Kebijakan Vaksinasi Ganjal Pengemudi Mobil Medis F1

Alan van der Merwe terancam bakal absen hingga akhir musim 2021. Pengemudi mobil medis Formula 1 itu rupanya belum divaksin.

Kebijakan Vaksinasi Ganjal Pengemudi Mobil Medis F1

Van der Merwe dan dokter Ian Roberts tidak dapat menghadiri Grand Prix Turki di Istanbul Park lantaran keduanya dinyatakan positif Covid-19.

Untuk menggantikan posisi mereka, FIA menunjuk dokter Bruno Franceschini dan pembalap Bruno Correia dari tim medis Formula E.

Akhir pekan lalu, Van der Merwe mengonfirmasi dalam akunnya di media sosial bahwa dirinya belum divaksin karena alasan pribadi.

Situasi itu jelas bakal menyulitkannya. Bukti vaksinasi diperlukan untuk masuk ke Qatar dan Arab Saudi. Diketahui pula, bakal diperlukan sebagai akses memasuki zona merah/area paddock di Abu Dhabi.

Van der Merwe merupakan salah satu dari sejumlah personel F1 yang tidak melakukan vaksinasi. Dia mengungkapkan, hal itu adalah pilihan pribadinya.

“Di Swiss (saya setengah Swiss) dan negara maju lainnya, infeksi sebelumnya sama pentingnya dengan vaksin,” tulisnya di Twitter.

“Saya percaya bahwa negara-negara itu tahu apa yang mereka lakukan, dan juga menghormati aturan negara yang lebih ketat dan tidak bepergian ke sana.”

Pria asal Afrika Selatan itu menambahkan: “Saya sepenuhnya sadar bahwa saya berpotensi menjadi kurang dipekerjakan atau kebebasan bergerak saya akan dibatasi berdasarkan pilihan saya.

“Bahwa saya tidak akan memilih kenyamanan daripada kesehatan saya sendiri tidak berarti saya membuat keputusan berdasarkan keegoisan. Kami semua hanya ingin sehat.”

Mobil Medis F1

Mobil Medis F1

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

FIA Race Director, Michael Masi, telah menegaskan bahwa pembatasan masuk akan mencegah beberapa personel F1 untuk bepergian ke negara yang menjadi tuan rumah balap jet darat.

“Dari apa yang kami pahami, ada beberapa negara yang mungkin tidak akan diizinkan masuk ke negara itu, kecuali jika Anda divaksinasi,” ucapnya saat ditanya oleh Autosport.

“Yang tidak berbeda, sebut saja di beberapa bagian dunia, suntikan malaria atau apa pun itu tidak bisa masuk ke negara itu.

“Anda harus mematuhi persyaratan untuk memasuki negara itu. Dan, Anda tahu, dari perspektif itu, FIA jelas harus menghormati persyaratan negara untuk masuk, dan juga semua tim dan semua orang lainnya.”

Masi mengungkapkan, Roberts telah dites positif secara independen dari Van der Merwe sebelum ke Istanbul Park. Dengan demikian, itu bukan kasus karantina sebelumnya sebagai tindakan pencegahan.

“Jika satu dinyatakan positif dan yang lainnya negatif, dia akan hadir. Namun sayangnya, keduanya justru dinyatakan positif,” tuturnya.

“Satu-satunya hal yang bisa mereka duga adalah bahwa mereka jelas menghabiskan banyak waktu di dalam mobil bersama di Rusia.”

Baca Juga:

Lebih lanjut, Michael Masi mengatakan, FIA sudah mempersiapkan dengan baik untuk mengganti ofisial F1 dengan yang sederajat dari kejuaraan besar lainnya dalam masa pandemi Covid-19.

“Bagian baiknya adalah telah berbicara dengan Alan dan Ian beberapa kali selama akhir pekan. Mereka relatif baik-baik saja, dan keduanya tersedia sepanjang akhir pekan, atau apa pun yang diperlukan untuk membantu dokter Bruno dan Bruno dalam aklimatisasi mereka ke dunia ini (F1),” ucapnya.

“Secara umum, kami sangat beruntung bahwa dalam semua kejuaraan FIA, semua Race Director berbicara secara rutin.

“Anda telah melihat Eduardo Freitas yang jelas-jelas adalah Race Director WEC sebagai juru tulis kursus di Portimao, dan Scott Elkins dan Niels Wittich, yang merupakan Race Director serta Deputy Formula E menghadiri sejumlah acara sebagai wakil saya.

“Jadi, kami semua bekerja sama adalah hal yang biasa. Dan itu sama dengan para dokter. Bruno Correia sebenarnya telah menjadi salah satu penasihat pembalap kami di F2 dan F3 tahun ini.

“Begitu efektifnya, ini adalah keluarga besar, dan itu bagus untuk keduanya tersedia dalam waktu singkat. Dan mereka selalu menjadi cadangan pertama kami, jika terjadi hal seperti itu yang tidak pernah kami inginkan.”

dibagikan
komentar
Fernando Alonso Menyesal Senggol Mick Schumacher di F1 GP Turki
Artikel sebelumnya

Fernando Alonso Menyesal Senggol Mick Schumacher di F1 GP Turki

Artikel berikutnya

Evolusi Pit Stop Menjadi Sebuah Seni di Formula 1

Evolusi Pit Stop Menjadi Sebuah Seni di Formula 1
Muat komentar