Buntut Kontroversi GP Belgia, F1 Kaji Perubahan Regulasi

Gelaran Grand Prix Belgia, yang dipangkas akibat cuaca buruk, berbuntut panjang. Petinggi Formula 1 bakal diskusi dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan perwakilan tim tentang perubahan regulasi.

Buntut Kontroversi GP Belgia, F1 Kaji Perubahan Regulasi

Direktur Balap F1 Michael Masi jadi sorotan akhir pekan kemarin karena mengizinkan balapan dilanjutkan meski suasana Spa-Francorchamps, Minggu (29/8/2010), tak mendukung. Hujan lebat, trek licin dan jarak pandang sangat pendek berbahaya bagi pembalap.

Ternyata, kondisi tak kunjung membaik sehingga lomba dihentikan setelah tiga lap dengan panduan Safety Car. Sebanyak 10 pembalap dapat poin separuh.

Kontroversi pun merebak terkait pembagian poin. Selain itu, banyak yang menyesalkan tak bisa membuat penonton terhibur. Juara bertahan F1, Lewis Hamilton, minta uang tiket penggemar dikembalikan. Sebab, mereka sudah keluar uang cukup banyak tapi hanya menyaksikan lomba sekejap.

“Hari ini adalah sebuah lelucon dan satu-satunya yang kalah adalah para penggemar yang telah membayar banyak uang untuk menonton kami balapan,” tulisnya di Instagram.

CEO F1 Stefano Domenicali mengaku situasi dan hasil GP Belgia tidak ideal. Ia pun berniat menggelar diskusi dengan pemangku kepentingan karena ada potensi perubahan regulasi.

Baca Juga:

Langkah ini diambil agar keadaan seperti di Spa kemarin tidak terulang. Baik dengan memastikan bahwa hasil hanya diumumkan setelah jumlah lap balap yang tepat atau menjalankan prosedur lomba keesokan hari. Ide ini perlu disetujui F1, FIA dan tim-tim.

CEO McLaren, Zak Brown, mengutarakan bahwa itu tak pantas disebut balapan kalau hanya berlangsung beberapa putaran di belakang Safety Car. “Regulasi menyatakan bahwa setelah Anda melakukan beberapa putaran, itu bisa disebut balapan. Saya pikir itu perlu ditinjau lagi,” ucapnya lewat video yang diunggah di Twitter.

“Saya pikir tidak ada orang yang berpendapat bahwa cuaca aman untuk balapan, tapi kami butuh solusi lebih baik sebagai olahraga ketika tipe situasi seperti ini terjadi. Hasilnya seharusnya bukan balapan setelah tiga lap di belakang Safety Car.

“Itulah yang dikatakan peraturan tapi sekarang perlu ditinjau lagi oleh kami semua, untuk belajar dari hari ini dan menyadari bahwa ketika kami dihadapkan pada situasi itu, apa yang akan kami lakukan berbeda untuk memastikan semua orang mendapat balapan mereka dalam, apakah (digelar) hari berikutnya atau kembali lagi.

“Saya tidak berpikir ada orang yang akan mengatakan bahwa rasanya tepat menyebutnya sebagai balapan. Jadi kami akan mengerjakan ini dan berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi.”

Lando Norris, McLaren MCL35M, Yuki Tsunoda, AlphaTauri AT02, and Mick Schumacher, Haas VF-21

Lando Norris, McLaren MCL35M, Yuki Tsunoda, AlphaTauri AT02, and Mick Schumacher, Haas VF-21

Photo by: Mark Sutton / Motorsport Images

Masi menyarankan bahwa FIA dan tim akan berkumpul dan meninjau peraturan berkaitan dengan apa yang terjadi di Belgia.

“Saya kira setelah akhir pekan ini, dan pada rapat kami untuk tahun depan, kami akan melihat banyak hal yang Anda tahu bisa kita lihat, untuk mengetahui apa yang diinginkan semua orang,” katanya.

“Seperti yang Anda semua ketahui, kami berada pada salah satu titik di mana FIA bekerja dengan 10 tim dan F1 mengembangkan regulasi. Dan juga, kami akan melalui berbagai skenario dan melihat apa pendapat setiap orang.”

dibagikan
komentar
Christian Horner Lega Red Bull Tak Jalani Penalti Grid di GP Belgia

Artikel sebelumnya

Christian Horner Lega Red Bull Tak Jalani Penalti Grid di GP Belgia

Artikel berikutnya

Balapan Indoor Solusi Tunggal F1 Saat Cuaca Buruk

Balapan Indoor Solusi Tunggal F1 Saat Cuaca Buruk
Muat komentar