Ketika Veteran F1 Harus Bersaing dengan Ayah dan Anak

Atlet adalah profesi yang umumnya berumur singkat. Ini juga berlaku dalam olahraga otomotif. Jarang seorang pembalap yang mampu bertahan selama dua dekade.

Ketika Veteran F1 Harus Bersaing dengan Ayah dan Anak

Namun tak berarti anggapan tersebut tidak bisa dipatahkan. Beberapa mampu melakukannya. Dalam Formula 1, setidaknya ada dua pembalap yang masuk kualifikasi itu.

Pertama adalah Kimi Raikkonen. Ia melakoni debut di ajang balap jet darat pada 2001. Musim depan, Iceman masih akan tampil bersama Tim Alfa Romeo Racing.

Dalam F1 2021 nanti, Raikkonen tidak menjadi satu-satunya nama klasik setelah Fernando Alonso, juara dunia dua kali, memutuskan comeback dengan Renault.

Seperti Iceman, pembalap asal Spanyol ini pun memulai karier di F1 pada musim 2001. Ketika itu, Alonso memperkuat Minardi sementara Raikkonen membela Sauber.

Baca Juga:

Musim depan nihil sosok seangkatan ataupun pembalap yang pernah mereka hadapi 19 tahun silam. Namun ada nama yang tak asing bagi keduanya setelah hampir dua dekade.

Raikkonen serta Alonso mesti bersaing lagi dengan klan Verstappen dan Schumacher. Pada F1 2021, mereka bakal menghadapi putra dari mantan rivalnya di dalam lintasan.

Duo veteran F1 tersebut harus melawan Max Verstappen serta Mick Schumacher. Raikkonen maupun Alonso pernah adu cepat dengan ayah mereka, Jos dan Michael.

Keduanya jadi rival Michael selama rentang periode 2001-2006 juga 2010-2012. Sementara dengan Jos, mereka bersaing di dalam trek pada F1 musim 2001 dan 2003.

Jika pada era 2000-an awal, Raikkonen serta Alonso berstatus pembalap junior F1, tahun 2021, mereka bakal menyandang gelar sosok sarat pengalaman.

Dua pembalap veteran F1, Kimi Raikkonen (kiri) dan Fernando Alonso akan kembali bersaing musim depan.

Dua pembalap veteran F1, Kimi Raikkonen (kiri) dan Fernando Alonso akan kembali bersaing musim depan.

Namun dengan Max Verstappen, keduanya telah bersaing sejak 2015. Putra Jos tersebut memang melakoni debutnya di F1 saat berusia masih sangat muda, 17 tahun.

Kini, Max telah menjelma sebagai salah satu pembalap elite. Driver andalan Red Bull Racing ini sekarang merupakan rival terberat Mercedes-AMG Petronas.

Max bahkan telah mampu mengungguli Raikkonen maupun Alonso. Dua musim terakhir, ia finis di urutan ketiga klasemen akhir, sedangkan Iceman ada di luar 10 besar.

Pada 2018 Max menempati urutan keempat klasemen akhir atau berada tujuh tingkat di atas Alonso yang kemudian memutuskan pensiun dari F1.

Hal ini seperti deja vu bagi Alonso juga Raikkonen ketika mulai merintis kariernya. Mereka tak butuh waktu lama untuk mengungguli ayah Max, Jos Verstappen.

Pembalap Kimi Raikkonen (McLaren) meraih podium utama F1 GP Kanada 2005 dengan mengungguli juara bertahan Michael Schumacher (kiri).

Pembalap Kimi Raikkonen (McLaren) meraih podium utama F1 GP Kanada 2005 dengan mengungguli juara bertahan Michael Schumacher (kiri).

Foto oleh: Sutton Images

Raikkonen bahkan melakukannya pada musim debut. Dalam F1 2001, ia mengakhiri musim di posisi ke-10 dengan sembilan poin. Sedangkan Jos di peringkat ke-18.

Selang dua tahun, Iceman bertengger sebagai runner-up sedangkan Alonso di urutan keenam. Sementara Jos terpuruk di posisi 22 tanpa meraih poin.

Musim-musim berikutnya, Raikkonen dan Alonso sama-sama jadi pesaing berat Michael Schumacher. Pada F1 2005, mereka pun finis di atas sang legenda.

Alonso memutus dominasi sekaligus meredam ambisi Michael meraih gelar kedelapannya secara beruntun. Ia merebut status juara dunia dari pembalap Jerman tersebut.

Sementara Raikkonen menjadi runner-up. Michael, kala itu, harus mengakui keunggulan dua juniornya dan mengakhiri musim di peringkat ketiga klasemen.

Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, bersama ayahnya yang juga pernah berkarier dalam F1, Jos Verstappen.

Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, bersama ayahnya yang juga pernah berkarier dalam F1, Jos Verstappen.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Dalam F1 2021 nanti, selain Max, Raikkonen serta Alonso juga harus bersaing dengan Mick Schumacher yang datang dengan modal juara dunia Formula 2 2020.

Tahun ini sebenarnya Mick telah tampil di F1, tepatnya dalam Grand Prix (GP) Eifel, Oktober lalu. Ia turun dalam latihan bebas 1 di Sirkuit Nurburgring, Jerman.

Saat itu, Mick mengemudikan mobil Alfa Romeo C39, mendampingi Raikkonen. Iceman pun punya impresi positif terhadap pembalap yang lebih muda separuh umurnya itu.

"Saya melihat dia (Mick) sebagai pemuda yang baik dan dalam banyak hal sangat mirip dengan ayahnya. Senang dia bisa berada di sini (F1)," ujar Raikkonen.

Musim depan, Mick bakal tampil bersama Tim Haas. Beban driver 21 tahun ini dinilai jauh lebih berat dibandingkan Max mengingat ia mengemban nama besar Schumacher.

Pembalap muda Jerman, Mick Schumacher, akan melanjutkan legasi sang ayah, Michael, di F1 bersama Tim Haas mulai musim 2021.

Pembalap muda Jerman, Mick Schumacher, akan melanjutkan legasi sang ayah, Michael, di F1 bersama Tim Haas mulai musim 2021.

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Tentu saja banyak pihak menaruh ekspektasi tinggi. Mick diharapkan mampu mengikuti jejak sukses sang ayah. Namun musim debut adalah periode adaptasi baginya.

"Saya tak masalah saat ayah saya, Michael, diingat ketika orang membuat komparasi. "Faktanya, itu adalah sebuah kehormatan dan motivasi," kata Mick.

"Bagi saya, (perbandingan) merupakan komitmen untuk mencoba memberikan yang terbaik dan saya sama sekali tidak menganggapnya sebagai beban."

Bagi Raikkonen dan Alonso, tahun depan juga penting. Mereka tentu saja ingin membuktikan kapasitasnya untuk bersaing, tak sekadar hanya menjadi veteran penggembira.

 

dibagikan
komentar
Sainz Lampaui Ekspektasi McLaren

Artikel sebelumnya

Sainz Lampaui Ekspektasi McLaren

Artikel berikutnya

Red Bull Ring Perpanjang Kontrak Tiga Tahun Bersama Formula 1

Red Bull Ring Perpanjang Kontrak Tiga Tahun Bersama Formula 1
Muat komentar