Tim-tim rival marah jika mantan kepala teknis F1 FIA gabung ke Renault

Tim-tim Formula 1 sangat kecewa jika mantan kepala teknis Formula 1 FIA, Marcin Budkowski, membawa informasi rahasia yang dapat dimanfaatkan oleh salah satu tim.

Tim-tim rival marah jika mantan kepala teknis F1 FIA gabung ke Renault

Budkowski memiliki akses ke berbagai informasi rahasia mengenai pengembangan mobil yang dikirim oleh semua tim-tim F1 kepadanya untuk dicek legalitasnya.

Dalam sebuah catatan yang dikirim ke semua tim sebelum Grand Prix Malaysia oleh race director F1, Charlie Whiting, mereka diminta untuk berhenti mengirim Budkowski informasi dan pertanyaan tentang desain mobil sekarang dan yang akan datang.

Kepergian Budkowski yang mendadak dari FIA menghadirkan kecurigaan bahwa dirinya akan segera bergabung dengan tim Reanult.

Meski Renault belum mengeluarkan komentar yang tegas tentang situasi ini, para tim rival mengaku khwatir jika pabrikan asal Perancis tersebut bisa mengorek berbagai informasi rahasia melalui Budkowski.

Sumber-sumber Motorsport.com mengindikasikan bahwa tim-tim lain sangat marah dan kecewa karena Budkowski bebas bergabung ke sebuah tim F1 hanya beberapa bulan setelah meninggalkan FIA - mereka khawatir informasi rahasia dari semua tim yang diketahui Budkowski dapat menjadi keuntungan bagi salah satu tim.

Salah seorang anggota senior di sebuah tim mengatakan: "Ini semua tentang kepercayaan. Kami perlu bicara dengan FIA tentang bagaimana langkah selanjutnya dari sini, karena kami tidak bisa memberikan informasi jika ada kesempatan tim-tim lain mendapatkannya. Jika ada risiko itu, maka kami harus menjaga semuanya secara rahasia."

FIA belum mengonfirmasi rencana Budkowski, tapi mengeluarkan pernyataan bahwa tanggung jawabnya akan diambil oleh Whiting. 

 

 

 

 

dibagikan
komentar
GALERI: Suasana Jumat di GP Malaysia

Artikel sebelumnya

GALERI: Suasana Jumat di GP Malaysia

Artikel berikutnya

FP3 GP Malaysia: Insiden pada akhir sesi, Raikkonen tercepat

FP3 GP Malaysia: Insiden pada akhir sesi, Raikkonen tercepat
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Jonathan Noble