperti pedal gas, rem, dan setir.

Apabila trek kering, awalnya pembalap juga harus berhati-hati karena kondisi trek masih "hijau" - mungkin masih banyak debu dan belum banyak karet ban (untuk menambah daya cengkeram), khususnya di sirkuit non-permanen seperti Albert Park.

Perlahan-lahan, mobil dipacu semakin kencang dan semakin banyak hal bisa dipelajari, baik dari sisi karakteristik lintasan maupun mobil.

Racing line, titik pengereman, kontur tikungan, manajemen tenaga hybrid, hingga tingkat degradasi ban dari berbagai kompon - semuanya menentukan setelan dan arah pengembangan mobil.

Seorang pembalap dapat menempuh lebih dari separuh jarak tempuh balapan di FP1 - bagus untuk mengukur daya tahan mobil.

Free Practice 2 (1,5 jam - Jumat/Kamis untuk GP Monako)

Mirip dengan FP2 hanya saja dilaksanakan pada waktu yang berbeda. Setidaknya permukaan lintasan sekarang sudah tidak "hijau" jika FP1 berjalan lancar.

Dengan durasi yang sama dengan FP1, FP2 dapat digunakan untuk mengejar ketertinggalan seandainya menemui masalah di sesi sebelumnya. 

Free Practice 3 (1 jam - Sabtu)

Karena hanya berdurasi satu jam dan jaraknya berdekatan dengan babak kualifkasi (jeda minimal 2 jam), di FP3 biasanya para pembalap memprioritaskan simulasi kualifikasi - berusaha mencetak lap time terbaik.

Di sini pembalap dapat memacu mobilnya 100% dan jika ceroboh, ia harus membayar mahal. Kecelakaan di FP3 bisa berakibat besar pada performa di babak kualifikasi (karena nantinya harus memakai spare part atau spek komponen yang berbeda) atau bahkan tidak bisa berpartisipasi sama sekali (karena waktu tidak cukup untuk perbaikan atau pindah ke sasis cadangan yang juga membutuhkan waktu untuk dipersiapkan).

Contoh: Fernando Alonso mengalami kecelakaan di FP3 GP Monako 2010 dan terpaksa harus absen di babak kualifikasi. Ia pun memulai balapan dari pit lane dengan sasis baru.

Fernando Alonso, Scuderia Ferrari

Qualifying (3 segmen - Sabtu)

Sesi kualifikasi digelar pada hari Sabtu, dijadwalkan selesai dalam satu jam, dan dibagi ke dalam tiga segmen. Di setiap segmen, pembalap bebas mengitari sirkuit tanpa ada batasan jumlah putaran.

Q1 (18 menit)
Semua peserta turun ke lintasan untuk mencatatkan waktu terbaik mereka. Karena ada 20 mobil untuk musim ini, lima pembalap terlamban harus tereliminasi di Q1.

Q2 (15 menit)
Lap time dari Q1 dihapus dan 15 pembalap tersisa harus kembali beradu cepat. Lima pembalap terlamban harus terelimasi di Q2.

Q3 (12 menit)
Lap time dari Q2 dihapus dan hanya 10 pembalap tersisa menentukan peraih pole position dan 10 besar starting grid.

Penalti

Berbagai macam penalti dapat diberikan untuk berbagai macam pelanggaran. Penalti dapat berupa penurunan posisi start, penghapusan lap time, dan lain-lain. Pelanggaran di FP dan Q di antaranya menghambat laju pembalap lain, menabrak mobil lain, atau melanggar aturan bendera.

Mobil yang mogok di lintasan saat menjalani babak kualifikasi tidak diperbolehkan mengikuti sesi lebih lanjut - berbeda dengan di sesi latihan.

Sebuah penghargaan akan diberikan kepada pembalap yang mencetak pole position terbanyak dalam satu musim. Jika ada dua pembalap memiliki jumlah pole position yang sama, maka posisi grid terbaik berikutnya menjadi tie-breaker.

Esteban Ocon, Manor Racing MRT05

Faktor cuaca dan perbedaan waktu sesi

Satu hal yang sangat krusial dalam penentuan program latihan adalah cuaca di masing-masing sesi.

Contoh: Jika berdasarkan ramalan cuaca lintasan di FP3 akan basah sedangkan di babak kualifikasi justru kering, maka simulasi kualifikasi lebih baik dilaksanakan di sesi latihan lain (FP1 atau FP2) yang kering. Oleh karena itu, jangan kaget jika hanya sedikit pembalap yang turun ke lintasan di FP3.

Perbedaan waktu sesi juga harus diperhitungkan khususnya pada beberapa GP seperti di Bahrain, Singapura, dan Abu Dhabi - satu sesi bisa digelar saat matahari masih bersinar sedangkan satu sesi yang lain berjalan di bawah terangnya bulan. Dengan demikian, perlu dicari sesi yang relevan dengan kondisi kualifikasi ataupun balapan.

Di GP Abu Dhabi 2016, FP1 Jumat dan FP3 Sabtu masing-masing dimulai pada jam 1 dan 2 siang waktu setempat. Sementara itu, FP2 Jumat, kualifikasi Sabtu, dan balapan Minggu dimulai pada pukul 5 sore.

"Ada perubahan besar antara sore dan malam, matahari terbenam, dan temperatur trek menurun," kata Raikkonen di GP Abu Dhabi tahun lalu.

"Kami tahu, dari setiap tahunnya, jelas tergantung pada cuaca, jika sangat panas atau tidak terlalu panas di siang hari... Sesi-sesi di siang hari hanya buang-buang waktu saja.

"Kami harus mengetahui apa yang akan terjadi di malam hari, bekerja dengan mobil, membuat keputusan tepat untuk membuat mobil kencang di saat yang paling penting - dan bukan di siang hari yang panas.

"Saya tidak banyak mengubah [setelan] mobil saya di FP3, saya tahu itu bukan waktu yang ideal - tapi saya tahu saat-saat yang lebih baik. Jadi kami menjaga [setelan] mobil tetap sama."

Artikel Formula 1 berikutnya
GP Australia: Hamilton puncaki latihan bebas perdana F1 2017

Artikel sebelumnya

GP Australia: Hamilton puncaki latihan bebas perdana F1 2017

Next article

Pimpinan F1 siap "berjuang" untuk menyajikan balapan yang seru

Pimpinan F1 siap "berjuang" untuk menyajikan balapan yang seru
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Cep Goldia
Tipe artikel Special feature