GALERI: Kilas balik sejarah Honda di Formula 1

Kepindahan dari McLaren ke Toro Rosso akan memulai babak baru perjalanan Honda di F1. Sejak penampilan perdana 1964 sebagai tim pabrikan dan menyuplai tim-tim ternama seperti Williams dan McLaren.

Sesuai gairah sang pendiri Soichiro Honda, kegiatan balap khususnya F1, merupakan bagian tak terpisahkan dalam sejarah Honda. Tercatat, pabrikan Jepang ini lima kali bolak-balik F1. Baik sebagai tim atau sebatas pemasok mesin.

Honda terjun di arena F1 untuk pertama kalinya pada 1964 sebagai tim pabrikan yang membuat sasis dan mesinnya sendiri. Terus berlaga sebagai tim penuh hingga mundur akhir musim 1968.

Baru kembali dua dekade kemudian sebagai pemasok musim dan mencetak sukses bersama Williams dan McLaren. Pada era antara 1986 – 1991, mesin Honda merupakan terbaik di arena F1. Walau belakangan ini banyak dirundung masalah teknis.

Inilah kisah lengkap Honda di arena F1 sepanjang 1964 hingga saat ini.

1964 – 1968: Honda R&D Company

1964 – 1968: Honda R&D Company
1/12

Honda mengawali aksi di F1 pada 1964 dengan model RA271. Berhasil meraih kemenangan perdana di GP Meksiko setahun kemudian lewat Richie Ginther bersama RA272 (foto). Sayang kecelakaan tragis menimpa Jo Schlesser membuat Honda mundur pada akhir musim 1968.

Foto oleh: LAT Images

1983: Sprit

1983: Sprit
2/12

Honda kembali ke arena F1 tahun 1983 sebagai suplier mesin. Debut di GP Inggris bersama Sprit dengan pembalap Stefan Johansson. Hanya menempati P14 dari 29 mobil saat kualifikasi. Sepanjang musim banyak dihadang gangguan teknis. Tidak berhasil mencetak angka.

Foto oleh: Honda

1983 – 1987: Williams

1983 – 1987: Williams
3/12

Williams mulai menggunakan Honda pada seri terakhir musim 1983. Mendapatkan kemenangan pertama di GP Dallas 1984. Disusul gelar juara konstruktor bagi Williams pada 1986 dan 1987. Honda meraih gelar juara dunia pertamanya melalui Nelson Piquet pada 1987.

Foto oleh: LAT Images

1987 – 1988: Lotus

1987 – 1988: Lotus
4/12

Tahun 1987 Ayrton Senna mempersembahkan dua kemenangan bagi Honda di Monako dan Detroit. Membawa Lotus-Honda ke P3 konstruktor. Tahun berikutnya, meski diperkuat juara bertahan Nelson Piquet, gagal mendulang satu pun kemenangan. Lotus-Honda hanya P4 konstruktor pada 1988.

Foto oleh: LAT Images

1988 – 1992: McLaren

1988 – 1992: McLaren
5/12

Bisa disebut sebagai puncak keemasan McLaren di F1. Musim 1988 diwarnai kemenangan McLaren-Honda pada 15 dari 16 GP. McLaren Honda menjadi juara dunia pembalap dan konstruktor antara 1988 – 1991 bersama Ayrton Senna (3 kali) dan Alain Prost. Pada akhir musim 1992, Honda pamit dari F1.

Foto oleh: XPB Images

1991: Tyrrell

1991: Tyrrell
6/12

Bersama Honda, Tyrrell yang sempat dominan pada awal dekade 1970-an berharap untuk tampil lebih baik. Sayang prestasi terbaik hanya dibukukan Stefano Modena yang berhasil start dari baris depan di Monako dan finish P2 di Kanada. Tyrrell hanya berada pada P6 konstruktor

Foto oleh: LAT Images

2000 - 2005: British American Racing

2000 - 2005: British American Racing
7/12

Kembalinya Honda ke arena F1. Kali ini bersama British American Racing (BAR). Bersama BAR, Honda sama sekali gagal mendulang satu pun kemenangan. Prestasi terbaik terjadi tahun 2004, berhasil menempati P2 konstruktor. Akhir musim, BAR dibeli Honda.

Foto oleh: LAT Images

2001 – 2002: Jordan

2001 – 2002: Jordan
8/12

Secara tidak langsung Honda menjadi partner Jordan sejak 1998, lewat nama Mugen Honda. Baru menjadi Honda seutuhnya pada musim 2001. Sayang, prestasinya justru tidak sebaik ketika masih Mugen Honda. Tidak menang sekali pun sepanjang dua musim.

2006 – 2008: Honda Racing F1 Team

2006 – 2008: Honda Racing F1 Team
9/12

Terjun penuh sebagai konstruktor juga tidak memberikan nasib lebih baik. Meski Jenson Button berhasil menang di GP Hungaria 2006, membawa Honda posisi keempat konstruktor. Dua musim berikutnya semakin buruk. Sering krisis finansial global, Honda keluar dari F1.

Foto oleh: XPB Images

2006 – 2008: Super Aguri

2006 – 2008: Super Aguri
10/12

Selain tim pabrikan, Honda juga menyuplai mesin ke tim Jepang Super Aguri. Jangan tanya soal prestasi karena sepanjang tiga musim hanya berhasil mencetak empat angka.

Foto oleh: Sutton Images

2015 – 2017: McLaren

2015 – 2017: McLaren
11/12

Salah satu babak terkelam dalam sejarah McLaren. Sepanjang tiga musim, meski diperkuat Fernando Alonso, sama sekali tidak berhasil meraih podium. McLaren akhirnya menyerah dan mengakhiri kerja sama mulai akhir tahun ini.

Foto oleh: JEP / LAT Images

2018: Toro Rosso

2018: Toro Rosso
12/12

Apakah Honda berhasil mengatasi semua isu teknis dan performanya tahun depan? Kita tunggu hasil kolaborasi baru ini tahun depan.

Foto oleh: Sutton Images
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tim McLaren , Williams , Jordan , British American Racing
Tipe artikel Special feature
Tag bar, honda, jordan, mclaren, williams