Kisah di balik "pengganti" tim Manor di F1 2017

30,918 pengunjung

Siapa yang menyangka sisa-sisa aset tim Manor Racing yang dulu diisi oleh Rio Haryanto kini menjadi seperti ini?

Tim “pengganti” Manor ini mungkin tidak turun ke lintasan secara kompetitif. Namun, Paul Stoddart yang berada di belakang proyek ini setidaknya bisa membuat orang-orang termasuk Anda merasakan pengalaman berada di dalam tim balap Formula 1 sungguhan.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Liberty Media sebagai pemilik baru F1 untuk menambah interaksi fans dimulai dari GP Spanyol lalu. Mereka membuat acara untuk fans agar atmosfernya terasa seperti berada di sebuah karnaval.

Selain itu, ada juga perubahan di paddock F1. Muncul sebuah tim baru yang menggantikan posisi Manor sebagai tim ke-11 F1 di ujung pit lane.

Faktanya, jika tidak melihat mobil mereka yang memiliki dua kursi, Anda mungkin mengira tim ini adalah peserta baru F1 karena garasi mereka disulap menyerupai tim balap sungguhan dan juga memiliki motorhome sendiri.

Menghadirkan mobil F1 yang memiliki dua kursi menjadi salah satu bagian dari upaya terbaru F1 untuk membawa olahraga ini lebih dekat ke para penggemar - bersama media, selebriti, dan bahkan beberapa pemenang kompetisi yang beruntung untuk mencoba pengalaman mengitari sirkuit dengan mobil F1.

Mantan bos Minardi F1, Paul Stoddart, tetap menjalankan proyek mobil F1 yang memiliki dua kursi setelah menjual timnya kepada Red Bull di 2005.

Namun, alih-alih memberi pengalamaan melaju di lintasan dengan kecepatan penuh, proyek tim baru ini menyajikan pengalaman tim sungguhan - mereka membuat garasi seperti aslinya, membuat para pengunjung benar-benar bisa mengerti dengan lebih baik tentang kehidupan di paddock F1.

"Ini semua tentang pengalaman F1 dan upaya membawa Formula 1 lebih dekat secara personal kepada fans,” ujar Stoddart kepada Motorsport.com. "Biarkan mereka melihatnya, merasakannya, menciumnya, dan untuk yang benar-benar beruntung, mereka bahkan bisa mencobanya.

"Bagi yang tidak mendapatkan kesempatan mencobanya pun kegembiraan tetap muncul di garasi, Anda melihat senyuman di wajah fans.

"Bahkan jika mereka tidak benar-benar duduk di mobilnya, hanya berada di sekitar mobil, begitu dekat dengan mobil Formula 1, ada begitu banyak orang di seluruh dunia yang hanya bisa memimpikan itu dan tidak mendapatkan kesempatan seperti ini. Jadi dengan semua ini, sebenarnya membuat Formula 1 sedikit lebih terbuka. Tapi tidak terlalu banyak!"

Perlengkapan Manor

Patrick Friesacher, F1 Experiences 2-Seater driver and F1 Experiences 2-Seater passenger Belinda Whiteside
Patrick Friesacher, bersama Belinda Whiteside di atas mobil F1 Experiences

Foto oleh: Sutton Images

Sementara Stoddart telah memiliki mobil F1 dengan dua kursi, peralatan untuk mendukung suasana paddock juga perlu disediakan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh Stoddart untuk menciptakan suasana nyata dari garasi tim F1 adalah dengan membeli banyak aset milik tim Manor yang bangkrut pada akhir musim lalu.

"Kami banyak menggunakan perlengkapan milik Manor di musim lalu, kata Stoddart. Kami telah menjalankan mobil selama bertahun-tahun, jadi tidak ada yang baru dalam hal ini.

"Namun hal yang baru adalah memiliki keuntungan untuk bisa menyajikan produk dan pengalaman. Juga berbagi pengalaman dengan orang-orang yang tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu seperti ini.

"Jika seseorang ingin mengambil foto, kami mempersilakan mereka masuk ke garasi dan berfoto.

"Kami akan meminta para tamu untuk duduk dan menonton balapan di dalam garasi, ini adalah pengalaman yang sebelumnya tidak bisa dibeli oleh orang lain, jadi kami memberi pengalamannya ke orang banyak."

Terdorong oleh peristiwa di Tiongkok

Zsolt Baumgartner, F1 Experiences 2-Seater driver and Patrick Friesacher, F1 Experiences 2-Seater driver
Zsolt Baumgartner dan Patrick Friesacher, pengemudi mobil F1 Experiences

Foto oleh: Sutton Images

Ide kemunculan “pengganti” tim Manor telah dibahas sejak GP Australia lalu, namun rencana ini dipercepat setelah tertundanya sesi Jumat di GP Tiongkok akibat cuaca buruk – menyebabkan helikopter medis tidak bisa terbang. Akibat peristiwa ini, F1 mendapat banyak kritikan.

“Awalnya ketika berdiskusi dengan Liberty di Australia tentang rencana ini, kami akan memulainya di Austin," katan Stoddart. "Jadi kami punya banyak waktu untuk bersiap-siap, karena Austin akan digelar [pada bulan Oktober] jadi tidak ada tekanan sama sekali.

"Mobil-mobil akan kembali dari Australia, kami punya waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan dan melakukan semuanya."

Stoddart awalnya merencanakan agar mobil tersebut kembali ke Inggris melalui jalur laut, yang berarti baru akan tiba pada pekan ini. Tapi pada pertemuan yang telah direncanakannya dengan Liberty di bulan April, naluri ia menyuruhnya untuk menggunakan jalur udara.

"Saya merasa perlu melakukan ini, karena apabila saya bertemu dengan mereka dan ‘menginginkannya berada di Barcelona', saya tidak dapat melakukannya. Secara fisik, mobil-mobil itu pasti sedang berada di tengah laut. Jadi kami mengubah rencananya.

"Ini terjadi pada hari Jumat, kami mengadakan pertemuan pada hari Sabtu, dan mereka berkata: 'Tidak, tidak di Barcelona, ​​kami belum siap untuk hal ini.'

"Tapi setelah GP Tiongkok, ketika mereka menghadapi masalah pada hari Jumat karena sesi tidak bisa berjalan, saya mendapat telepon dan mereka berkata: 'Dapatkah tim Anda berada di Barcelona?' Dan saya berpikir: 'Hanya berjarak kurang dari tiga setengah minggu sebelum truk-truk harus pergi!'

"Kemudian saya berkata: 'Ya, kita akan melakukannya.' Dan ini adalah salah satu momen saat Anda mengatakan 'ya' pada sesuatu hal dan kemudian Anda berpikir: 'Wow, apakah kita benar-benar siap melakukannya?'"

Bekerja di bawah banyak tekanan

Patrick Friesacher, F1 Experiences 2-Seater driver and Zsolt Baumgartner, F1 Experiences 2-Seater driver
Patrick Friesacher dan Zsolt Baumgartner, pengemudi mobil F1 Experiences

Foto oleh: Sutton Images

Stoddart memiliki waktu terbatas untuk menyelesaikan berbagai hal - tapi, karena telah berpengalaman sebagai pengusaha sepanjang hidupnya, ia mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan berbagai hal.

Ia mengatur pertemuan dengan perusahaan pelelangan yang menjual aset Manor untuk mendapatkan izin untuk membeli barang-barang yang dia inginkan - yang terjadi menjelang Paskah.

Rencana untuk memilah seragam tim hampir terhenti saat pesanan itu tercampur aduk. Perubahan menit-menit terakhir dari perusahaan penyedia, dan juga tertundanya penerbangan pesawat yang membawa kiriman celana dan kaos polo, berarti kru mencoba seragam mereka saat di belakang paddock.

Juga terjadi drama di motorhome: "Kami mendapat pelajaran mahal di sini pada hari Kamis, saat memasang motorhome. Kami baru saja menyambungkan aliran listrik dari sirkuit, saat hujan badai terjadi pada hari Kamis sore, kami mengalami korsleting listrik.

"Kejadian ini merusak tiga set penghangat ban, jadi kami harus melakukan perbaikan.

"Untungnya kami membawa teknisi kelistrikan. Kami juga membawa lebih banyak kru dari yang biasanya kami punya, karena sudah mengantisipasi setiap kemungkinan yang bisa terjadi.

"Dan untungnya saya memiliki dua teknisi listrik dan seorang asisten dalam jajaran staf kami yang akhirnya harus melakukan pekerjaan sesungguhnya, yaitu memperbaiki jalur listrik motorhome ini dan menggunakan daya dari generator. Kami memutuskan tidak menggunakan daya dari sirkuit untuk melindungi dari hal-hal seperti itu. Hal ini menjadi pelajaran berharga juga."

Namun cerita menarik dari Stoddart adalah pada bagian cat – bagaimana mobil dan motorhome diberi lapisan yang biasanya digunakan untuk jet pribadi.

"Karena asalnya berwarna oranye dan biru dari musim lalu, kami harus mengecatnya dalam waktu singkat," katanya. "Kami memiliki fasilitas pengecatan pesawat besar, dan saya benar-benar harus menggeser pesawat terbang Boeing 737 yang akan dicat, didorong keluar dan membawa semua barang ini masuk.

"Bukan hanya dua motorhome - ada truk pendukung dan lainnya, dan semua panel garasi berwarna biru dan oranye. Jadi, kami harus mengubah semua itu.

"Kami harus mempekerjakan orang-orang yang melakukan pekerjaan lain, bekerja pada akhir pekan dan malam hari. Dan singkatnya, semua bagian terpenting yang harus dicat, dilakukan secara cepat. Empat hari pada motorhome, enam hari untuk menyelesaikan semuanya, berlangsung 24 jam sehari. Mereka membawa kru tambahan dan membuat dua shift kerja selama 12 jam. Akhirnya semuanya selesai tepat waktu.

Membahagiakan orang-orang

Patrick Friesacher, F1 Experiences 2-Seater driver and F1 Experiences 2-Seater passenger Belinda Whiteside
Patrick Friesacher, bersama Belinda Whiteside di atas mobil F1 Experiences

Foto oleh: Sutton Images

Bagi Stoddart, hari-hari menjalankan tim untuk berlomba di kejuaraan sudah lama berlalu, tapi sepertinya dia cukup senang kembali hadir ke paddock balapan di mana acara ini akan digelar kembali pada tahun ini. Selanjutnya, kemungkinan besar acara ini akan digelar di Austin dan membuat orang-orang merasa senang.

"Saya sangat bangga dan merasa sangat beruntung bisa benar-benar membagikan pengalaman ini kepada orang banyak," katanya. "Saya sudah melakukannya selama 20 tahun.

"Dan hal terbaik yang saya dapatkan adalah melihat senyuman di wajah orang-orang. Jika kita menaruh anak kecil di kursi mobil dan membiarkan mereka bermain dengan setir kemudinya, Anda bisa melihat wajah orang tuanya. Sepertinya mereka tahu ini akan menjadi foto kenangan bagi anak itu selama bertahun-tahun yang akan mendatang, hari di mana dia masuk ke dalam kokpit mobil Formula 1!"

 
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Pembalap Rio Haryanto
Tim Manor Racing
Tipe artikel Special feature