Kecelakaan Ketiga dalam Empat Balapan Terakhir Carlos Sainz

Carlos Sainz Jr mengalami sesi latihan bebas kedua (FP2) Formula 1 Grand Prix Italia, Sabtu (11/9/2021). Namun, pembalap Spanyol tersebut tidak cedera.

Kecelakaan Ketiga dalam Empat Balapan Terakhir Carlos Sainz

Saat sesi FP2 masih memiliki 35 menit sebelum finis ketika tiba-tiba yellow flag muncul di layar televisi setiap tim di paddock, pertanda ada sesuatu terjadi. Bendera kuning tersebut kemudian berubah menjadi red flag begitu kamera mengarahkan lensa ke mobil Carlos Sainz.

Ferrari SF21 geberan pembalap Italia tersebut sudah terlihat di tengah lintasan di Variante Ascari (Ascari Variation). Hidung mobil terlihat patah sementara ban depan-kanan terlihat miring karena suspensi yang hancur.

Dalam tayangan ulang terlihat bila Sainz kehilangan kontrol Ferrari SF21 pada tikungan kedua di Variate Ascari (T9 sirkuit) tersebut setelah sebelumnya melibas kerb. Akibatnya, ia menghantam dinding pembatas dengan keras.

Inilah Video Detik-detik Kecelakaan Carlos Sainz di FP2 F1 GP Italia:

 

Tim kuda jingkrak pun langsung menanyakan kondisinya dan Sainz meresponsnya dengan cepat. “Saya memang sangat terkejut. Agak terasa sakit namun saya baik-baik saja,” katanya.

Sesuai protokol kecelakaan di F1, Sainz pun dibawa ke medical center untuk pemeriksaan lanjutan. Sainz memang terlihat tidak terlihat kesakitan ataupun kesulitan saat berjalan untuk diperiksa, dengan masih mengenakan helm.

Beberapa menit kemudian, ditemani tiga kru Ferrari, Sainz terlihat meninggalkan medical center tanpa masalah.

Direktur Balap F1 (F1 Race Director) Michael Masi menjelaskan, Sainz harus melakukan pemeriksaan lagi untuk memastikan kondisinya benar-benar fit untuk turun di Sprint Race yang akan berlangsung mulai pukul 16.30 waktu setempat atau 21.30 WIB nanti.

Bagi Sainz, inilah kecelakaan ketiga dalam empat balapan terakhir yang dilaluinya musim ini. Pada seri ke-11, GP Hungaria, awal bulan ini, ia mengalami kecelakaan pada sesi kualifikasi kedua.

Setelah tidak mengalami masalah di GP Belgia, Sainz kemudian menimbulkan insiden pada lomba berikutnya di GP Belanda. Ia kehilangan kontrol mobil pada FP3 yang juga mengakibatkan mobilnya hancur. Lalu, ia kembali kecelakaan di FP2 GP Italia.

Baca Juga:

Sainz sebenarnya termasuk salah satu pembalap dengan perhitungan matang. Dari 13 balapan yang sudah digelar tahun ini, ia belum sekalipun mundur dari lomba akibat kecelakaan.

Sainz bahkan sudah dua kali finis podium, P2 di Monako dan P3 di Hungaria. Jumlah itu satu lebih banyak daripada rekan setimnya, Charles Leclerc. Namun, karena Leclerc sedikit lebih konsisten, posisinya di klasemen pun setingkat lebih baik (P6) daripada Sainz.

Banyak yang berangapan bila Sainz ingin selalu berusaha di atas rekan setimnya tersebut. Tidak hanya saat lomba tetapi di setiap sesi.

Masalahnya, dengan kondisi Ferrari SF21 yang untuk menembus 10 besar balapan saja sangat sulit, upaya Carlos Sainz untuk selalu cepat dan di atas Leclerc, memang cukup berisiko.  

Calos Sainz akan menempati grid ketujuh pada Sprint Race nanti setelah di kualifikasi berhasil mencatat waktu satu posisi lebih baik daripada Charles Leclerc.

Otoritas F1 mengizinkan Ferrari memperbaiki komponen-komponen yang rusak untuk diganti. Namun, jika mereka mengganti gearbox penalti grid akan diterima Carlos Sainz pada balapan utama GP Italia, Minggu (12/9/2021) besok.

 

dibagikan
komentar
F1 Butuh Solusi untuk Kualifikasi Lebih Aman
Artikel sebelumnya

F1 Butuh Solusi untuk Kualifikasi Lebih Aman

Artikel berikutnya

Alex Albon Ungkap Alasan Terima Pinangan Williams

Alex Albon Ungkap Alasan Terima Pinangan Williams
Muat komentar